Rabu, 03 Juli 2013

Hujan & Teh Hangat Sedikit Gula


Hujan sore ini memaksaku untuk bisa ditemani oleh secangkir teh hangat

Tapi aku juga tidak sendiri
Bersama partner hidup yang hanya berselisih satu tahun di atasku
Waktuku banyak habis dengannya
Bermain, bercanda bahkan tak jarang kami saling lempar guling
Tapi anganku bukan tentang masa laluku dengan kakakku
Ini tentang gula yang aku tuang ke dalam cangkir tehku
...
“Kamu manis, walapun kamu tak pernah didatangi sekumpulan semut.
Aku yang akan jadi semutnya. Aku suka kalau kamu berkedip..”
“Idih gombal..”
“Sama sekali enggak. Ini serius. Bisa buatkan aku teh hangat?”
“Iya. Tunggu di sini aku akan buatkan teh hangat untukmu..”
“Jangan lupa gulanya dipisah..”
“Iya, aku tau.. Tak usah banyak bicara, kamu tinggal tunggu tehnya..”
Sesaat kemudian,
“Aku lebih suka manis yang ada di kamu. Bukan manis di teh ini..”
“Aku tak tau kenapa aku harus mendengar kata-kata semacam itu dari mulutmu.
Jangan berlebihan, sesuatu yang berlebihan itu tidak baik..”
“Aku tidak melebih-lebihkan apa yang aku rasakan.
 Kamu terlalu manis untuk bisa disandingkan dengan teh buatanmu sendiri..”
...
Gula dan hujan lebih sering membuatku teringat pada masa laluku
Kamu memang bukan yang saat ini bersamaku
Tapi aku tau ketulusan memberi dan keikhlasanmu menerimaku apa adanya
Walaupun kini kita terpisah
Bahkan tak pernah terucap satu katapun ketika kita bertemu
Tapi aku tau cerita ini masih kamu ingat
Apalagi  ketika ibumu selalu menghampiriku melalui pesan singkatnya
Dan selalu bertanya bagaimana keadaanku
Seandainya ibumu tau aku telah lama mengikhlaskan hatimu menyatu dengan hati yang lain
Tentu tak akan sesering ini pesan singkatnya masuk dalam inbox ponselku

Atas nama hujan dan teh hangat dengan gula sedikit sore ini
Aku mengingatmu dengan jelas
Semoga kamu masih selalu merindukan teh hangat buatanku
Tanpa meminta ibumu untuk selalu membuatkan teh
ketika hujan mulai datang dengan deras

for mr. bejita_boy

Tidak ada komentar:

Posting Komentar