Selasa, 31 Maret 2015

Prewedding Photo Shoot

Berhubung udah mood buat share so mulai dari photoshoot kita aja ya..

Awalnya aku dan Mas gak mau pakai photo prewed karena setelah dipikir-pikir kita akan buat desain undangan yang simple, tanpa nyantumin foto. Alasannya sih cuma menyayangkan ketika besoknya undangan kita udah ga dipakai so pasti kebanyakan di loakin atau paling paling ngenes adalah dibakar. Duhh... beneran jadi butiran abu deh kita nanti.

Konsep photo pre wedding kita apa ya? Kita lebih pengen ke natural aja. Dekat dengan alam. Tidak lupa tema pastel aku pakai di sini. Alhamdulillah mas photografer mau kasih masukan macem-macem ke kita. Walopun jauh-jauh hari (jauh-jauh bulan malah) aku udah tunjukin beberapa konsep yang aku pengen.

Oh iya sebelumnya kenalin mas photografernya bisa ke Samakta Photography alhamdulillah mas ini adalah adek sepupu aku. So aku percayakan sepenuhnya masalah photo dan video baik pre wedding ataupun wedding kita nanti ke mas Noven ini.

Photo shoot dilakukan pada tanggal 28 Januari. Kenapa jauh-jauh hari kira udah photo shoot? Ini cuma karena nyamain waktunya sama mas photografer dan juga nunggu Mas pulang ke Magelang.
Ada kejadian lucu di pagi buta sebelum kita berangkat (ngakak dulu boleh lah ya ini hahahaha...) Jadi malem hari kita janjian sama Mas Noven untuk berangkat ke lokasi pertama tuh jam 6 pagi, jadi mau ga mau mas berangkat dari rumah sekitar jam 5. Pagi harinya sekitar jam 3 pagi lebih dikit tiba-tiba nada whatsapp bunyi, daann... tiba-tiba aja ya Mas kirim photo dia udah mandi, udah dandan kece. Aku masih goler-goler di tempat tidur secara itu masih jam berapa bookk... Usut punya usut, jadi jam yang Mas lihat itu adalah jam Tarakan alias waktu indonesia bagian tengah. Hal-hal kaya gini ini loh yang selalu bikin gemes sama Mas, di situ kadang saya merasa happy bianget. Maaf ya Mas jadi cerita di sini.

Oke lanjut. Akhirnya kita berangkat jam 6 pagi beneran, dingin dan jalanan rame bareng sama orang-orang yang mau sekolah dan mau berangkat kerja. Lokasi pertama adalah Bakorwil Kedu. Kenapa kita ambil tempat ini? Pertama karena konsepnya mengarah ke vintage (tapi gagal) so kita pilih tempat ini. Spot yang tadinya dibayangkan malah gak dipake karena pas itu ada geng nenek kakek yang lagi senam jantung sehat, tadinya pengen ikutan tapi ya apalah daya kita gak enak sama nenek kakeknya takut kalah semangat sama yang muda-muda ini hahaha... di lokasi pertama ini malah dapet spot bagus (tapi bikin jantungan). Apa itu? Yap semacam rumah pohon, eh bukan... Apa ya namanya... pokoknya itu di atas pohon. Dengan kostum yang notabene akunya pakai rok tapi untung aja pakai celana legging so bismillah aja akunya nurut buat naik demi photo yang bagus. gemeter? banget!! Secara akunya sekarang parno banget sama yang tinggi-tinggi gitu. Mas mah ketawa-ketawa aja sambil bilang "gapapa udah ayo naik dek, bagus kok dari sini.." duuhh raanya pengen lempar sepatu deh ke Mas.
edisi dibuang sayang. Lokasi : Bakorwil Kedu

Oke setelah beberapa puluh jepret di lokasi pertama, karena kita cuma dikasih waktu sejam oleh pihak Bakorwil so kita buru-buru pindah ke lokasi ke dua.

Lokasi ke dua di hutan pinus di daerah perbatasan Candimulyo dan Pakis. Kesan pertama udah jatuh cinta sejak masuk ke hutan pinus ini. Selain lokasinya yang gak susah di jangkau dan gak terlalu jauh dari jalan raya, hutan pinus ini seger banget. Udara asli pegunungan dengan bau khas tanahnya duuhhh, rasanya pengen goler-goleran.

Photo shoot di lokasi ke dua ini lumayan lama karena waktunya gak terbatas. Ada spot bagus sih sebenernya cuma agaknya kita udah kesiangan ke sana jadi kebanyakan sinar mataharinya (sotoyologinya keluar).
behind the scene. Lokasi : Hutan Pinus Candimulyo - Pakis, Magelang

Akhirnya selesai juga photo shoot pre wedding kali ini. Bismillah semoga hasilnya memuaskan.
Sekian sharing tentang photo shoot pre wedding kita.

H-31
(ini serius kerasa cepet banget...)



Minggu, 01 Maret 2015

H-61

Untuk calon suamiku

Terhitung dari malam ini, 61hari lagi aku sudah resmi menjadi istrimu, begitu juga denganmu
Satu per satu mimpi kita mulai terwujud
Masih ingat kan bagaimana kita merangkai mimpi itu?
Kelak, jangan biarkan mimpi yang sudah jadi nyata itu hilang ditelan waktu
Kita harus pandai memupuknya
Kebahagiaan akan selalu tumbuh seiring usaha kita untuk menjaganya agar tetap ada

Satu pesan yang malam ini ingin aku sampaikan
Boleh saja kamu tidak bisa menuruti kemauan istrimu
Tapi aku mohon, bantu aku untuk bisa mendidik anak-anak kita kelak menjadi anak-anak yang mampu dan peka dalam memahami keadaan
Aku tidak akan memaksamu untuk berada sepenuhnya di antara kami
Kami pun akan memahami jika suatu saat kamu merasa lelah dan tak ada waktu untuk sekedar mengecup kening anak-anak
Tapi setidaknya, suatu saat kamu mau meluangkan waktumu sekedar menjadi kuda bagi koboi kecilmu ketika dia membukakan pintu untukmu
Jangan berikan mainan jika memang kamu tak sanggup untuk menemaninya bermain
Mainan itu tak akan berarti ketika mereka mulai tumbuh dewasa
Bercengkramalah, berceritalah seluas-luasnya imajinasimu tentang apapun
Kelak, cerita itu yang akan mereka ingat
Kelak, mereka merasakan adanya ayah mereka sebagai teman