Rabu, 03 Juli 2013

Titip Rindu Pada Angin Pagi

Angin dan embun pagi ini berkolaborasi dengan semburat putih di langit biru
Aku merasakan hangatnya sinar pagi yang selama ini tak pernah terlalu lama ku nikmati
Walaupun terkadang hangatnya melebihi dekapan sosok yang ku sayangi
Aku acuhkan sinar itu menghangatkanku dengan angan-angan lain
Entah apa, yang pasti tak ada kata,  
“Alhamdulillah aku tidak merasa kedinginan”
Atau semacamnya
Kali ini aku biarkan badan ini tersinari oleh mentari pagi
Aku biarkan nafas ini tercampur sejuknya embun
Aku biarkan desiran angin menggoyahkan pakaian dan jilbabku
Ah...
Aku tak pernah merasakan pagi yang senikmat ini
Subhanallah
Atas segala yang telah Engkau ciptakan, Ya Rabb
Ku titipkan hembusan rinduku untuk dia lewat angin pagi
Ku titipkan doa agar dia selalu berada dalam lindungan-Mu
Dan kan ku biarkan angin membalut tubuh ini bersama sinar pagi
Sungguh aku bukan pendusta nikmat yang telah Engkau berikan

Rabu pagi di Pertengahan 2013
  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar