Jumat, 20 September 2013

Jeda Bermakna

Singkat tapi bermakna
Serasa sekali bernafas
Mencintaimu walau berbagi
Menikmati kenyamanan yang kau ciptakan
Aku rasa semua bukan kamuflase
Bernafas saja butuh jeda
Bagaimana dengan menepis kenangan? Aku tau
Tak perlu ku berlari menjauhimu
Menghindari sorot tajam matamu
Menutup telinga atas ucapan sendumu
Bahkan tanganku pun tak perlu menampik lembut belaianmu
Akan kunikmati
Apapun perlakuanmu
Asalkan aku mampu menahan lukanya
Aku terima
Bukan karena aku (masih) mencintaimu
Tapi aku tak sanggup merasakan jeda itu tanpamu

Kamis, 19 September 2013

Tatapan Dangkal

Hanya bisa menunduk
Tak ada alasan khusus
Hanya saja mataku tak berani menatapnya
Mungkin aku takut terluka lagi
Luka itu sudah lalu
Tapi masih membekas
Entah
Bahkan mungkin akan mengendap
Detik ini
Baru aku memberanikan mataku
Untuk menatapnya
Tapi tak ingin terlalu dalam
Serasa ada pisau tajam
Yang mungkin siap untuk melukai lagi untuk kesekian kalinya
Aku hanya bisa bertanya pada diri sendiri
Sampai kapan tatapanku sedangkal ini?
Aku tau luka itu tak akan bisa ia hapus
Dengan seribu maaf sekalipun
Maafmu hanya menghapus dosamu
Bukan menghapus goresan luka dalam jiwaku

Jumat, 13 September 2013

Senjaku Tak Lagi Sendu

Aku butuh kopi
Untuk menenangkan pikiranku
Untuk menetralkan emosiku
Bahkan sekedar menemani soreku
Senja ini indah
Senikmat ketika aku merasakannya bersama keluargaku
Bermanja dengan Bunda
Bercanda bersama Ayah
Menenggak kopi bersama mereka
Selayak menemukan kedamaian dalam hidup
Terima kasih Ya Rabb
Senjaku tak lagi sendu
Ketika aku bersama mereka

Kamis, 12 September 2013

Kamu, Kuatku

Hidupku cukup sekali di dunia ini
Aku tak perlu mengulang hidupku lagi
Tak perlu mengulang apa yang seharusnya tidak terjadi
Bukan seorang yang munafik
Aku banyak bertemu orang yang kurang tepat
Sebelum aku menemukanmu
Berkaca atas apa yang telah dilakukan
Jatuh, bangun, bahkan serasa mati suri
Semua kan ku jadikan kenangan
Baik, buruk
Aku ikhlas mendapatinya
Hingga kini aku menjalaninya denganmu
Terkadang aku merasa aku tak sepenuh hati
Itu hanya perasaanku
Bukan yang terlihat olehmu
Sang Pencipta Maha Mengetahui
Mana yang terbaik bagiku
Bahkan ketika aku harus berpeluh untuk mendapatkanmu
Untuk bisa bertahan, berjuang
Tapi memang nyatanya
Kamu pun sanggup untuk berjuang denganku
Masa laluku terkadang pahit untuk bisa aku telaah lagi
Aku tegar, aku kuat
Karena kamu kuatkan aku
Entah harus berapa lama lagi aku bersanding dengan hatimu
Yang pasti,
Hatimu akan selalu jadi kuatku

Senin, 02 September 2013

Melawan Arahmu

Aku tidak sekuat yang kamu bayangkan
Bahkan ketika aku tau satu persatu
Aku lebih memilih tidak mempercayaimu
Di balik semua ketidakpercayaan itu
Terselip sebuah luka perih
Kesekian kalinya
Aku rasakan seperti ini
Kali ini
Aku rasa sudah cukup bagiku
Untuk menerima semua luka
Berkali kali aku terjatuh
Sekali kamu mengulurkan dan setelahnya
Kamu hempaskan aku lagi
Saatnya kini aku yang harus berdiri
Berlari melawan arahmu