Terima kasih untuk semua indah yang telah kita lewati bersama, tetaplah menjadi sosok lelaki yang tenang dan bertutur lembut tapi tetap berwibawa.
Terima kasih untuk lebih memilih diam mendengarkan, kemudian memahami dan tak membiarkan emosi mengelabui nalarmu saat rindu mengubahku menjadi sosok yang egois.
Terima kasih untuk lebih memilihku menggenggam tanganku saat kau melihatku lelah dan bosan waktu terjebak di tengah kemacetan, padahal aku tau pasti kau lebih penat.
Terima kasih telah memilihku menjadi wanita yang akan kau kecup keningnya nanti sesaat setelah kau pasangkan cincin di jemarinya, kemudian yang akan kau genggam tangannya nanti sesaat setelah melahirkan anakmu kelak.
Suatu saat nanti, saat di mana kita berpikir bahwa kita berbeda dan tak dapat disatukan lagi, ingatlah, dulu saat kita berusaha memaklumi, memperjuangkan, kemudian menyatukan semua perbedaan yang ada.
Suatu saat nanti, saat kau merasa perdebatan kita tentang suatu hal adalah tanda bahwa kita sudah tidak sejalan lagi, ingatlah, saat dulu bagaimana kau mendengarkan semua pendapatku, meresapi, mengerti, dan kemudian menerimanya.
Suatu saat nanti, ketika membuatku tersipu karena pujianmu bukan hal yang penting lagi, ingatlah, dulu saat kau merangkai banyak kata cinta untukku.
Suatu saat nanti, saat kau melihat wanita lain yang kau kira jauh lebih mengerti dirimu, ingatlah, saat dahulu hanya aku tempatmu pulang dan berkeluh kesah tentang semua yang terjadi di hidupmu. Ketika dulu aku mendengarkan, memberi saran, dan kau tersenyum, kemudian mengecup keningku.
Suatu saat nanti, saat semuanya terasa biasa saja, ingatlah dulu saat kita selalu mengucap syukur atas pertemuan kita ini.
Aku sadar tak ada yang abadi, bahkan mungkin rasa ini, tapi ingatlah saat kita sama-sama berharap rasa ini ada untuk selamanya dan berharap tak kan ada kata pisah yang terucap.
"Love Finds A Way", Kilometer, Ria Damayanthi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar