Sudah beberapa kali terakhir ini seselesainya aku sholat tak ku lipat kembali mukena itu. Aku gantungkan. Setidaknya angin dapat membuatnya kering atas air mata yang membasahinya.
Berkali-kali aku meminta, dan tak akan berhenti meminta pada-Nya. Mungkin jika Tuhan itu berwujud, pasti akan bosan mendengarnya. Tapi aku yakin, Dia tak berwujud dan Tuhan tak akan pernah bosan mendengar pintaku.
Aku tidak akan marah ketika sebagian mimpi yang selama ini susah payah aku bangun, tiba-tiba aku luluh lantahkan sendiri. Bukan tanpa pertimbangan, tanpa pemikiran yang harus berkali-kali aku pertanyakan pada Pemilik Hidup. Pun aku tak pernah menganggap pasanganku perusak mimpiku. Tidak sama sekali. Dia justru menciptakan mimpi baru, mimpi yang lebih indah. Mimpi sederhana, yang selalu aku bawa dan aku ucapkan dalam sujudku.
Ya Rabb, jangan buat hamba lelah untuk berucap. Biarkan hamba berlama-lama bersujud. Memohon pada-Mu, keindahan hidup dalam kesederhanaan bersamanya. Kesederhanaan seperti apapun itu, in shaa Allah hamba mampu jalani. Jangan biarkan hamba lalai akan adanya Engkau. Ingatkan hamba, bangunkan hamba jika hamba terlalu lena dalam indahnya dunia. Bawa hamba ke dalam indahnya Surga-Mu, Ya Rabb. Lewat dia, imam yang kelak membawa hamba ke Surga-Mu.
Semuanya hamba serahkan pada-Mu, Sang Pemilik Kehidupan. Sang Pemberi Keindahan.
Senin, 12 Mei 2014
Mukena Yang Selalu Basah
Selasa, 06 Mei 2014
Harapan dalam Doa
Rindu yang tak pernah bisa terselesaikan
Menggebukan angan tuk segera bersanding
Sabar, pasti
Tapi ini bukan hanya masalah hati
Keyakinan kita, iman kita ada di dalamnya
Ya Allah, bantu kami untuk segera memenuhi ajaran-Mu
Menyempurnakan iman kami yang telah rusak
Segerakan semuanya, Ya Rabb
Jiwa dan raga ini tak sanggup untuk dipisahkan
Jika memang aku harus menunggu
Indahkan semuanya Ya Allah
Bahagiakan kami,
Tenangkan hati kami ketika jarak memisahkan
Istiqomahkan jiwa kami ketika raga pun tak dapat bertemu
Langganan:
Komentar (Atom)