Minggu, 21 September 2014

My Project

Halo semua *tiupin debu*
Alhamdulillah sekarang project bulananku udah punya label sendiri. Yaa walaupun cuma online shop tapi aku yakin kok aku bisa punya penghasilan dari meja kecil ini. Meja ini sebenernya adalah mesin jahit punya almarhumah Budhe, yang sebelum beliau meninggal sudah dipindahtangankan untuk kakak perempuanku. Karena selama ini meja tersebut jarang bahkan tidak pernah dipakai oleh Bunda jadi ya aku pakai untuk menunjang project bulananku ini. Meja ini ada di salah satu sisi kamarku. Seperti ini lah aku menatanya. 
Oh ya, labelku namanya Fausta. Fausta dapat diartikan sebagai bunga. Menurutku, bunga bisa melambangkan sebuah kebahagiaan dan keceriaan. Dengan nama tersebut aku berharap para pemakai aksesoris buatanku bisa bahagia. Hihi... Dari label ini, aku pakai #faustaacc untuk project aksesoris buatanku, dan #faustastore yang sebenernya merupakan online store dimana aku menjual handmade aksesorisku dan juga beberapa brand moslemwear didalamnya.
Oyaa...di fausta acc aku punya beberapa project, diantaranya adalah handmade pre order dan handmade ready stock. Biasanya handmade pre order aku buat untuk customer yang suka mix match warna sih. So far, aku lebih suka customer yang seperti itu, sehingga aku bisa sedikit tau karakteristik mereka. Dan kadang saking isengnya dan saking kehabisan ide, aku bisa jadi orang kepo yang alhamdulillah menghasilkan karya bagus. Kenapa? Ssst... Jadi kadang aku buka-buka instagram customer aku untuk sekedar liat-liat foto, dari situ aku bisa lihat warna apa yangdia sukai dan bentuk seperti apa yang dia suka. Nah kalo untuk handmade ready stock itu aku sediakan buat para customer yang gak sabar pakai hasil karyaku. *PD* Selama ini dari hasil projectku alhamdulillah aku bisa mendonasikan paling tidak 10% dari hasil penjualan. Bagiku itu wajib hukumnya, dan terkadang sisa uang ongkos kirim dari customer juga aku masukkan untuk sedekah. Maaf bukan mau sombong, cuma dengan tulisan ini setidaknya aku bisa memotivasi orang lain dan juga aku sendiri untuk lebih giat bersedekah dan membantu orang yangkurang beruntung.
Kayanya sih ini dulu ya yang bis aku tulis buat mulai menghidupkan kembali blog yang sempet sepi ini.
Hapanku dari sudut kecil ini aku bisa menebarkan kebahagiaan untuk para customer dan orang lain :) 

 

Selasa, 08 Juli 2014

Saya sadar bahwa memang hubungan ini tak cukup komunikasi. Tapi saya yakin, saya punya Allah sebagai tempat terbaik atas penitipan, selalu dan selalu saya titipkan doa untuknya. Ketenangan akan selalu ada ketika saya percayakan semuanya pada Allah. Semoga kebahagiaan selalu bersama kita, mas :)

Minggu, 15 Juni 2014

Untuk Pria Itu

Untuk kamu, pria yang selalu ingin dituruti kemauannya
Untuk kamu, pria yang selalu ambisius dalam mendapatkan yang diinginkan
Untuk kamu, pria yang tak pernah lelah menguatkanku
Untuk kamu, pria yang selalu mengajarkan kesederhanaan
Untuk kamu, pria yang selalu berusaha memberikan yang terbaik padaku
Untuk kamu, pria yang selalu memberikan warna dalam hidupku
Untuk kamu, pria yang selalu mengajarkan banyak hal baru dalam hidup
Untuk kamu, pria yang selalu memberikan kejutan bahagia

Terima kasih ini untukmu, pria yang berusaha memberikan segalanya yang terbaik padaku.

Aku mencintaimu,
dalam doaku,
dalam langkahku,
dalam nafasku,
dalam hidupku

Bawa aku ke surga-Nya
Tuntun aku selalu dalam kebaikan
Bimbing aku untuk selalu dalam jalan lurus-Nya

Senin, 12 Mei 2014

Mukena Yang Selalu Basah

Sudah beberapa kali terakhir ini seselesainya aku sholat tak ku lipat kembali mukena itu. Aku gantungkan. Setidaknya angin dapat membuatnya kering atas air mata yang membasahinya.
Berkali-kali aku meminta, dan tak akan berhenti meminta pada-Nya. Mungkin jika Tuhan itu berwujud, pasti akan bosan mendengarnya. Tapi aku yakin, Dia tak berwujud dan Tuhan tak akan pernah bosan mendengar pintaku.
Aku tidak akan marah ketika sebagian mimpi yang selama ini susah payah aku bangun, tiba-tiba aku luluh lantahkan sendiri. Bukan tanpa pertimbangan, tanpa pemikiran yang harus berkali-kali aku pertanyakan pada Pemilik Hidup. Pun aku tak pernah menganggap pasanganku perusak mimpiku. Tidak sama sekali. Dia justru menciptakan mimpi baru, mimpi yang lebih indah. Mimpi sederhana, yang selalu aku bawa dan aku ucapkan dalam sujudku.
Ya Rabb, jangan buat hamba lelah untuk berucap. Biarkan hamba berlama-lama bersujud. Memohon pada-Mu, keindahan hidup dalam kesederhanaan bersamanya. Kesederhanaan seperti apapun itu, in shaa Allah hamba mampu jalani. Jangan biarkan hamba lalai akan adanya Engkau. Ingatkan hamba, bangunkan hamba jika hamba terlalu lena dalam indahnya dunia. Bawa hamba ke dalam indahnya Surga-Mu, Ya Rabb. Lewat dia, imam yang kelak membawa hamba ke Surga-Mu.
Semuanya hamba serahkan pada-Mu, Sang Pemilik Kehidupan. Sang Pemberi Keindahan.

Selasa, 06 Mei 2014

Harapan dalam Doa

Rindu yang tak pernah bisa terselesaikan
Menggebukan angan tuk segera bersanding
Sabar, pasti
Tapi ini bukan hanya masalah hati
Keyakinan kita, iman kita ada di dalamnya
Ya Allah, bantu kami untuk segera memenuhi ajaran-Mu
Menyempurnakan iman kami yang telah rusak
Segerakan semuanya, Ya Rabb
Jiwa dan raga ini tak sanggup untuk dipisahkan
Jika memang aku harus menunggu
Indahkan semuanya Ya Allah
Bahagiakan kami,
Tenangkan hati kami ketika jarak memisahkan
Istiqomahkan jiwa kami ketika raga pun tak dapat bertemu

Sabtu, 03 Mei 2014

Cukup satu kali aku merasakan kebencian seperti ini
Itupun di masa lalu
Ya Allah, jangan Engkau buat hati ini merasakan kebencian lagi padanya

Rabu, 16 April 2014

Life and Love

"Being in love with someone is not about how you feel about him. It is about how he makes you feel about yourself.." (Mrs. R)

Quote yang selalu aku inget sejak beberapa waktu yang lalu menyempatkan cerita dengan salah satu dosen sewaktu kuliah dulu. Alhamdulillah banyak banget manfaat kuliah di Psikologi, ya salah satunya dosennya enak diajak curhat sana sini, sampai sekarang pun. Quote tadi beliau sampaikan waktu aku curhat tentang mas sih.
Bener banget ga sih itu? Aku pribadi sih membenarkan, ya karena emang ngerasa dapet banyak banget perubahan (alhamdulillah positif) sejak sama mas. Apalagi dari segi agama. Namun ada yang lebih bikin aku bersyukur lagi, dari percakapan dengan Mrs R aku dibilang semakin bisa memaknai jalan hidupku sendiri. Ya aku balas aja, memang bener. 
Dari Mas, aku sekarang lebih bisa memilah mana mimpi yang masih bisa aku jemput, mana mimpi yang hanya bisa aku simpan. Punya banyak mimpi memang wajar, tapi tidak ada salahnya jika kita mulai menyeleksi atu per satu mimpi kita seiring berjalannya hidup. Semakin ke sini, aku merasa mimpi itu harus aku sederhanakan. Istilahnya sih, nrima kenyataan. Maksudku ya sesuaikan aja mimpi kita sama keadaan. Kalau emang sekiranya kita tidak bisa mendapatkan mimpi itu, setidaknya kita pernah berusaha meraih mimpi itu. 
Kemarin aku juga sempat ditanya beliau tentang keinginan untuk lanjut mapro, dan dengan spontan saja aku menjawab, "Sepertinya sih saya gak jadi bu, in shaa Allah ilmu yang ada bisa jadi bekal buat hidup ke depan, saya ga pengen belajar di sekolah doang, belajar sama sekitar kan bisa juga. Kalo masalah pendidikan formal, saya pengennya biar Mas aja bu yang lanjut, kalo dia lanjut kan juga demi kesejahteraan keluarga to? hehe.."
Mungkin dipandang berlebihan, nikah belum, tapi udah terlalu berharap sama Mas. Ya beginilah, alhamdulillah Mas bisa membawaku ke pemikiran-pemikiran yang lebih matang. Pemikiran yang membuatku banyak bersyukur ada di  jalan hidup yang seperti ini. Semua yang sudah digariskan oleh Allah atas kita kan pasti ada hikmahnya,semua sudah yang terbaik dari Allah. 

Minggu, 13 April 2014

10th April

Satu tahun yang lalu,
Kita bersama, mencoba mengukir kisah untuk bisa kita kenang bersama
Tanpa kita sadari
Tahun ini kita dipertemukan lagi
Di kota yang sama
Dan menjadikan waktu ini dapat kita kenang lagi
Semoga kelak di tahun depan
Kita ada di kota yang sama seperti satu dan dua tahun lalu
Dengan kisah yang lebih indah
Dengan genggaman yang lebih erat
Dengan pelukan yang semakin hangat
Yang membawa kita dalam satu ikatan suci
Ya Allah, ridhoi niatan kami
Ya Allah, lancarkan segalanya
Izinkan kami selalu mengukir kenangan indah
Mengukir kebahagiaan bersama yang hakiki
Aamiin

Senin, 07 April 2014

Fase

Belajar dari kehidupan
Setiap manusia pasti punya mimpi
Tapi kini aku tau
Terkadang hidup tak sesuai dengan mimpi
Beranilah menyeleksi mimpi kita
Mana yang masih mampu kita gapai
Mana yang harus kita sisihkan
Bukan tak adil,
Tengoklah ke atas untuk selalu berusaha menjadi yang terbaik
Tapi tengoklah ke bawah lebih jauh
Bersyukur Allah telah memberikan hidup seindah ini
Ikhlaskan mimpi yang tak mampu digapai
Yakin Allah memberikan yang lebih baik
Apapun bentuknya, syukuri
Allah tak pernah salah memberikan nikmat-Nya pada kita

Senin, 31 Maret 2014

Rumah

Dan ketika rumah tak juga membuatmu rindu untuk pulang

Aku lah yang akan jadi alasanmu untuk segera pulang

Memelukku lebih erat

Menciumku dengan hangat




Minggu, 30 Maret 2014

Senduku, Terjawab oleh-Nya

Sendu (lagi)...
Ya Rabb, ujian seperti apa lagi yang akan kami terima atas kesetiaan ini?
Jumat malam, sekitar pukul 20.40 mas sms saya, "dah bobok?" saya jawab "belum" padahal saya sempat tertidur. Sesaat setelah itu, bel rumah bunyi, ternyata mas datang. Kaget yang pasti karena mas baru saja pulang dari Semarang, dia buka jaket dan memang masih pakai baju kerjanya, name tag pun belum sempat dia lepas. Dia pamit untuk mandi sementara nunggu mas mandi, saya bikin teh panas untuk mas.
Seselesainya mas mandi, kami jama'ah sholat Isya'. Seperti biasa, setelah selesai berdoa, saya mencium tangannya, mas mencium kening saya. Dia memeluk saya erat, lamaaaa sekali. Saya bilang, "mas jangan pergi..." Rencananya dia akan naik gunung, tapi saya tidak mengijinkan. Entah, tapi perasaan saya tidak enak dalam seminggu ini, dan seminggu ini kami sempat ribut sampai 2kali dalam hal yang beda dan entah bagi saya sebenernya sepele. Tapi ya sudah lah.
Setelah itu saya duduk, mas juga. Tiba-tiba mas bilang, "dek, mas udah penempatan deh." Bulu kuduk langsung berdiri, kepala tiba-tiba pusing, dan perut serasa mual. Oke, psikosomatis deh. Mas mulai mendownload beberapa file, dia tidak mengatakan dimana dia ditempatkan kerja.
Setelah file bisa dibuka, dan ... "Ya Allah mas... Jauhh banget..." Saya sebisa mungkin tidak meneteskan air mata, saya harus kuat. Pikiran saya sudah tak menentu. Rasanya Allah menjawab ketidak enakan perasaan saya seminggu ini. Selain mas masih terlihat menginginkan untuk pergi naik gunung.
Tarakan. Apa yang saya tau dari kota ini? Nothing. Yang saya tahu hanya kota ini jauh, di utara sana. Perbatasan Indonesia Malaysia. God jobs, Kemenkeu! Such as a crazy life, saya membayangkannya.
Saya agak lega ketika kami mulai search beberapa info tentang kota kecil ini. Saya rasa tidak ada masalah untuk komunikasi kami. Kantor mas ada di KPP Pratama Tarakan, tempat ini ada di tengah kota (menurut info). Jarak dari bandara Juwata, ini merupakan bandara internasional, dapat ditempuh dalam waktu sekitar 8 menit menggunakan mobil. Ada mall di sana, kalau ga salah Grand Tarakan Mall, merupakan mall terbesar di provinsi baru dari pulau Kalimantan ini. Ayem lagi, mas ga perlu susah-susah.  Pegawai baru yang dipindahkan di sana ada 4 orang, tapi mas tidak kenal semua, padahal teman satu angkatan. Saya rasa cukup untuk teman mas di sana. Semoga mereka bisa kerja sama, menjalin kekeluargaan, aamiin.
Hati saya masih tidak tenang, entah. Tapi sudah larut malam, saya memutuskan untuk tidur di kamar Bunda, mas sudah merem juga ternyata, capek banget ngeliat mukanya. Malam itu rasanya semakin ga enak. Saya ga bisa tidur, mau sms mas tapi takut ganggu. Sebentar-sebentar saya terbangun. Ya Allah, ga jenak banget rasanya. Sekitar pukul 2.45 saya memutuskan untuk bangun dan sholat tahajud, masuk kamar mas sudah tertidur, saya selimutin dia. Saya ambil air wudhu, sempat nangis sebentar, tapi saya kembali berkata dalam hati, "kuat, kuat, kuat, Ya Rabb. Ini demi kerjaan, dan nantinya demi kesejahteraan kami juga. Bismillah kuat." Berkali-kali saya mengucap demikian. Setelah sholat, saya masih berdiam di atas sajadah, rasanya ingin berlama-lama di dekat Allah. Menitipkannya pada sebaik-baik-Nya tempat penitipan. Walaupun sebenernya dia juga milik Allah. Masih tidak tenang, saya banyak beristighfar, mungkin memang sudah jalannya seperti ini. Saya hanya harus mendukung mas, semua yang terbaik untuk kami, Ya Allah. Kalau saya terus-terusan sedih, yang ada mas makin terbebani dan tidak konsentrasi dengan kerjaannya. Sekali lagi saya berkata, "Bismillah kuat..."
Siang harinya, saya ada di rumah orang tua mas. Seperti biasa weekend saya selalu di rumah mas ketika mas pulang. Setelah sholat ashar, entah kenapa, air mata ini menetes lagi. Kali ini mas ada di sebelah saya, semua ketakutan saya katakan pada mas. Perasaan dan hati kecil saya yang mungkin sudsh terikat dengan mas terlalu kuat, saya hanya takut ketika suatu saat hati saya tidak tenang, akan berasumsi yang tidak-tidak. Mas bilang, "ada Yang Di Atas dek, semua serahkan sama Yang Di Atas (Allah)." Bukan tidak percaya dengan penjagaan-Nya, hanya saja manusia terkadang tak peduli jika Allah selalu melihatnya, selalu tau setiap detik apa yang mereka lakukan. Saya masih nangis di pelukan mas. Rasanya lemas sekali badan ini, tak ingin beranjak dari pelukannya. Sampai saya sadar lagi, kenapa saya nangis lagi? Ini akan membuat mas semakin terbebani, astaghfirullah. Saya coba untuk diam, tarik napas dalam-dalam lalu saya buang. Mas masih memeluk saya, saya tau bagi mas juga ini sangat mendadak, bagi dia juga mungkin berat meninggalkan semuanya di sini. Tapi semua ada hikmahnya.
Mas...
Jaga diri baik-baik di sana, di kota orang. Adek percayakan semuanya sama mas. Dan semuanya juga, telah adek titipkan pada Allah, Sebaik-baiknya tempat penitipan. Semoga mas mendapat rejeki yang cukup, dilancarkan pekerjaannya, dilancarkan segala kehidupannya. Semoga mas selalu diberikan kesehatan oleh Allah.
Ya Rabb, Engkau sebaik-baiknya tempat penitipan. Jaga raga dan hatinya untuk hamba, untuk keluarganya.
Lindungi setiap langkahnya. Tuntun dia di jalan-Mu, Ya Allah.
Ya Rabb, limpahkan rizki-Mu dari segala arah kepadanya. Lancarkan segalanya. Sukseskan pekerjaannya. Murahkan rejekinya, semua demi orang-orang yang dia sayang.
Jika dia lelah, istirahatkan dia sejenak.
Ingatkan dia saat panggilan-Mu menggema di seluruh penjuru.
Ingatkan dia ketika ia tidak patuh pada perintah-Mu.
Dan ijinkan kami untuk bisa menyatu dalam kebahagiaan di dunia dan di akhirat
Ijinkan kami untuk menyatu, menyempurnakan agama kami, sesegera mungkin.
Ridhoi niatan kami, Ya Rabb.

Kamis, 27 Maret 2014

Ku Titipkan (Selalu) Pada-Nya


Aku tak pernah berhenti menitipkanmu pada-Nya
Keyakinanku atas penjagaan-Nya
Dia Sebaik-baiknya Penjaga
Dia Sebaik-baiknya Tempat Penitipkan
Selalu ku titipkan doa terindahku untukmu
Aku percayakan jiwa ragamu pada-Nya
Semoga Allah pun tak kan salah memberi rasa
Selayaknya malam ini
Di tengah heningnya, air mataku kembali menetes
Aku tak kan pernah berhenti
Sekalipun hati terkadang terluka
Namun ada masanya aku bisa merasakan bahagia
Namamu yang selalu ku sebut dalam doa
Kedamaian, ketenangan jiwa semoga selalu mendampingimu mas
Aku tak pernah mencoba sekalipun untuk menyakitimu
Semoga Allah selalu membimbing kita
Menyatukan kita dalam kebahagiaan di dunia dan akhirat
Ya Allah, Ya Rabb
Ku titipkan dia pada-Mu
Jiwanya, raganya
Lindungilah dia, Ya Rabb
Hanya pada-Mu ku percayakan semuanya
Terima kasih atas rasa ini

Rabu, 26 Maret 2014

Learn to Loving You, Allah..

Mencintai Allah saja aku belum sempurna, bahkan tak akan bisa sempurna
Bagaimana aku bisa sempurna mencintai makhluk-Nya?
Tapi aku selalu belajar untuk bisa menjadi yang terbaik, pun memberikan yang terbaik yang aku mampu
Bukan tanpa ada halangan
Setiap kebaikan pasti tak akan pernah mudah diraih
Karena kebaikan menjadikan kita maju satu langkah ke surga
Tapi setan akan selalu merusaknya
Membuat kita mundur, menjauh dari surga
Dan ketika aku belajar untuk bisa memahami pun
Aku tau terkadang caraku salah
Namun, apa tak bisa dicerna seberapa besar usahaku?
Semoga Allah selalu menerima usahaku untuk mendapatkan langkah ke depan
Walaupun terkadang setan bertopeng selalu menghalangiku
Terima kasih atas segala hikmah yang selalu Engkau selipkan disetiap detik hidupku, Ya Allah

Selasa, 25 Maret 2014

Berkali-kali aku berkata tidak pun rasanya selalu diabaikan
Ini bukan cuma satu atau dua kali kejadian
Aku memang tak mampu memberikan alasan yang bisa kamu terima
Pun kamu yang tak pernah memahami kekhawatiran dan ketakutanku
Lalu apa salahnya aku membiarkanmu berlalu dengan tekadmu?

Sabtu, 22 Maret 2014

Ini Tentang Liburan

Oke, kali ini mau share tentang percakapan semalem sama Mas. Berhubung ini udah akhir Maret jadi Mas gak bisa pulang, iya. Dese LEMBUR. Jadilah aku yang dapet kode, ya bukan kode sih. Mas bilang terang-terangan pengen jalan-jalan malem di Jogja. Mau nostalgia kali ya, hihi. Aku sih bales smsnya langsung iyain aja. Tapi setelah dipikir-pikir lagi ternyata costnya bisa bikin dompet ngos-ngosan nih buat nebelin lagi. Sebenernya minggu depan waktunya udah pas, Mas bisa dapet libur dari Sabtu sampai Senin, lumayan deh daripada lumanyun kan?!
Setelah mengutarakan beberapa pertimbangan akhirnya kasih pilihan ke Mas, mau tetep ke Jogja dengan cost yang diperkirakan awal tadi, atau mau ke Jogja tapi siang hari aja tanpa nginep, atau mau jalan-jalan keliling sekitar Magelang. Mas bilang liat aja ntar. *inhale-exhale*
Sebenernya tau sih, Mas butuh banget buat refreshing, dan kita berdua butuh waktu yang bener-bener cuma buat berdua. Sejak masuk jadi pegawai magang, Mas belum pernah refreshing, weekend selalu di rumah. ya walaupun tetep pergi, ke mall, futsal, atau ya kemaren sih pernah kita berdua ke Kyai Langgeng, ini pun karena aku belum pernah ke sana. (diem, jangan perotes!!). Selain itu, tiap aku dan Mas ketemu, selalu ada orang tua kita sih, ya karena ketemunya selalu di rumah.

Ya berhubung semakin ke sini Mas semakin jarang punya waktu buat refreshing, sebenernya pengen banget kasih REWARD itu tadi ke Mas. Bangi kebanyakan orang, mereka sering bilang, uang habis bisa dicari, tapi kesempatan ga bisa dateng untuk ke dua kalinya. Hmmmm.... Think, think again, please... Makanya biar mas ga terlalu kecewa di belakang, alias ga menyesal karena terlanjur liburan tapi setelah itu dese ga punya duit, aku pun ngasih penjelasan dikit lah. Bukan berarti aku juga pelit. Cuma pengen aja Mas juga bisa belajar, gak semua keinginan dan kemauan kita harus dituruti, tapi kita harus liat keadaan di sekitar kita, ya termasuk keadaan kita. Bukan cuma ngerti keadaan saat itu, tapi kita bisa melogika keadaan yang akan datang. Setidaknya kita bisa tau sebab akibat yang akan terjadi.
Ngomong-ngomong tentang liburan (nebeng mimpi sekalian ah...), pengen share ni beberapa tempat impian buat refreshing :') Boleh disimak, boleh dicatet, boleh juga ga dibaca, atau bisa juga kamu baca tapi kamu bilang, "ah itu doang udah pernah..." #akurapopo

ACEH
Dibilang terlalu antusias buat liburan juga bodo amat. Tapi aku sering iseng sih search foto-foto di instagram, pernah sesekali iseng buat search dengan hastag pantaiaceh dan eng ing eng.... Sekitar 30an foto keluar dari akun pribadi para pemburu pantai. Selain search via instagram, ini yang aku dapet via website nusapedia : Pantai Cemara Indah Pantai Lhok Me Pantai Iboih, Pulau Weh Pantai Menye Pantai Lampu'uk Pantai Sumur Tiga  #mungkiorangnyaniatbanget . Selain tertarik sama pantai-pantainya, aku juga tertarik sama budaya orang sana. Terutama budaya agama yang kental banget di Aceh yang sering dibilang kota Serambi Mekah itu. Ada lagi, kulinernya!! Pengen banget ngrasain berbagai padu padan roti cane dengan berbagai masakan khas Aceh. Selain roti cane yang bisa dipadu padan, ada lagi, apa itu?? kopi! Pernah dikasih oleh-oleh sih sama temen yang baru aja pulang dari Kota Serambi Mekah itu, dia bawa oleh-oleh kopi Aceh. Baunya khas banget. Cuma kurang tau enaknya dipaduin sama cemilan apa. Semoga besok kalo dikasih kesempatan buat ke Aceh bisa icip-icip cemilan pendamping kopi yang pas. Oke ini aja yang aku ceritain tentang Aceh, biar aja readers ngiler-ngiler.

Untuk next destinations, share di hari lain ya...

Salam anak petualang!!!

Senin, 17 Maret 2014

Love Is In The Air

You and sunrise
Borobudur Nirwana Sunrise "Punthuk Setumbu" 18 Maret 2014 
Kamu, sosok lelaki yang tak pernah gagal membuatku bahagia
Seperti senyum matahari pagi itu
Kamu selalu menang
Kamu selalu berhasil
Dan kali ini kamu dan matahari mampu berkolaborasi dengan hebat membuatku tersenyum lebar
Jangan berhenti membuatku tersenyum
Apapun caramu, aku harap semuanya selalu diselimuti kasih sayang
Sekali lagi, seperti matahari pagi itu yang berselimut kabut
Terima kasih atas kebahagiaan yang kamu ciptakan sepagi itu, sayang...

Rabu, 12 Maret 2014

Ooouuuppsssss

My oupsss moment
My simply make up
My simply outfit
Make up by Wardah
Pashmina by Al Fath
White chiffon shirt by Cole
This picture taken when attending my sister's wedding party.

Kamis, 06 Maret 2014

Doa Pagi

Semoga kenyamanan, ketenangan, kedamaian dan kasih sayang yang Allah berikan padaku melaluimu selalu tercipta, hingga tua nanti, hingga raga kita dipisahkan oleh maut dan kita tetap disatukan dalam jannah-Nya.

Rabu, 05 Maret 2014

Harta dalam Hidup

XBeberapa waktu lalu sempet ngobrol sama bunda,
B : "Dek, pokoknya adek kerja ya, biar ga nyusahin orang lain."
A : "Iya bunda, adek pasti kerja. Pokoknya sekarang adek kerja buat bunda, adek ga suka kerja kantoran, tapi seenggaknya sekarang adek kerja buat nyenengin bunda sama ayah dulu."
B : "Cewek kalo ga kerja, nanti jadi istri cuma di rumah diinjek-injek suami. Duit dari suami semua. Ga bisa seneng-seneng sendiri."
A : "Bunda, kalo udah nikah ya adek nurut suami, kalo suami minta adek kerja ya adek kerja, kalo suami minta adek di rumah ngurus rumah ya adek nurut. Kalo udah berkeluarga kan semuanya jadi satu, uang pun buat bersama. Kalaupun adek kerja, uangnya pasti buat kebutuhan keluarga, bukan buat seneng-seneng adek sendiri. Adek ga butuh seneng-seneng sendiri. Semuanya bakal dinikmati bareng-bareng sama suami, susah seneng."
B : "Masmu disuruh nabung, dek. Beli motor, syukur bisa beli mobil."
A : "Pasti lah bunda. Adek tau kok apa yang ayah bunda takuti. Wajar, orang tua ga pengen anaknya sengsara. Tapi ya adek juga liat bunda sama ayah. Jaman emang udah beda, dulu orang punya motor tu udah bangga banget. Cuma adek juga ngaca, bunda aja bangga kan ayah sekarang bisa beli mobil, beli motor pake uang ayah sendiri. Sama bunda, adek juga pengen nemenin mas dari ga punya apa-apa sampe bisa sukses. Adek ga mau hidup enak selamanya. Mas emang bukan dari keluarga yang serba punya. Tapi keinginan mas buat nyenengin orang yang disayang tu besar banget. Alhamdulillah sama Allah adek dikasih kesempatan buat nemenin mas dari bawah. In shaa Allah nanti kita selalu dicukupi sama Allah kok. Ada rasa bangga tersendiri kalo mas nanti bisa nyukupin adek dari keringat sendiri, bukan dari orang tuanya. Ya alhamdulillahnya kakak-kakak punya pasangan yang keluarganya serba berlebihan, jadi masih bisa dibantu. Adek ga iri, adek sama mas bakal berusaha sendiri buat nyukupin hidup."
B : "Ya alhamdulillah, semoga mas bisa dikasih rejeki yang melimpah dari segala arah, bisa ngopeni anakku."

Selasa, 25 Februari 2014

Komitmen

Urutan pertama dalam suatu hubungan itu KOMITMEN
HATI bisa saja naik turun
IMAN manusia pun naik turun
Tapi ada KOMITMEN yang menjaga
-Ryvian novindya-

Pesan yang pernah disampaikan oleh seorang sahabat saya ketika kami bercerita tentang hubungan kami dengan pasangan masing-masing. Saya berani mengutip karena memang hal tersebut benar adanya. Begitu juga ketika sahabat saya yang lain bertanya kepada saya, 
"Memangnya kamu ga takut bosen kalo kamu udah nikah nanti?" 
Entah, tapi saya balik menegaskan kata-katanya tersebut.
 "Bukankah ada komitmen yang menjaga semuanya? Kalo kita punya hubungan dalam konteks pacaran, terkadang kita masih saling ikut sama ego kita masing-masing. Tapi ketika kita sudah menikah nanti, di dalam hubungan pernikahan itu kan semuanya sudah melebur jadi satu, termasuk ego yang terkadang harus kita tahan, ego yang harus kita sisihkan. Ketika salah satu dari kita merasa bosen, tugas pasangan adalah menguatkan, mengembalikan hati kita pada komitmen tadi. Bagiku, pernikahan itu bener-bener ikatan yang suci, sekali seumur hidup. Apapun yang dianggap suci, semuanya harus dilakukan dengan tulus ikhlas, tanpa paksaan, tanpa pamrih. Janji Allah buat kita kan udah pasti bener, kita ga usah ragu. "


Sebaik-baiknya Tempat Penitipan

Hanya pada-Nya aku menitipkanmu, sayang
Hanya Dia yang aku percaya untuk selalu menjagamu
Kepada-Nya semuanya aku kembalikan
Dia, Pencipta kita
Dia yang tau bagaimana hati kita
Disetiap Al Fatihah yang aku ucapkan
Ada namamu
Ada doa dan harapan atas namamu yang selalu aku panjatkan
Semoga Allah SWT selalu melindungimu, menuntunmu, menjaga hatimu

Terima kasih Ya Rabb atas segala rasa yang telah Engkau ciptakan
Jaga langkahnya
Tuntunlah dia
Murahkan rizki-Mu padanya
Limpahkan rahmat-Mu Disetiap nafasnya

Selasa, 11 Februari 2014

Cerah dan Gelap

Terima kasih, kamu
Yang atas adanya kamu seisi hidupku makin berwarna
Warna cerah yang kamu ciptakan
Membuatku tau
Ada harapan lebih panjang untuk tetap hidup
Bersamamu tentunya
Walaupun warna gelap itu selalu ada
Aku pun juga tau,
Bahwa akan ada penguat disetiap harapan yang kita miliki
Ada kepercayaan atas terwujudnya mimpi
Semoga kita tak pernah lupa untuk selalu meminta pada Sang Maha Pemberi :')

Kamis, 30 Januari 2014

Lukisan Indah

Setiap insan akan dapat melukiskan indah warna-warni hidupnya
Begitu juga aku
Dan kamu, lelaki yang aku pilih untuk mewarnai hidupku kelak
Aku tau kita mampu saling melukis indahnya hidup ketika kita menjalaninya bersama

Selasa, 28 Januari 2014

Teh Itu Sudah Dingin

Akan ada saatnya ketika teh yang telah aku siapkan dari pagi tak sempat kamu minum
Semoga aku bisa menahan dan membuang jauh kekecewaanku ketika hal itu terjadi
Aku tau, aku sadar
Dulu, aku pernah menelan kekecewaan yang lebih dari itu
Aku tau,
Dulu, aku dan kamu pernah berjuang melawan rasa kecewa yang teramat berat
Tak ada alasan untuk tetap mencium tanganmu sayang
Bahkan sekedar mendekapmu ketika tangan lelahmu membuka pintu di rumah kita
Ya
Begitulah aku ketika terlalu jatuh cinta pada lelaki yang sama
Untuk kesekian kalinya, tak terhitung
Aku percaya setiap peluh yang kamu teteskan
Untukku, untuk (calon) keluarga kecil kita

Minggu, 26 Januari 2014

Wanita

Menjadi wanita itu berat
Bukan berarti menjadi lelaki pun mudah
Dan kelak, ketika aku memahami ladang amalku ada di dalam rumah,
Ketika ladang amalku ada pada keturunanku
Ketika kunci surgaku tak hanya pada telapak kaki ibu,
Ketika kunci surgaku ada pada ketaatanku atas suamiku
Aku tau, dibalik beratnya semua itu, Allah SWT akan selalu menuntunku
Allah SWT akan memudahkan apa yang aku rasa berat
In shaa Allah

Selasa, 21 Januari 2014

Love finds A Way

Terima kasih untuk semua indah yang telah kita lewati bersama, tetaplah menjadi sosok lelaki yang tenang dan bertutur lembut tapi tetap berwibawa.

Terima kasih untuk lebih memilih diam mendengarkan, kemudian memahami dan tak membiarkan emosi mengelabui nalarmu saat rindu mengubahku menjadi sosok yang egois.

Terima kasih untuk lebih memilihku menggenggam tanganku saat kau melihatku lelah dan bosan waktu terjebak di tengah kemacetan, padahal aku tau pasti kau lebih penat.

Terima kasih telah memilihku menjadi wanita yang akan kau kecup keningnya nanti sesaat setelah kau pasangkan cincin di jemarinya, kemudian yang akan kau genggam tangannya nanti sesaat setelah melahirkan anakmu kelak.

Suatu saat nanti, saat di mana kita berpikir bahwa kita berbeda dan tak dapat disatukan lagi, ingatlah, dulu saat kita berusaha memaklumi, memperjuangkan, kemudian menyatukan semua perbedaan yang ada.

Suatu saat nanti, saat kau merasa perdebatan kita tentang suatu hal adalah tanda bahwa kita sudah tidak sejalan lagi, ingatlah, saat dulu bagaimana kau mendengarkan semua pendapatku, meresapi, mengerti, dan kemudian menerimanya.

Suatu saat nanti, ketika membuatku tersipu karena pujianmu bukan hal yang penting lagi, ingatlah, dulu saat kau merangkai banyak kata cinta untukku.

Suatu saat nanti, saat kau melihat wanita lain yang kau kira jauh lebih mengerti dirimu, ingatlah, saat dahulu hanya aku tempatmu pulang dan berkeluh kesah tentang semua yang terjadi di hidupmu. Ketika dulu aku mendengarkan, memberi saran, dan kau tersenyum, kemudian mengecup keningku.

Suatu saat nanti, saat semuanya terasa biasa saja, ingatlah dulu saat kita selalu mengucap syukur atas pertemuan kita ini.

Aku sadar tak ada yang abadi, bahkan mungkin rasa ini, tapi ingatlah saat kita sama-sama berharap rasa ini ada untuk selamanya dan berharap tak kan ada kata pisah yang terucap.

"Love Finds A Way", Kilometer, Ria Damayanthi

Sabtu, 11 Januari 2014

Cinta itu ...

Memaknai "cinta" sampai detik ini
Membuat aku tak kan berhenti tuk bersyukur
Allah memberikanku banyak cinta dalam hidupku
Dan ketika lelaki itu datang menawarkan cinta
Aku tau,
Aku mampu hidup dengan cintanya, kini, dan nanti
Hingga aku kembali pada Sang Pencipta
Dia akan menghidupiku dengan cinta
Tak lantas seperti yang banyak orang bilang
"Hidupmu tidak akan bahagia kalau hanya dengan cinta"
Salah
Bukankah dengan cinta yang dia berikan maka ia akan dengan senang hati memberikan yang terbaik?
Bukankah dengan cinta yang dia berikan maka ia akan membahagiakan pasangannya dengan berbagai cara terbaiknya?
Dan aku tau
Kini saatnya aku melangkahkan kaki bersamanya
Aku dan lelaki itu akan bergandengan tangan
Erat
Eraaat sekali
Untuk menghadapi kehidupan kami kelak
Melawan apa yang tak sesuai
Menerima segala yang telah diberikan-Nya
Allah tau mana yang pantas dan layak kami terima
Dan tugas kami, menjaga, menerima dan menghargai apapun yang telah diberikan-Nya
Dengan CINTA

Senin, 06 Januari 2014

Kalah Oleh Angin

Bukankah rasamu beberapa waktu lalu mampu menghapuskan air mata ini?
Lantas kenapa selanjutnya ragamu membiarkan aku beranjak?
Pun tak mampu mengulurkan kokohnya tanganmu untuk menyeka tetesan kesedihan
Bukankah mulutmu pernah berucap tidak akan membiarkanku berlarut dalam sedih?
Nyatanya kamu merelakan angin mengeringkan tetesan air mataku
Apa kamu memang tak sekuat itu?