Senin, 12 Mei 2014

Mukena Yang Selalu Basah

Sudah beberapa kali terakhir ini seselesainya aku sholat tak ku lipat kembali mukena itu. Aku gantungkan. Setidaknya angin dapat membuatnya kering atas air mata yang membasahinya.
Berkali-kali aku meminta, dan tak akan berhenti meminta pada-Nya. Mungkin jika Tuhan itu berwujud, pasti akan bosan mendengarnya. Tapi aku yakin, Dia tak berwujud dan Tuhan tak akan pernah bosan mendengar pintaku.
Aku tidak akan marah ketika sebagian mimpi yang selama ini susah payah aku bangun, tiba-tiba aku luluh lantahkan sendiri. Bukan tanpa pertimbangan, tanpa pemikiran yang harus berkali-kali aku pertanyakan pada Pemilik Hidup. Pun aku tak pernah menganggap pasanganku perusak mimpiku. Tidak sama sekali. Dia justru menciptakan mimpi baru, mimpi yang lebih indah. Mimpi sederhana, yang selalu aku bawa dan aku ucapkan dalam sujudku.
Ya Rabb, jangan buat hamba lelah untuk berucap. Biarkan hamba berlama-lama bersujud. Memohon pada-Mu, keindahan hidup dalam kesederhanaan bersamanya. Kesederhanaan seperti apapun itu, in shaa Allah hamba mampu jalani. Jangan biarkan hamba lalai akan adanya Engkau. Ingatkan hamba, bangunkan hamba jika hamba terlalu lena dalam indahnya dunia. Bawa hamba ke dalam indahnya Surga-Mu, Ya Rabb. Lewat dia, imam yang kelak membawa hamba ke Surga-Mu.
Semuanya hamba serahkan pada-Mu, Sang Pemilik Kehidupan. Sang Pemberi Keindahan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar