Sebosan inikah aku menjalani
ini denganmu?
Aku tak pernah berpikir sekalipun untuk mencoba mengkhianati
Entah angin apa yang membawaku ke dalam angan masa lalu
Yang pasti aku merasakan sebuah hembusan kejenuhan dalam
hubungan ini
Perlahan aku mulai menikmatinya
Ya..
Menikmati kejenuhan yang ada
Jenuh ketika diantara kita tak ada obrolan yang lebih
panjang
Jenuh ketika diantara kita tak ada keputusan untuk saling
menjatuhkan bahu satu ke yang lain
Bahkan jenuh untuk sekedar menanyakan keberadaamu
Tapi ini memang suatu selingan
Kita harus menikmatinya
Hingga salah satu diantara kita bisa mengalah
Bukan hal mudah tentunya
Mentransformasikan kejenuhan menjadi sebuah ukiran tawa yang
lepas
Apalagi ketika kita
berdua sama-sama diperintah oleh deadline
Terkadang aku harus
menahan keinginan
Untuk sekedar
menanyakan bagaimana pekerjaanmu
Iya, aku takut ketika
kamu lebih memilih melepaskan pertahanan egomu di depanku
Kita tidak akan bisa
mengambil keputusan dalam keadaan serumit itu
Ada saatnya pula ketika aku berhasil mengambil hatimu
Walau hanya sekedar berkata,
“Nanti sore makan bareng, yuuk?”
Begitu pula denganmu
Sesibuk apapun, terkadang aku tetap mengiyakan ajakanmu
Dan satu hal yang
harus kamu ketahui
Aku tak akan pernah
sanggup mengecewakanmu
Sepenuh hatiku aku
telah berusaha selalu memberikan yang terbaik
Karena inilah salah
satu caraku mempertahankan hati kita tetap satu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar