Senin, 31 Maret 2014
Rumah
Aku lah yang akan jadi alasanmu untuk segera pulang
Memelukku lebih erat
Menciumku dengan hangat
Minggu, 30 Maret 2014
Senduku, Terjawab oleh-Nya
Sendu (lagi)...
Ya Rabb, ujian seperti apa lagi yang akan kami terima atas kesetiaan ini?
Jumat malam, sekitar pukul 20.40 mas sms saya, "dah bobok?" saya jawab "belum" padahal saya sempat tertidur. Sesaat setelah itu, bel rumah bunyi, ternyata mas datang. Kaget yang pasti karena mas baru saja pulang dari Semarang, dia buka jaket dan memang masih pakai baju kerjanya, name tag pun belum sempat dia lepas. Dia pamit untuk mandi sementara nunggu mas mandi, saya bikin teh panas untuk mas.
Seselesainya mas mandi, kami jama'ah sholat Isya'. Seperti biasa, setelah selesai berdoa, saya mencium tangannya, mas mencium kening saya. Dia memeluk saya erat, lamaaaa sekali. Saya bilang, "mas jangan pergi..." Rencananya dia akan naik gunung, tapi saya tidak mengijinkan. Entah, tapi perasaan saya tidak enak dalam seminggu ini, dan seminggu ini kami sempat ribut sampai 2kali dalam hal yang beda dan entah bagi saya sebenernya sepele. Tapi ya sudah lah.
Setelah itu saya duduk, mas juga. Tiba-tiba mas bilang, "dek, mas udah penempatan deh." Bulu kuduk langsung berdiri, kepala tiba-tiba pusing, dan perut serasa mual. Oke, psikosomatis deh. Mas mulai mendownload beberapa file, dia tidak mengatakan dimana dia ditempatkan kerja.
Setelah file bisa dibuka, dan ... "Ya Allah mas... Jauhh banget..." Saya sebisa mungkin tidak meneteskan air mata, saya harus kuat. Pikiran saya sudah tak menentu. Rasanya Allah menjawab ketidak enakan perasaan saya seminggu ini. Selain mas masih terlihat menginginkan untuk pergi naik gunung.
Tarakan. Apa yang saya tau dari kota ini? Nothing. Yang saya tahu hanya kota ini jauh, di utara sana. Perbatasan Indonesia Malaysia. God jobs, Kemenkeu! Such as a crazy life, saya membayangkannya.
Saya agak lega ketika kami mulai search beberapa info tentang kota kecil ini. Saya rasa tidak ada masalah untuk komunikasi kami. Kantor mas ada di KPP Pratama Tarakan, tempat ini ada di tengah kota (menurut info). Jarak dari bandara Juwata, ini merupakan bandara internasional, dapat ditempuh dalam waktu sekitar 8 menit menggunakan mobil. Ada mall di sana, kalau ga salah Grand Tarakan Mall, merupakan mall terbesar di provinsi baru dari pulau Kalimantan ini. Ayem lagi, mas ga perlu susah-susah. Pegawai baru yang dipindahkan di sana ada 4 orang, tapi mas tidak kenal semua, padahal teman satu angkatan. Saya rasa cukup untuk teman mas di sana. Semoga mereka bisa kerja sama, menjalin kekeluargaan, aamiin.
Hati saya masih tidak tenang, entah. Tapi sudah larut malam, saya memutuskan untuk tidur di kamar Bunda, mas sudah merem juga ternyata, capek banget ngeliat mukanya. Malam itu rasanya semakin ga enak. Saya ga bisa tidur, mau sms mas tapi takut ganggu. Sebentar-sebentar saya terbangun. Ya Allah, ga jenak banget rasanya. Sekitar pukul 2.45 saya memutuskan untuk bangun dan sholat tahajud, masuk kamar mas sudah tertidur, saya selimutin dia. Saya ambil air wudhu, sempat nangis sebentar, tapi saya kembali berkata dalam hati, "kuat, kuat, kuat, Ya Rabb. Ini demi kerjaan, dan nantinya demi kesejahteraan kami juga. Bismillah kuat." Berkali-kali saya mengucap demikian. Setelah sholat, saya masih berdiam di atas sajadah, rasanya ingin berlama-lama di dekat Allah. Menitipkannya pada sebaik-baik-Nya tempat penitipan. Walaupun sebenernya dia juga milik Allah. Masih tidak tenang, saya banyak beristighfar, mungkin memang sudah jalannya seperti ini. Saya hanya harus mendukung mas, semua yang terbaik untuk kami, Ya Allah. Kalau saya terus-terusan sedih, yang ada mas makin terbebani dan tidak konsentrasi dengan kerjaannya. Sekali lagi saya berkata, "Bismillah kuat..."
Siang harinya, saya ada di rumah orang tua mas. Seperti biasa weekend saya selalu di rumah mas ketika mas pulang. Setelah sholat ashar, entah kenapa, air mata ini menetes lagi. Kali ini mas ada di sebelah saya, semua ketakutan saya katakan pada mas. Perasaan dan hati kecil saya yang mungkin sudsh terikat dengan mas terlalu kuat, saya hanya takut ketika suatu saat hati saya tidak tenang, akan berasumsi yang tidak-tidak. Mas bilang, "ada Yang Di Atas dek, semua serahkan sama Yang Di Atas (Allah)." Bukan tidak percaya dengan penjagaan-Nya, hanya saja manusia terkadang tak peduli jika Allah selalu melihatnya, selalu tau setiap detik apa yang mereka lakukan. Saya masih nangis di pelukan mas. Rasanya lemas sekali badan ini, tak ingin beranjak dari pelukannya. Sampai saya sadar lagi, kenapa saya nangis lagi? Ini akan membuat mas semakin terbebani, astaghfirullah. Saya coba untuk diam, tarik napas dalam-dalam lalu saya buang. Mas masih memeluk saya, saya tau bagi mas juga ini sangat mendadak, bagi dia juga mungkin berat meninggalkan semuanya di sini. Tapi semua ada hikmahnya.
Mas...
Jaga diri baik-baik di sana, di kota orang. Adek percayakan semuanya sama mas. Dan semuanya juga, telah adek titipkan pada Allah, Sebaik-baiknya tempat penitipan. Semoga mas mendapat rejeki yang cukup, dilancarkan pekerjaannya, dilancarkan segala kehidupannya. Semoga mas selalu diberikan kesehatan oleh Allah.
Ya Rabb, Engkau sebaik-baiknya tempat penitipan. Jaga raga dan hatinya untuk hamba, untuk keluarganya.
Lindungi setiap langkahnya. Tuntun dia di jalan-Mu, Ya Allah.
Ya Rabb, limpahkan rizki-Mu dari segala arah kepadanya. Lancarkan segalanya. Sukseskan pekerjaannya. Murahkan rejekinya, semua demi orang-orang yang dia sayang.
Jika dia lelah, istirahatkan dia sejenak.
Ingatkan dia saat panggilan-Mu menggema di seluruh penjuru.
Ingatkan dia ketika ia tidak patuh pada perintah-Mu.
Dan ijinkan kami untuk bisa menyatu dalam kebahagiaan di dunia dan di akhirat
Ijinkan kami untuk menyatu, menyempurnakan agama kami, sesegera mungkin.
Ridhoi niatan kami, Ya Rabb.
Kamis, 27 Maret 2014
Ku Titipkan (Selalu) Pada-Nya
Keyakinanku atas penjagaan-Nya
Dia Sebaik-baiknya Penjaga
Dia Sebaik-baiknya Tempat Penitipkan
Selalu ku titipkan doa terindahku untukmu
Aku percayakan jiwa ragamu pada-Nya
Semoga Allah pun tak kan salah memberi rasa
Selayaknya malam ini
Di tengah heningnya, air mataku kembali menetes
Aku tak kan pernah berhenti
Sekalipun hati terkadang terluka
Namun ada masanya aku bisa merasakan bahagia
Namamu yang selalu ku sebut dalam doa
Kedamaian, ketenangan jiwa semoga selalu mendampingimu mas
Aku tak pernah mencoba sekalipun untuk menyakitimu
Semoga Allah selalu membimbing kita
Menyatukan kita dalam kebahagiaan di dunia dan akhirat
Ku titipkan dia pada-Mu
Jiwanya, raganya
Lindungilah dia, Ya Rabb
Hanya pada-Mu ku percayakan semuanya
Terima kasih atas rasa ini
Rabu, 26 Maret 2014
Learn to Loving You, Allah..
Bagaimana aku bisa sempurna mencintai makhluk-Nya?
Tapi aku selalu belajar untuk bisa menjadi yang terbaik, pun memberikan yang terbaik yang aku mampu
Bukan tanpa ada halangan
Setiap kebaikan pasti tak akan pernah mudah diraih
Karena kebaikan menjadikan kita maju satu langkah ke surga
Tapi setan akan selalu merusaknya
Membuat kita mundur, menjauh dari surga
Dan ketika aku belajar untuk bisa memahami pun
Aku tau terkadang caraku salah
Namun, apa tak bisa dicerna seberapa besar usahaku?
Semoga Allah selalu menerima usahaku untuk mendapatkan langkah ke depan
Walaupun terkadang setan bertopeng selalu menghalangiku
Terima kasih atas segala hikmah yang selalu Engkau selipkan disetiap detik hidupku, Ya Allah
Selasa, 25 Maret 2014
Sabtu, 22 Maret 2014
Ini Tentang Liburan
Senin, 17 Maret 2014
Love Is In The Air
| You and sunrise Borobudur Nirwana Sunrise "Punthuk Setumbu" 18 Maret 2014 |
Seperti senyum matahari pagi itu
Kamu selalu menang
Kamu selalu berhasil
Dan kali ini kamu dan matahari mampu berkolaborasi dengan hebat membuatku tersenyum lebar
Jangan berhenti membuatku tersenyum
Apapun caramu, aku harap semuanya selalu diselimuti kasih sayang
Sekali lagi, seperti matahari pagi itu yang berselimut kabut
Terima kasih atas kebahagiaan yang kamu ciptakan sepagi itu, sayang...
Rabu, 12 Maret 2014
Ooouuuppsssss
My simply make up
My simply outfit
Pashmina by Al Fath
White chiffon shirt by Cole
Kamis, 06 Maret 2014
Doa Pagi
Semoga kenyamanan, ketenangan, kedamaian dan kasih sayang yang Allah berikan padaku melaluimu selalu tercipta, hingga tua nanti, hingga raga kita dipisahkan oleh maut dan kita tetap disatukan dalam jannah-Nya.
Rabu, 05 Maret 2014
Harta dalam Hidup
XBeberapa waktu lalu sempet ngobrol sama bunda,
B : "Dek, pokoknya adek kerja ya, biar ga nyusahin orang lain."
A : "Iya bunda, adek pasti kerja. Pokoknya sekarang adek kerja buat bunda, adek ga suka kerja kantoran, tapi seenggaknya sekarang adek kerja buat nyenengin bunda sama ayah dulu."
B : "Cewek kalo ga kerja, nanti jadi istri cuma di rumah diinjek-injek suami. Duit dari suami semua. Ga bisa seneng-seneng sendiri."
A : "Bunda, kalo udah nikah ya adek nurut suami, kalo suami minta adek kerja ya adek kerja, kalo suami minta adek di rumah ngurus rumah ya adek nurut. Kalo udah berkeluarga kan semuanya jadi satu, uang pun buat bersama. Kalaupun adek kerja, uangnya pasti buat kebutuhan keluarga, bukan buat seneng-seneng adek sendiri. Adek ga butuh seneng-seneng sendiri. Semuanya bakal dinikmati bareng-bareng sama suami, susah seneng."
B : "Masmu disuruh nabung, dek. Beli motor, syukur bisa beli mobil."
A : "Pasti lah bunda. Adek tau kok apa yang ayah bunda takuti. Wajar, orang tua ga pengen anaknya sengsara. Tapi ya adek juga liat bunda sama ayah. Jaman emang udah beda, dulu orang punya motor tu udah bangga banget. Cuma adek juga ngaca, bunda aja bangga kan ayah sekarang bisa beli mobil, beli motor pake uang ayah sendiri. Sama bunda, adek juga pengen nemenin mas dari ga punya apa-apa sampe bisa sukses. Adek ga mau hidup enak selamanya. Mas emang bukan dari keluarga yang serba punya. Tapi keinginan mas buat nyenengin orang yang disayang tu besar banget. Alhamdulillah sama Allah adek dikasih kesempatan buat nemenin mas dari bawah. In shaa Allah nanti kita selalu dicukupi sama Allah kok. Ada rasa bangga tersendiri kalo mas nanti bisa nyukupin adek dari keringat sendiri, bukan dari orang tuanya. Ya alhamdulillahnya kakak-kakak punya pasangan yang keluarganya serba berlebihan, jadi masih bisa dibantu. Adek ga iri, adek sama mas bakal berusaha sendiri buat nyukupin hidup."
B : "Ya alhamdulillah, semoga mas bisa dikasih rejeki yang melimpah dari segala arah, bisa ngopeni anakku."
