Salah satunya?
Aku masih ingat, bahkan aku tak akan pernah melupakan kejadian ini
Dua bulan yang lalu,
Jum'at pagi, sejak dari perjalanan kembali ke rumah dan sesampainya di rumah
Air mata ini serasa tak bisa lagi tertahan
Air mata yang mewakili kemarahan bahkan bisa dibilang kebencian
Ketika hati merasa mulai dijauhi, apa sih yang bisa aku lakukan?
Permintaan yang ditangguhkan untuk aku bisa ditinggalkan, dijauhi dan bahkan dilupakan
Air mata yang berisi permohonan untuk bisa sesegera mungkin ditinggalkan, digantikan perasaannya
Namun,
Siapa yang tau rencana Tuhan?
Bahkan aku yang memiliki rasa ini sendiri pun juga tak akan pernah tau bagaimana rencana Tuhan bekerja
Dan satu hari yang lalu
Setelah dua bulan air mata ini menetes untuk orang yang sama
Sekali lagi, untuk orang yang sama
Tangan Tuhan bekerja dengan sangat sempurna
Membuat air mata yang tadinya menetes memohon untuk bisa segera ditinggalkan
Diubah menjadi air mata yang menetes untuk tidak ditinggalkan
Untuk raga yang ternyata tak sanggup dibiarkan tinggal menjauh, bahkan dilupakan
Ketika -hanya- air mata yang mewakili segalanya menetes
Saat itu pula batin mengucap doa,
"Ya Allah,
Engkaulah pemilik hati,
Ijinkan kami untuk tetap singgah di hati pasangan kami masing-masing,
Kepada lelaki inilah akan aku berikan kepercayaan atas hidupku kelak,
Satukan kami dalam kebahagiaan di dunia dan akhirat kelak,
Jika memang Engkau ijinkan, jangan biarkan di antara kami terpisah kembali,
Hamba yang akan menjaga kepercayaan atas titipan hatinya,
Kebahagiaan dan kesedihan kami, semua akan kami rasakan bersama, inshaAllah,
Terima kasih Ya Rabb, semoga semua ini memang telah datang di waktu yang tepat,
Waktu untuk menyelesaikan pencarian naungan hati yang terakhir kalinya bagi kami,
Bantu kami untuk saling menjaga hati kami masing-masing, Ya Rabb."
Aku merasakan tangan kuat itu mengusap air mata yang mulai membasahi muka dan menetesi hijabku
Mulut ini serasa tertahan untuk bisa mengucap
Namun ketika mulai terdesak aku membuka mata
Dan mulutku berani mengatakan untuk tidak ingin ditinggalkan lagi
Karena pada kenyataannya jiwa dan raga ini sangat rapuh jika ditinggalkan penjaganya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar