Kamis, 04 Juli 2013

Akhiri Ini Dengan Indah

Ketika pelukanku pun tak lagi bisa
Menenangkan hatimu yang sedih
Aku memilih tuk mengakhiri ini dengan indah
                                                                Jikustik- Akhiri Ini Dengan Indah

Aku tak pernah menginginkan keadaan seperti ini
Ketika aku dan dia bisa bertemu kembali
Dia orang yang dulu sempat mengisi ruang hatiku
Aku tak pernah berkeinginan untuk memilikinya
Aku hanya menyayangkan orang sebaik ini jika tak bisa dimiliki
Sama?
Menurutku tidak
Tapi aku menyayanginya dari jauh
Sesaat
Karena aku tau dia tak akan bisa jadi milikku
Dia lebih aku anggap sebagai petir dalam hujan
Yang ketika dia bergemuruh sekali, maka selanjutnya akan bergemuruh
Dan tiba-tiba hilang
Entah apa yang kemudian membawa dia datang lagi
Satu kata yang saat dia kembali, muncul dalam batinku
K a n g e n
Mungkin saat itu aku membutuhkan dia sebagai tempat sampah
Dulu aku sempat membuang keluhan, umpatan, kekesalan atau apapun padanya
Paling tidak dia bisa menenangkan hatiku
Sampah itu aku buang kembali padanya
Sekali, dua kali bahkan berkali-kali dia menjadi motivatorku dalam menyelesaikan tugas akhirku
Aku jatuh
Aku tau ini akan salah di mata siapapun yang mengetahuinya
Tapi apa bisa kita menyalahkan hati?
Aku rasa tidak
Aku terus menjalaninya
Hingga sempat berangan-angan yang mungkin tidak seharusnya aku lakukan pada setiaku
Sampai pada titik kesadaranku
Aku tidak bisa terus menerus membohongi diriku dan setiaku
Dia hanya sesaat
Aku kembali bermain dengan perasaan
Aku rasa tak apa
Ketika aku memilih mengakhiri aku dengan dia yang hanya masa laluku
Aku sudah sejauh ini menjalani dengan yang sekarang
Untuk apa aku kembali pada orang yang bahkan
Selama 3 tahun tidak tau aku menyimpan rasa
Aku ingin mengakhirinya dengan indah
Bukan dengan suatu pertengkaran atau perdebatan
Aku hanya ingin dia tetap menjadi “tong sampah”-ku
Aku tidak berkhianat
Tapi ini caraku
Agar antara aku dan dia
Bukan hanya teman, tapi sahabat
Melindungi, menjaga bahkan membebaskan berbuat semauku
Walaupun terkadang aku masih melihat semburat rasa cemburu di wajahnya
Tapi aku tau,
Dia mempercayakan apa yang akan terjadi esok dan lusa adalah yang terindah
Walau mungkin tidak dapat menyatukan hati
Aku hanya bisa mengucap maaf atas segala kekeliruan rasa
Ini bukan drama tapi ini skenario
Mungkin Tuhan tau,
Ada hati yang lebih satu dengan hati kita masing-masing



Tidak ada komentar:

Posting Komentar