Dingin
Sunyi
Tak seperti yang ku bayangkan
Aku melangkah maju menatap ke depan
Terkadang langkahku tergelitik untuk berbalik arah
Menghampiri cerita masa lalu
Ini tak sekedar iklan baris bagiku
Ini sudah masuk dalam kenangan
Bukan suram tak juga membahagiakan
Peduli apa kenangan itu padaku
Aku akan tetap berjalan ke depan bersama paruh hatiku
Entah yang lalu akan diam, menangis, atau bahkan berlari
Aku bukan pelukis takdir
Aku hanya penikmat takdir
Layaknya wayang kulit
Aku jalani apa yang telah Ia lukiskan untuk jalan hidupku
Entah akan kembali atau tidak
Yang pasti hati ini tak ingin dikecewakan lagi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar