Mengucap janji setia sehidup semati di depan penghulu itu, m
u d a h [?]
Mudah karena hanya mengucap
Tapi kita bertanggung jawab atas janji itu
Itu yang tidak mudah
Jangan pernah membayangkan nikmatnya (saja) dalam suatu
pernikahan
Beban yang dipikul akan lebih berat
Apalagi kita harus selaras dengan pasangan
Menyelaraskan diri kita sendiri saja terkadang masih sulit
Apalagi dengan pasangan hidup
Terkadang wanita mempunyai rencana A
Namun pria punya rencana B
A dan B itu dekat
Satu tarikan nafas
Tapi tidak semudah itu ketika kita berbicara atas nama ego
Jauh....
A akan beranak pinak
B akan beranak pinak juga
Dan tugas pasangan adalah menyelaraskan bukan menyamakan
A dan B tidak akan pernah sama
Tapi jika disandingkan
Akan indah
Seindah kota ber-plat AB yang menyimpan banyak kenangan
***
Bukan berarti aku memutuskan untuk mundur
Justru aku akan tetap maju
Aku mundur itu berarti aku semakin tidak siap
Aku selalu ingin belajar dari hidup
Bagaimanapun jalannya
***
Pernikahan itu indah asal didasari atas ketulusan dan
keikhlasan
Ketulusan memberi kepada pasangan
Dan keikhlasan menerima apapun keadaan pasangan
***
Saat ini aku masih belum mengetahui
Kapan aku akan mendengar
tulang rusukku mengucap janji setianya di depan ayahku dan penghulu
Yang pasti aku berusaha mempersiapkannya sejak jauh hari
Bahkan ketika ia belum memberanikan diri
Untuk membawa orang tuanya ke kursi ruang ramu di rumah ini

Tidak ada komentar:
Posting Komentar