Alhamdulillah sekarang project bulananku udah punya label sendiri. Yaa walaupun cuma online shop tapi aku yakin kok aku bisa punya penghasilan dari meja kecil ini. Meja ini sebenernya adalah mesin jahit punya almarhumah Budhe, yang sebelum beliau meninggal sudah dipindahtangankan untuk kakak perempuanku. Karena selama ini meja tersebut jarang bahkan tidak pernah dipakai oleh Bunda jadi ya aku pakai untuk menunjang project bulananku ini. Meja ini ada di salah satu sisi kamarku. Seperti ini lah aku menatanya.
Minggu, 21 September 2014
My Project
Alhamdulillah sekarang project bulananku udah punya label sendiri. Yaa walaupun cuma online shop tapi aku yakin kok aku bisa punya penghasilan dari meja kecil ini. Meja ini sebenernya adalah mesin jahit punya almarhumah Budhe, yang sebelum beliau meninggal sudah dipindahtangankan untuk kakak perempuanku. Karena selama ini meja tersebut jarang bahkan tidak pernah dipakai oleh Bunda jadi ya aku pakai untuk menunjang project bulananku ini. Meja ini ada di salah satu sisi kamarku. Seperti ini lah aku menatanya.
Selasa, 08 Juli 2014
Minggu, 15 Juni 2014
Untuk Pria Itu
Untuk kamu, pria yang selalu ingin dituruti kemauannya
Untuk kamu, pria yang selalu ambisius dalam mendapatkan yang diinginkan
Untuk kamu, pria yang tak pernah lelah menguatkanku
Untuk kamu, pria yang selalu mengajarkan kesederhanaan
Untuk kamu, pria yang selalu berusaha memberikan yang terbaik padaku
Untuk kamu, pria yang selalu memberikan warna dalam hidupku
Untuk kamu, pria yang selalu mengajarkan banyak hal baru dalam hidup
Untuk kamu, pria yang selalu memberikan kejutan bahagia
Terima kasih ini untukmu, pria yang berusaha memberikan segalanya yang terbaik padaku.
Aku mencintaimu,
dalam doaku,
dalam langkahku,
dalam nafasku,
dalam hidupku
Bawa aku ke surga-Nya
Tuntun aku selalu dalam kebaikan
Bimbing aku untuk selalu dalam jalan lurus-Nya
Senin, 12 Mei 2014
Mukena Yang Selalu Basah
Sudah beberapa kali terakhir ini seselesainya aku sholat tak ku lipat kembali mukena itu. Aku gantungkan. Setidaknya angin dapat membuatnya kering atas air mata yang membasahinya.
Berkali-kali aku meminta, dan tak akan berhenti meminta pada-Nya. Mungkin jika Tuhan itu berwujud, pasti akan bosan mendengarnya. Tapi aku yakin, Dia tak berwujud dan Tuhan tak akan pernah bosan mendengar pintaku.
Aku tidak akan marah ketika sebagian mimpi yang selama ini susah payah aku bangun, tiba-tiba aku luluh lantahkan sendiri. Bukan tanpa pertimbangan, tanpa pemikiran yang harus berkali-kali aku pertanyakan pada Pemilik Hidup. Pun aku tak pernah menganggap pasanganku perusak mimpiku. Tidak sama sekali. Dia justru menciptakan mimpi baru, mimpi yang lebih indah. Mimpi sederhana, yang selalu aku bawa dan aku ucapkan dalam sujudku.
Ya Rabb, jangan buat hamba lelah untuk berucap. Biarkan hamba berlama-lama bersujud. Memohon pada-Mu, keindahan hidup dalam kesederhanaan bersamanya. Kesederhanaan seperti apapun itu, in shaa Allah hamba mampu jalani. Jangan biarkan hamba lalai akan adanya Engkau. Ingatkan hamba, bangunkan hamba jika hamba terlalu lena dalam indahnya dunia. Bawa hamba ke dalam indahnya Surga-Mu, Ya Rabb. Lewat dia, imam yang kelak membawa hamba ke Surga-Mu.
Semuanya hamba serahkan pada-Mu, Sang Pemilik Kehidupan. Sang Pemberi Keindahan.
Selasa, 06 Mei 2014
Harapan dalam Doa
Rindu yang tak pernah bisa terselesaikan
Menggebukan angan tuk segera bersanding
Sabar, pasti
Tapi ini bukan hanya masalah hati
Keyakinan kita, iman kita ada di dalamnya
Ya Allah, bantu kami untuk segera memenuhi ajaran-Mu
Menyempurnakan iman kami yang telah rusak
Segerakan semuanya, Ya Rabb
Jiwa dan raga ini tak sanggup untuk dipisahkan
Jika memang aku harus menunggu
Indahkan semuanya Ya Allah
Bahagiakan kami,
Tenangkan hati kami ketika jarak memisahkan
Istiqomahkan jiwa kami ketika raga pun tak dapat bertemu
Sabtu, 03 Mei 2014
Rabu, 16 April 2014
Life and Love
Minggu, 13 April 2014
10th April
Satu tahun yang lalu,
Kita bersama, mencoba mengukir kisah untuk bisa kita kenang bersama
Tanpa kita sadari
Tahun ini kita dipertemukan lagi
Di kota yang sama
Dan menjadikan waktu ini dapat kita kenang lagi
Semoga kelak di tahun depan
Kita ada di kota yang sama seperti satu dan dua tahun lalu
Dengan kisah yang lebih indah
Dengan genggaman yang lebih erat
Dengan pelukan yang semakin hangat
Yang membawa kita dalam satu ikatan suci
Ya Allah, ridhoi niatan kami
Ya Allah, lancarkan segalanya
Izinkan kami selalu mengukir kenangan indah
Mengukir kebahagiaan bersama yang hakiki
Aamiin
Senin, 07 April 2014
Fase
Belajar dari kehidupan
Setiap manusia pasti punya mimpi
Tapi kini aku tau
Terkadang hidup tak sesuai dengan mimpi
Beranilah menyeleksi mimpi kita
Mana yang masih mampu kita gapai
Mana yang harus kita sisihkan
Bukan tak adil,
Tengoklah ke atas untuk selalu berusaha menjadi yang terbaik
Tapi tengoklah ke bawah lebih jauh
Bersyukur Allah telah memberikan hidup seindah ini
Ikhlaskan mimpi yang tak mampu digapai
Yakin Allah memberikan yang lebih baik
Apapun bentuknya, syukuri
Allah tak pernah salah memberikan nikmat-Nya pada kita
Senin, 31 Maret 2014
Rumah
Aku lah yang akan jadi alasanmu untuk segera pulang
Memelukku lebih erat
Menciumku dengan hangat
Minggu, 30 Maret 2014
Senduku, Terjawab oleh-Nya
Sendu (lagi)...
Ya Rabb, ujian seperti apa lagi yang akan kami terima atas kesetiaan ini?
Jumat malam, sekitar pukul 20.40 mas sms saya, "dah bobok?" saya jawab "belum" padahal saya sempat tertidur. Sesaat setelah itu, bel rumah bunyi, ternyata mas datang. Kaget yang pasti karena mas baru saja pulang dari Semarang, dia buka jaket dan memang masih pakai baju kerjanya, name tag pun belum sempat dia lepas. Dia pamit untuk mandi sementara nunggu mas mandi, saya bikin teh panas untuk mas.
Seselesainya mas mandi, kami jama'ah sholat Isya'. Seperti biasa, setelah selesai berdoa, saya mencium tangannya, mas mencium kening saya. Dia memeluk saya erat, lamaaaa sekali. Saya bilang, "mas jangan pergi..." Rencananya dia akan naik gunung, tapi saya tidak mengijinkan. Entah, tapi perasaan saya tidak enak dalam seminggu ini, dan seminggu ini kami sempat ribut sampai 2kali dalam hal yang beda dan entah bagi saya sebenernya sepele. Tapi ya sudah lah.
Setelah itu saya duduk, mas juga. Tiba-tiba mas bilang, "dek, mas udah penempatan deh." Bulu kuduk langsung berdiri, kepala tiba-tiba pusing, dan perut serasa mual. Oke, psikosomatis deh. Mas mulai mendownload beberapa file, dia tidak mengatakan dimana dia ditempatkan kerja.
Setelah file bisa dibuka, dan ... "Ya Allah mas... Jauhh banget..." Saya sebisa mungkin tidak meneteskan air mata, saya harus kuat. Pikiran saya sudah tak menentu. Rasanya Allah menjawab ketidak enakan perasaan saya seminggu ini. Selain mas masih terlihat menginginkan untuk pergi naik gunung.
Tarakan. Apa yang saya tau dari kota ini? Nothing. Yang saya tahu hanya kota ini jauh, di utara sana. Perbatasan Indonesia Malaysia. God jobs, Kemenkeu! Such as a crazy life, saya membayangkannya.
Saya agak lega ketika kami mulai search beberapa info tentang kota kecil ini. Saya rasa tidak ada masalah untuk komunikasi kami. Kantor mas ada di KPP Pratama Tarakan, tempat ini ada di tengah kota (menurut info). Jarak dari bandara Juwata, ini merupakan bandara internasional, dapat ditempuh dalam waktu sekitar 8 menit menggunakan mobil. Ada mall di sana, kalau ga salah Grand Tarakan Mall, merupakan mall terbesar di provinsi baru dari pulau Kalimantan ini. Ayem lagi, mas ga perlu susah-susah. Pegawai baru yang dipindahkan di sana ada 4 orang, tapi mas tidak kenal semua, padahal teman satu angkatan. Saya rasa cukup untuk teman mas di sana. Semoga mereka bisa kerja sama, menjalin kekeluargaan, aamiin.
Hati saya masih tidak tenang, entah. Tapi sudah larut malam, saya memutuskan untuk tidur di kamar Bunda, mas sudah merem juga ternyata, capek banget ngeliat mukanya. Malam itu rasanya semakin ga enak. Saya ga bisa tidur, mau sms mas tapi takut ganggu. Sebentar-sebentar saya terbangun. Ya Allah, ga jenak banget rasanya. Sekitar pukul 2.45 saya memutuskan untuk bangun dan sholat tahajud, masuk kamar mas sudah tertidur, saya selimutin dia. Saya ambil air wudhu, sempat nangis sebentar, tapi saya kembali berkata dalam hati, "kuat, kuat, kuat, Ya Rabb. Ini demi kerjaan, dan nantinya demi kesejahteraan kami juga. Bismillah kuat." Berkali-kali saya mengucap demikian. Setelah sholat, saya masih berdiam di atas sajadah, rasanya ingin berlama-lama di dekat Allah. Menitipkannya pada sebaik-baik-Nya tempat penitipan. Walaupun sebenernya dia juga milik Allah. Masih tidak tenang, saya banyak beristighfar, mungkin memang sudah jalannya seperti ini. Saya hanya harus mendukung mas, semua yang terbaik untuk kami, Ya Allah. Kalau saya terus-terusan sedih, yang ada mas makin terbebani dan tidak konsentrasi dengan kerjaannya. Sekali lagi saya berkata, "Bismillah kuat..."
Siang harinya, saya ada di rumah orang tua mas. Seperti biasa weekend saya selalu di rumah mas ketika mas pulang. Setelah sholat ashar, entah kenapa, air mata ini menetes lagi. Kali ini mas ada di sebelah saya, semua ketakutan saya katakan pada mas. Perasaan dan hati kecil saya yang mungkin sudsh terikat dengan mas terlalu kuat, saya hanya takut ketika suatu saat hati saya tidak tenang, akan berasumsi yang tidak-tidak. Mas bilang, "ada Yang Di Atas dek, semua serahkan sama Yang Di Atas (Allah)." Bukan tidak percaya dengan penjagaan-Nya, hanya saja manusia terkadang tak peduli jika Allah selalu melihatnya, selalu tau setiap detik apa yang mereka lakukan. Saya masih nangis di pelukan mas. Rasanya lemas sekali badan ini, tak ingin beranjak dari pelukannya. Sampai saya sadar lagi, kenapa saya nangis lagi? Ini akan membuat mas semakin terbebani, astaghfirullah. Saya coba untuk diam, tarik napas dalam-dalam lalu saya buang. Mas masih memeluk saya, saya tau bagi mas juga ini sangat mendadak, bagi dia juga mungkin berat meninggalkan semuanya di sini. Tapi semua ada hikmahnya.
Mas...
Jaga diri baik-baik di sana, di kota orang. Adek percayakan semuanya sama mas. Dan semuanya juga, telah adek titipkan pada Allah, Sebaik-baiknya tempat penitipan. Semoga mas mendapat rejeki yang cukup, dilancarkan pekerjaannya, dilancarkan segala kehidupannya. Semoga mas selalu diberikan kesehatan oleh Allah.
Ya Rabb, Engkau sebaik-baiknya tempat penitipan. Jaga raga dan hatinya untuk hamba, untuk keluarganya.
Lindungi setiap langkahnya. Tuntun dia di jalan-Mu, Ya Allah.
Ya Rabb, limpahkan rizki-Mu dari segala arah kepadanya. Lancarkan segalanya. Sukseskan pekerjaannya. Murahkan rejekinya, semua demi orang-orang yang dia sayang.
Jika dia lelah, istirahatkan dia sejenak.
Ingatkan dia saat panggilan-Mu menggema di seluruh penjuru.
Ingatkan dia ketika ia tidak patuh pada perintah-Mu.
Dan ijinkan kami untuk bisa menyatu dalam kebahagiaan di dunia dan di akhirat
Ijinkan kami untuk menyatu, menyempurnakan agama kami, sesegera mungkin.
Ridhoi niatan kami, Ya Rabb.
Kamis, 27 Maret 2014
Ku Titipkan (Selalu) Pada-Nya
Keyakinanku atas penjagaan-Nya
Dia Sebaik-baiknya Penjaga
Dia Sebaik-baiknya Tempat Penitipkan
Selalu ku titipkan doa terindahku untukmu
Aku percayakan jiwa ragamu pada-Nya
Semoga Allah pun tak kan salah memberi rasa
Selayaknya malam ini
Di tengah heningnya, air mataku kembali menetes
Aku tak kan pernah berhenti
Sekalipun hati terkadang terluka
Namun ada masanya aku bisa merasakan bahagia
Namamu yang selalu ku sebut dalam doa
Kedamaian, ketenangan jiwa semoga selalu mendampingimu mas
Aku tak pernah mencoba sekalipun untuk menyakitimu
Semoga Allah selalu membimbing kita
Menyatukan kita dalam kebahagiaan di dunia dan akhirat
Ku titipkan dia pada-Mu
Jiwanya, raganya
Lindungilah dia, Ya Rabb
Hanya pada-Mu ku percayakan semuanya
Terima kasih atas rasa ini
Rabu, 26 Maret 2014
Learn to Loving You, Allah..
Bagaimana aku bisa sempurna mencintai makhluk-Nya?
Tapi aku selalu belajar untuk bisa menjadi yang terbaik, pun memberikan yang terbaik yang aku mampu
Bukan tanpa ada halangan
Setiap kebaikan pasti tak akan pernah mudah diraih
Karena kebaikan menjadikan kita maju satu langkah ke surga
Tapi setan akan selalu merusaknya
Membuat kita mundur, menjauh dari surga
Dan ketika aku belajar untuk bisa memahami pun
Aku tau terkadang caraku salah
Namun, apa tak bisa dicerna seberapa besar usahaku?
Semoga Allah selalu menerima usahaku untuk mendapatkan langkah ke depan
Walaupun terkadang setan bertopeng selalu menghalangiku
Terima kasih atas segala hikmah yang selalu Engkau selipkan disetiap detik hidupku, Ya Allah
Selasa, 25 Maret 2014
Sabtu, 22 Maret 2014
Ini Tentang Liburan
Senin, 17 Maret 2014
Love Is In The Air
| You and sunrise Borobudur Nirwana Sunrise "Punthuk Setumbu" 18 Maret 2014 |
Seperti senyum matahari pagi itu
Kamu selalu menang
Kamu selalu berhasil
Dan kali ini kamu dan matahari mampu berkolaborasi dengan hebat membuatku tersenyum lebar
Jangan berhenti membuatku tersenyum
Apapun caramu, aku harap semuanya selalu diselimuti kasih sayang
Sekali lagi, seperti matahari pagi itu yang berselimut kabut
Terima kasih atas kebahagiaan yang kamu ciptakan sepagi itu, sayang...
Rabu, 12 Maret 2014
Ooouuuppsssss
My simply make up
My simply outfit
Pashmina by Al Fath
White chiffon shirt by Cole
Kamis, 06 Maret 2014
Doa Pagi
Semoga kenyamanan, ketenangan, kedamaian dan kasih sayang yang Allah berikan padaku melaluimu selalu tercipta, hingga tua nanti, hingga raga kita dipisahkan oleh maut dan kita tetap disatukan dalam jannah-Nya.
Rabu, 05 Maret 2014
Harta dalam Hidup
XBeberapa waktu lalu sempet ngobrol sama bunda,
B : "Dek, pokoknya adek kerja ya, biar ga nyusahin orang lain."
A : "Iya bunda, adek pasti kerja. Pokoknya sekarang adek kerja buat bunda, adek ga suka kerja kantoran, tapi seenggaknya sekarang adek kerja buat nyenengin bunda sama ayah dulu."
B : "Cewek kalo ga kerja, nanti jadi istri cuma di rumah diinjek-injek suami. Duit dari suami semua. Ga bisa seneng-seneng sendiri."
A : "Bunda, kalo udah nikah ya adek nurut suami, kalo suami minta adek kerja ya adek kerja, kalo suami minta adek di rumah ngurus rumah ya adek nurut. Kalo udah berkeluarga kan semuanya jadi satu, uang pun buat bersama. Kalaupun adek kerja, uangnya pasti buat kebutuhan keluarga, bukan buat seneng-seneng adek sendiri. Adek ga butuh seneng-seneng sendiri. Semuanya bakal dinikmati bareng-bareng sama suami, susah seneng."
B : "Masmu disuruh nabung, dek. Beli motor, syukur bisa beli mobil."
A : "Pasti lah bunda. Adek tau kok apa yang ayah bunda takuti. Wajar, orang tua ga pengen anaknya sengsara. Tapi ya adek juga liat bunda sama ayah. Jaman emang udah beda, dulu orang punya motor tu udah bangga banget. Cuma adek juga ngaca, bunda aja bangga kan ayah sekarang bisa beli mobil, beli motor pake uang ayah sendiri. Sama bunda, adek juga pengen nemenin mas dari ga punya apa-apa sampe bisa sukses. Adek ga mau hidup enak selamanya. Mas emang bukan dari keluarga yang serba punya. Tapi keinginan mas buat nyenengin orang yang disayang tu besar banget. Alhamdulillah sama Allah adek dikasih kesempatan buat nemenin mas dari bawah. In shaa Allah nanti kita selalu dicukupi sama Allah kok. Ada rasa bangga tersendiri kalo mas nanti bisa nyukupin adek dari keringat sendiri, bukan dari orang tuanya. Ya alhamdulillahnya kakak-kakak punya pasangan yang keluarganya serba berlebihan, jadi masih bisa dibantu. Adek ga iri, adek sama mas bakal berusaha sendiri buat nyukupin hidup."
B : "Ya alhamdulillah, semoga mas bisa dikasih rejeki yang melimpah dari segala arah, bisa ngopeni anakku."
Selasa, 25 Februari 2014
Komitmen
HATI bisa saja naik turun
IMAN manusia pun naik turun
Tapi ada KOMITMEN yang menjaga
Sebaik-baiknya Tempat Penitipan
Hanya pada-Nya aku menitipkanmu, sayang
Hanya Dia yang aku percaya untuk selalu menjagamu
Kepada-Nya semuanya aku kembalikan
Dia, Pencipta kita
Dia yang tau bagaimana hati kita
Disetiap Al Fatihah yang aku ucapkan
Ada namamu
Ada doa dan harapan atas namamu yang selalu aku panjatkan
Semoga Allah SWT selalu melindungimu, menuntunmu, menjaga hatimu
Terima kasih Ya Rabb atas segala rasa yang telah Engkau ciptakan
Jaga langkahnya
Tuntunlah dia
Murahkan rizki-Mu padanya
Limpahkan rahmat-Mu Disetiap nafasnya
Selasa, 11 Februari 2014
Cerah dan Gelap
Terima kasih, kamu
Yang atas adanya kamu seisi hidupku makin berwarna
Warna cerah yang kamu ciptakan
Membuatku tau
Ada harapan lebih panjang untuk tetap hidup
Bersamamu tentunya
Walaupun warna gelap itu selalu ada
Aku pun juga tau,
Bahwa akan ada penguat disetiap harapan yang kita miliki
Ada kepercayaan atas terwujudnya mimpi
Semoga kita tak pernah lupa untuk selalu meminta pada Sang Maha Pemberi :')
Kamis, 30 Januari 2014
Lukisan Indah
Begitu juga aku
Dan kamu, lelaki yang aku pilih untuk mewarnai hidupku kelak
Aku tau kita mampu saling melukis indahnya hidup ketika kita menjalaninya bersama
Selasa, 28 Januari 2014
Teh Itu Sudah Dingin
Akan ada saatnya ketika teh yang telah aku siapkan dari pagi tak sempat kamu minum
Semoga aku bisa menahan dan membuang jauh kekecewaanku ketika hal itu terjadi
Aku tau, aku sadar
Dulu, aku pernah menelan kekecewaan yang lebih dari itu
Aku tau,
Dulu, aku dan kamu pernah berjuang melawan rasa kecewa yang teramat berat
Tak ada alasan untuk tetap mencium tanganmu sayang
Bahkan sekedar mendekapmu ketika tangan lelahmu membuka pintu di rumah kita
Ya
Begitulah aku ketika terlalu jatuh cinta pada lelaki yang sama
Untuk kesekian kalinya, tak terhitung
Aku percaya setiap peluh yang kamu teteskan
Untukku, untuk (calon) keluarga kecil kita
Minggu, 26 Januari 2014
Wanita
Menjadi wanita itu berat
Bukan berarti menjadi lelaki pun mudah
Dan kelak, ketika aku memahami ladang amalku ada di dalam rumah,
Ketika ladang amalku ada pada keturunanku
Ketika kunci surgaku tak hanya pada telapak kaki ibu,
Ketika kunci surgaku ada pada ketaatanku atas suamiku
Aku tau, dibalik beratnya semua itu, Allah SWT akan selalu menuntunku
Allah SWT akan memudahkan apa yang aku rasa berat
In shaa Allah
Selasa, 21 Januari 2014
Love finds A Way
Terima kasih untuk lebih memilih diam mendengarkan, kemudian memahami dan tak membiarkan emosi mengelabui nalarmu saat rindu mengubahku menjadi sosok yang egois.
Terima kasih untuk lebih memilihku menggenggam tanganku saat kau melihatku lelah dan bosan waktu terjebak di tengah kemacetan, padahal aku tau pasti kau lebih penat.
Terima kasih telah memilihku menjadi wanita yang akan kau kecup keningnya nanti sesaat setelah kau pasangkan cincin di jemarinya, kemudian yang akan kau genggam tangannya nanti sesaat setelah melahirkan anakmu kelak.
Suatu saat nanti, saat di mana kita berpikir bahwa kita berbeda dan tak dapat disatukan lagi, ingatlah, dulu saat kita berusaha memaklumi, memperjuangkan, kemudian menyatukan semua perbedaan yang ada.
Suatu saat nanti, saat kau merasa perdebatan kita tentang suatu hal adalah tanda bahwa kita sudah tidak sejalan lagi, ingatlah, saat dulu bagaimana kau mendengarkan semua pendapatku, meresapi, mengerti, dan kemudian menerimanya.
Suatu saat nanti, ketika membuatku tersipu karena pujianmu bukan hal yang penting lagi, ingatlah, dulu saat kau merangkai banyak kata cinta untukku.
Suatu saat nanti, saat kau melihat wanita lain yang kau kira jauh lebih mengerti dirimu, ingatlah, saat dahulu hanya aku tempatmu pulang dan berkeluh kesah tentang semua yang terjadi di hidupmu. Ketika dulu aku mendengarkan, memberi saran, dan kau tersenyum, kemudian mengecup keningku.
Suatu saat nanti, saat semuanya terasa biasa saja, ingatlah dulu saat kita selalu mengucap syukur atas pertemuan kita ini.
Aku sadar tak ada yang abadi, bahkan mungkin rasa ini, tapi ingatlah saat kita sama-sama berharap rasa ini ada untuk selamanya dan berharap tak kan ada kata pisah yang terucap.
"Love Finds A Way", Kilometer, Ria Damayanthi
Sabtu, 11 Januari 2014
Cinta itu ...
Memaknai "cinta" sampai detik ini
Membuat aku tak kan berhenti tuk bersyukur
Allah memberikanku banyak cinta dalam hidupku
Dan ketika lelaki itu datang menawarkan cinta
Aku tau,
Aku mampu hidup dengan cintanya, kini, dan nanti
Hingga aku kembali pada Sang Pencipta
Dia akan menghidupiku dengan cinta
Tak lantas seperti yang banyak orang bilang
"Hidupmu tidak akan bahagia kalau hanya dengan cinta"
Salah
Bukankah dengan cinta yang dia berikan maka ia akan dengan senang hati memberikan yang terbaik?
Bukankah dengan cinta yang dia berikan maka ia akan membahagiakan pasangannya dengan berbagai cara terbaiknya?
Dan aku tau
Kini saatnya aku melangkahkan kaki bersamanya
Aku dan lelaki itu akan bergandengan tangan
Erat
Eraaat sekali
Untuk menghadapi kehidupan kami kelak
Melawan apa yang tak sesuai
Menerima segala yang telah diberikan-Nya
Allah tau mana yang pantas dan layak kami terima
Dan tugas kami, menjaga, menerima dan menghargai apapun yang telah diberikan-Nya
Dengan CINTA
Senin, 06 Januari 2014
Kalah Oleh Angin
Bukankah rasamu beberapa waktu lalu mampu menghapuskan air mata ini?
Lantas kenapa selanjutnya ragamu membiarkan aku beranjak?
Pun tak mampu mengulurkan kokohnya tanganmu untuk menyeka tetesan kesedihan
Bukankah mulutmu pernah berucap tidak akan membiarkanku berlarut dalam sedih?
Nyatanya kamu merelakan angin mengeringkan tetesan air mataku
Apa kamu memang tak sekuat itu?
