Begitu juga aku
Dan kamu, lelaki yang aku pilih untuk mewarnai hidupku kelak
Aku tau kita mampu saling melukis indahnya hidup ketika kita menjalaninya bersama
Akan ada saatnya ketika teh yang telah aku siapkan dari pagi tak sempat kamu minum
Semoga aku bisa menahan dan membuang jauh kekecewaanku ketika hal itu terjadi
Aku tau, aku sadar
Dulu, aku pernah menelan kekecewaan yang lebih dari itu
Aku tau,
Dulu, aku dan kamu pernah berjuang melawan rasa kecewa yang teramat berat
Tak ada alasan untuk tetap mencium tanganmu sayang
Bahkan sekedar mendekapmu ketika tangan lelahmu membuka pintu di rumah kita
Ya
Begitulah aku ketika terlalu jatuh cinta pada lelaki yang sama
Untuk kesekian kalinya, tak terhitung
Aku percaya setiap peluh yang kamu teteskan
Untukku, untuk (calon) keluarga kecil kita
Menjadi wanita itu berat
Bukan berarti menjadi lelaki pun mudah
Dan kelak, ketika aku memahami ladang amalku ada di dalam rumah,
Ketika ladang amalku ada pada keturunanku
Ketika kunci surgaku tak hanya pada telapak kaki ibu,
Ketika kunci surgaku ada pada ketaatanku atas suamiku
Aku tau, dibalik beratnya semua itu, Allah SWT akan selalu menuntunku
Allah SWT akan memudahkan apa yang aku rasa berat
In shaa Allah
Memaknai "cinta" sampai detik ini
Membuat aku tak kan berhenti tuk bersyukur
Allah memberikanku banyak cinta dalam hidupku
Dan ketika lelaki itu datang menawarkan cinta
Aku tau,
Aku mampu hidup dengan cintanya, kini, dan nanti
Hingga aku kembali pada Sang Pencipta
Dia akan menghidupiku dengan cinta
Tak lantas seperti yang banyak orang bilang
"Hidupmu tidak akan bahagia kalau hanya dengan cinta"
Salah
Bukankah dengan cinta yang dia berikan maka ia akan dengan senang hati memberikan yang terbaik?
Bukankah dengan cinta yang dia berikan maka ia akan membahagiakan pasangannya dengan berbagai cara terbaiknya?
Dan aku tau
Kini saatnya aku melangkahkan kaki bersamanya
Aku dan lelaki itu akan bergandengan tangan
Erat
Eraaat sekali
Untuk menghadapi kehidupan kami kelak
Melawan apa yang tak sesuai
Menerima segala yang telah diberikan-Nya
Allah tau mana yang pantas dan layak kami terima
Dan tugas kami, menjaga, menerima dan menghargai apapun yang telah diberikan-Nya
Dengan CINTA
Bukankah rasamu beberapa waktu lalu mampu menghapuskan air mata ini?
Lantas kenapa selanjutnya ragamu membiarkan aku beranjak?
Pun tak mampu mengulurkan kokohnya tanganmu untuk menyeka tetesan kesedihan
Bukankah mulutmu pernah berucap tidak akan membiarkanku berlarut dalam sedih?
Nyatanya kamu merelakan angin mengeringkan tetesan air mataku
Apa kamu memang tak sekuat itu?