Rabu, 10 Juli 2013

Delete,Send, and Draft

Sepagi ini.
Hatiku memaksakan otakku menemukan beribu cara untuk segera menyelesaikan hal ini.
Aku tak mungkin melanjutkannya.
Tapi aku juga tak tau bagaimana aku harus berhenti melakukan hal ini.
***
*Tujuh jam yang lalu*
“Aku mau ketemu, aku harus bicara. Kita bisa bertemu jam berapa?”
-Delete all-
“aku mau bicara. Tapi aku masih bingung bagaimana harus mengatakannya padamu..”
-Send-
-New message-
“Masalah apa? Bilang saja sekarang..”
“Aku merindukan calon suamiku, aku sudah lelah membohonginya demi mendapatkan waktu untuk bertemu denganmu..”
-Send-
-New Message-
“Maksudnya?”
***
Sampai detik ini aku masih tak bisa melanjutkan percakapan dalam pesan singkat itu.
Aku masih tak sampai hati untuk mengatakannya.
Keegoisanku mulai mengambil peran utama.
Aku masih membutuhkannya, tapi bagaimana mungkin aku menjalani dua hati?
Rasa sayang untuk pacarku melebihi rasa sayangku padanya.
Tak pantas jika aku merelakan rasa sayang ini untuk lelaki yang bahkan tak menganggapku selama lima tahun ini.
Pergelutan perasaan masih berkecamuk dalam hati.
Hati kecilku selalu mengatakan bahwa aku tidak mencintainya, ini hanya soal kejenuhan.
Ahh...
Aku masih tak tau harus berkata bagaimana.
Aku bukan wanita pemberi harapan palsu *bahasa anak era 2012*
Dari dulu aku tak punya keberanian untuk mengatakannya.
***
-Clear all conversation-
***
Aku hanya berharap pacarku masih bertahan menyatukan hatinya dengan hatiku.
Aku masih menunggu waktu yang tepat untuk membicarakan semuanya.
Menbicarakan dari A sampai Z dan anak cucunya.
Hingga hubungan persahabatan ini menjadi murni.
Tanpa ada rasa keinginan menyatukan hati satu sama lain.
Hatiku hanya satu.
Hanya akan aku satukan pada hati yang selama ini memangku dan bersandar dengan hatiku.
Aku tak mau berkhianat.
Aku juga tak ingin aku di khianati.
Paruh hati mana yang akan tinggal diam melihat paruh hatinya bersama dengan paruh hati lain.
***
“Jangan paksakan aku untuk merelakan paruh hatiku demi paruh hatimu yang selama tiga tahun lebih membiarkan aku bermimpi sendiri tentang kita, tanpamu..”

-Draft-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar