Jumat, 29 November 2013
Akhir dan Segera
Suit and Tie
Another mood boster for today, (I think :) )
Anyway, happy Jumuah Mubarak all (silent readers) hihihi
Kamis, 28 November 2013
Warmth, When I and You Become Us
Apa yang akan aku ungkap?
Lucu..
Ketika tercium bau minyak telon di hidung ini
Apalagi yang aku ingat jika bukan kamu?!
Lelaki yang pernah mengatakan bahwa tak suka dengan bau ini
Aku selalu suka bau bayi dengan minyak telonnya
Mengapa kamu tidak?
Bukankah sebentar lagi kamu juga harus menciumnya setiap hari?
Bau ini akan jadi bagian darimu
Karena anakmu akan aku beri minyak ini setiap kali ia habis mandi
Aahhh...
Jangan bercanda
Jika kamu tak mau mendekat dengan bau ini
Bagaimana dengan buah hatimu yang tidak setiap waktu mendapat kehangatan darimu?
Ayolah...
Belajar terbiasa dekat dengan bau ini
Walaupun aku tau
Tidak mungkin juga kamu tidak mendekat dengan buah hatimu sendiri
Kamu akan menyayanginya
Dan kamu akan mendekapnya bersamaku
Dengan cinta kita, sayang...
Dan aku pastikan,
Cinta untuk buah hati kita akan lebih hangat dari minyak telon manapun
Jumat, 22 November 2013
Terbang, Terhempas
Ku pastikan ketenangan angin yang mengimbanginya terbang
Belum
Angin belum kencang
Angin menghembus dengan lembut, tenang
Saatnya aku ulurkan layangan itu
Aku biarkan dia menari dengan bebas
Semakin aku menikmatinya
Semakin panjang aku ulur benangnya
Layanganku semakin meliuk mewarnai langit duniaku
Menarik layanganku untuk semakin bebas lepas
Dan tangan ini tak mampu lagi menarik benang yang hanya satu garis
Benang yang dikeroyok angin
Ku lepaskan
Ku biarkan
Layangan itu sempat menari
Namun kemudian tertelan angin
Terhempas pada belahan dunia lain
Mempercayakan sepenuhnya pada angin yang awalnya tampak tenang
Dan aku tak menyadari bahwa angin pun tetkadang ditakdirkan untuk berhembus kencang
Kamis, 21 November 2013
Terkadang raga ini hanya ingin didekap erat
Tanpa satu alasan katapun terucap
Setidaknya ketika raga didampingi
Jiwa ini terasa lebih tenang
Diam bukan berarti baik-baik saja
Bahkan sebagian orang tertawa
Walaupun hatinya sedang kalut
Semoga setiap orang tau
Bagaimana ia harus menyikapi perbedaan yang ia hadapi
Selasa, 19 November 2013
Kita, Tanpa Jeda
Jika memang kebahagiaan ini layak aku dapatkan
Yakinkan aku
Jika memang rasa ini pantas aku genggam
Yakinkan aku
Jika memang aku boleh terus berharap dan bermimpi
Yakinkan aku
Jika memang kita satu
Tanpa ada jeda
Aamiin #2
"I hope you will always love me forever, I wanna life together with you, because you and me is the one..." -Him-.
-last night (18 November 2013) 21:17:24-
Senin, 18 November 2013
Caring and Loving
Bahagiaku bukan dari kedatangan mobil mewah keluaran terbaru di tahun yang penuh persaingan
Pun bukan dari uang yang berlimpah yang masuk ke dalam rekeningku
Bahagiaku saat ini atas nama limpahan kasih sayang
Dia,
Laki-laki yang sempat aku kagumi dalam diam
Laki-laki yang membuat aku tak dapat menahan senyum dua jariku
Dia memberikanku kebahagiaan
Aku tak dapat menceritakan bagaimana bahagia itu
Aku rasa aku hanya penikmat bahagia tanpa harus bisa menuliskan panjang lebar di sini
Alhamdulillah
Allah memberiku pasangan yang mampu membahagiakan aku
Pasangan yang sanggup menjadikan hal-hal biasa saja menjadi amat sangat menyenangkan
Pasangan yang sanggup memegang erat tanganku saat aku berada diketakutan dunia
Semuanya...
Dia membahagiakan aku dengan caranya sendiri
Cara yang unik dan aku bisa menerima semua cara dia dengan sepenuh hati
Lalu, apalagi yang harus aku ragukan?
Thanks for your caring and loving, mas ♥♥♥
Kamis, 14 November 2013
Menebus Kekecewaan
Hal apa yang bisa aku lakukan untuk bisa menebus kesalahan di masa lalu?
Ya...
Saat itu, H-2 hari pengukuhanku sebagai seorang sarjana psikologi. Siapa yang tidak bahagia menyambutnya? Semuanya sudah ku persiapkan. Termasuk meminta orang-orang terdekatku untuk bisa ikut merayakan kebahagiaan itu, juga kamu. Jauh hari aku tau kamu akan datang, sekedar menyalamiku atau membawakan bunga sebagai ucapan selamat. Namun tiba-tiba kamu memutuskan untuk tidak datang. Aku tau apa yang sedang ada dalam pikiranmu. Aku pun memaafkan.
Yang sampai detik ini menjadi sesalku adalah alasan-entah- apa yang membuat aku memintamu untuk tidak menghubungiku di hari bahagia itu. Kecewa? Iya saat itu aku kecewa atas keputusan yang kamu buat. Namun apa lagi yang aku bisa katakan selain tetap mengiyakan. Dan (mungkin) kamu juga kecewa. Karena aku pun meminta untuk tidak menghubungiku di hari itu. Alasanku saat itu hanya aku tidak ingin hari bahagiaku, akan rusak dengan kekecewaan.
Di sela senyum bahagia Sabtu itu, aku cemas, berkali-kali membuka ponselku. Memastikanmu dalam keadaan baik-baik saja. Tentu dengan sejuta gengsiku, dengan diamku tanpa menyapamu. Hanya kiriman foto dengan ucapan "Selamat Wisuda" darimu yang masuk ke ponselku.
Bahagiaku tak sesempurna itu ketika aku tau kamu sangat menjaga perasaanku. Menjaga agar moodku baik-baik saja di hari itu. Tentu dengan merelakan perasaan kecewamu, bukan?
Kini biarkan aku tau, apa yang harus aku lakukan untuk menebus kesalahan itu. Menebus perasaan kecewamu atas sikapku yang terkadang membiarkanmu terdiam begitu saja.
Pada dasarnya aku pun tak bisa membiarkanmu kecewa (lagi).
Jumat, 08 November 2013
Pelangi
Selasa, 05 November 2013
Sebuah Isyarat
Terkadang aku hanya butuh senyuman
Untuk sekedar mewakili rasa yang sama
Tak jarang aku butuh belaian tanganmu
Untuk sekedar menyatakan bahwa semua akan baik-baik saja
Tapi aku bukan tidak butuh tatapan tajam
Untuk sekedar mengisyaratkan bahwa apa yang aku tak seharusnya melakukan itu kepadamu
Lalu bukankah kamu juga terkadang butuh semua itu?
Senin, 04 November 2013
Perwakilan Sebuah Doa
Salah satunya?
Aku masih ingat, bahkan aku tak akan pernah melupakan kejadian ini
Dua bulan yang lalu,
Jum'at pagi, sejak dari perjalanan kembali ke rumah dan sesampainya di rumah
Air mata ini serasa tak bisa lagi tertahan
Air mata yang mewakili kemarahan bahkan bisa dibilang kebencian
Ketika hati merasa mulai dijauhi, apa sih yang bisa aku lakukan?
Permintaan yang ditangguhkan untuk aku bisa ditinggalkan, dijauhi dan bahkan dilupakan
Air mata yang berisi permohonan untuk bisa sesegera mungkin ditinggalkan, digantikan perasaannya
Namun,
Siapa yang tau rencana Tuhan?
Bahkan aku yang memiliki rasa ini sendiri pun juga tak akan pernah tau bagaimana rencana Tuhan bekerja
Dan satu hari yang lalu
Setelah dua bulan air mata ini menetes untuk orang yang sama
Sekali lagi, untuk orang yang sama
Tangan Tuhan bekerja dengan sangat sempurna
Membuat air mata yang tadinya menetes memohon untuk bisa segera ditinggalkan
Diubah menjadi air mata yang menetes untuk tidak ditinggalkan
Untuk raga yang ternyata tak sanggup dibiarkan tinggal menjauh, bahkan dilupakan
Ketika -hanya- air mata yang mewakili segalanya menetes
Saat itu pula batin mengucap doa,
Aku merasakan tangan kuat itu mengusap air mata yang mulai membasahi muka dan menetesi hijabku
Mulut ini serasa tertahan untuk bisa mengucap
Namun ketika mulai terdesak aku membuka mata
Dan mulutku berani mengatakan untuk tidak ingin ditinggalkan lagi
Karena pada kenyataannya jiwa dan raga ini sangat rapuh jika ditinggalkan penjaganya
Jumat, 01 November 2013
Kamu, Lelaki Itu
Lelaki yang melempar senyum padaku saat tau aku sedang menatap wajahnya secara diam-diam
Lelaki yang sengaja mematikan lampu ketika aku mengambil air wudhu
Lelaki yang datang pagi buta untuk sekedar mengantar roti
Lelaki yang aku temani makan bubur di pagi hari
Lelaki yang bersepeda jauh dengan lutut penuh darah segar hanya untuk menemaniku
Lelaki yang tiba-tiba mencium keningku
Lelaki yang mencubit hidungku kemudian tertawa lepas
Lelaki yang mengamini doa seorang tukang parkir
Lelaki yang ketika hujan rela berlari menyelamatkan jaketku
Lelaki yang tiba-tiba membawakan boneka teddy kecil berbaju pink
Lelaki yang menggenggam erat tanganku ketika aku merasa kedinginan
Lelaki yang memberiku lollipop berbentuk hati di parkiran rumah sakit
