Akan ada saatnya ketika teh yang telah aku siapkan dari pagi tak sempat kamu minum
Semoga aku bisa menahan dan membuang jauh kekecewaanku ketika hal itu terjadi
Aku tau, aku sadar
Dulu, aku pernah menelan kekecewaan yang lebih dari itu
Aku tau,
Dulu, aku dan kamu pernah berjuang melawan rasa kecewa yang teramat berat
Tak ada alasan untuk tetap mencium tanganmu sayang
Bahkan sekedar mendekapmu ketika tangan lelahmu membuka pintu di rumah kita
Ya
Begitulah aku ketika terlalu jatuh cinta pada lelaki yang sama
Untuk kesekian kalinya, tak terhitung
Aku percaya setiap peluh yang kamu teteskan
Untukku, untuk (calon) keluarga kecil kita
Selasa, 28 Januari 2014
Teh Itu Sudah Dingin
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar