Kamis, 30 Januari 2014

Lukisan Indah

Setiap insan akan dapat melukiskan indah warna-warni hidupnya
Begitu juga aku
Dan kamu, lelaki yang aku pilih untuk mewarnai hidupku kelak
Aku tau kita mampu saling melukis indahnya hidup ketika kita menjalaninya bersama

Selasa, 28 Januari 2014

Teh Itu Sudah Dingin

Akan ada saatnya ketika teh yang telah aku siapkan dari pagi tak sempat kamu minum
Semoga aku bisa menahan dan membuang jauh kekecewaanku ketika hal itu terjadi
Aku tau, aku sadar
Dulu, aku pernah menelan kekecewaan yang lebih dari itu
Aku tau,
Dulu, aku dan kamu pernah berjuang melawan rasa kecewa yang teramat berat
Tak ada alasan untuk tetap mencium tanganmu sayang
Bahkan sekedar mendekapmu ketika tangan lelahmu membuka pintu di rumah kita
Ya
Begitulah aku ketika terlalu jatuh cinta pada lelaki yang sama
Untuk kesekian kalinya, tak terhitung
Aku percaya setiap peluh yang kamu teteskan
Untukku, untuk (calon) keluarga kecil kita

Minggu, 26 Januari 2014

Wanita

Menjadi wanita itu berat
Bukan berarti menjadi lelaki pun mudah
Dan kelak, ketika aku memahami ladang amalku ada di dalam rumah,
Ketika ladang amalku ada pada keturunanku
Ketika kunci surgaku tak hanya pada telapak kaki ibu,
Ketika kunci surgaku ada pada ketaatanku atas suamiku
Aku tau, dibalik beratnya semua itu, Allah SWT akan selalu menuntunku
Allah SWT akan memudahkan apa yang aku rasa berat
In shaa Allah

Selasa, 21 Januari 2014

Love finds A Way

Terima kasih untuk semua indah yang telah kita lewati bersama, tetaplah menjadi sosok lelaki yang tenang dan bertutur lembut tapi tetap berwibawa.

Terima kasih untuk lebih memilih diam mendengarkan, kemudian memahami dan tak membiarkan emosi mengelabui nalarmu saat rindu mengubahku menjadi sosok yang egois.

Terima kasih untuk lebih memilihku menggenggam tanganku saat kau melihatku lelah dan bosan waktu terjebak di tengah kemacetan, padahal aku tau pasti kau lebih penat.

Terima kasih telah memilihku menjadi wanita yang akan kau kecup keningnya nanti sesaat setelah kau pasangkan cincin di jemarinya, kemudian yang akan kau genggam tangannya nanti sesaat setelah melahirkan anakmu kelak.

Suatu saat nanti, saat di mana kita berpikir bahwa kita berbeda dan tak dapat disatukan lagi, ingatlah, dulu saat kita berusaha memaklumi, memperjuangkan, kemudian menyatukan semua perbedaan yang ada.

Suatu saat nanti, saat kau merasa perdebatan kita tentang suatu hal adalah tanda bahwa kita sudah tidak sejalan lagi, ingatlah, saat dulu bagaimana kau mendengarkan semua pendapatku, meresapi, mengerti, dan kemudian menerimanya.

Suatu saat nanti, ketika membuatku tersipu karena pujianmu bukan hal yang penting lagi, ingatlah, dulu saat kau merangkai banyak kata cinta untukku.

Suatu saat nanti, saat kau melihat wanita lain yang kau kira jauh lebih mengerti dirimu, ingatlah, saat dahulu hanya aku tempatmu pulang dan berkeluh kesah tentang semua yang terjadi di hidupmu. Ketika dulu aku mendengarkan, memberi saran, dan kau tersenyum, kemudian mengecup keningku.

Suatu saat nanti, saat semuanya terasa biasa saja, ingatlah dulu saat kita selalu mengucap syukur atas pertemuan kita ini.

Aku sadar tak ada yang abadi, bahkan mungkin rasa ini, tapi ingatlah saat kita sama-sama berharap rasa ini ada untuk selamanya dan berharap tak kan ada kata pisah yang terucap.

"Love Finds A Way", Kilometer, Ria Damayanthi

Sabtu, 11 Januari 2014

Cinta itu ...

Memaknai "cinta" sampai detik ini
Membuat aku tak kan berhenti tuk bersyukur
Allah memberikanku banyak cinta dalam hidupku
Dan ketika lelaki itu datang menawarkan cinta
Aku tau,
Aku mampu hidup dengan cintanya, kini, dan nanti
Hingga aku kembali pada Sang Pencipta
Dia akan menghidupiku dengan cinta
Tak lantas seperti yang banyak orang bilang
"Hidupmu tidak akan bahagia kalau hanya dengan cinta"
Salah
Bukankah dengan cinta yang dia berikan maka ia akan dengan senang hati memberikan yang terbaik?
Bukankah dengan cinta yang dia berikan maka ia akan membahagiakan pasangannya dengan berbagai cara terbaiknya?
Dan aku tau
Kini saatnya aku melangkahkan kaki bersamanya
Aku dan lelaki itu akan bergandengan tangan
Erat
Eraaat sekali
Untuk menghadapi kehidupan kami kelak
Melawan apa yang tak sesuai
Menerima segala yang telah diberikan-Nya
Allah tau mana yang pantas dan layak kami terima
Dan tugas kami, menjaga, menerima dan menghargai apapun yang telah diberikan-Nya
Dengan CINTA

Senin, 06 Januari 2014

Kalah Oleh Angin

Bukankah rasamu beberapa waktu lalu mampu menghapuskan air mata ini?
Lantas kenapa selanjutnya ragamu membiarkan aku beranjak?
Pun tak mampu mengulurkan kokohnya tanganmu untuk menyeka tetesan kesedihan
Bukankah mulutmu pernah berucap tidak akan membiarkanku berlarut dalam sedih?
Nyatanya kamu merelakan angin mengeringkan tetesan air mataku
Apa kamu memang tak sekuat itu?