Kamu itu jahat
Membuat aku berhenti mencari
Kenyamanan, ketenangan, dan kedamaian
Kamu menyuguhkannya secara sempurna
Selayaknya Tuhan memberikan sejuknya udara di ketinggian
Tak akan pernah ragu tuk tinggal dan menetap dalam ruang hatimu
Kini saatnya aku bangun mimpiku di selasar hatimu
Terima kasih lelaki
Atas hatimu sebagai pemberhentian terakhirku
Rabu, 25 Desember 2013
Halte Terakhir
Selasa, 10 Desember 2013
2W (Woman and Work)
Aku dibesarkan di keluarga yang semuanya mencintai pekerjaan, bahkan ibuku sendiri seorang karyawan di salah satu BUMD. Sejak kecil, aku pun terbiasa hidup dengan pembantu. Ibu kerja dari jam 7 pagi sampai jam 3 sore. Dulu, sewaktu tempat kerja beliau masih jauh dari rumah, ibu berangkat kerja sejak jam 6 pagi dan sampai di rumah baru jam 5 sore. Sepulang beliau kerja, beliau hanya sempat mengerjakan beberapa pekerjaan rumah, selain karena sudah dikerjakan oleh pembantu ya karena beliau juga sudah capek pastinya :).
Sebagai pekerja kantoran, jam kerja beliau tidak fleksibel kan?
Mengurus anak?
Sejak kecil aku terbiasa belajar sendiri, ibu dan ayah hanya menunggu belajar sambil nonton tivi atau tiduran. Hanya sesekali jika aku bertanya saja mereka membantuku menjawab pertanyaan yang tidak aku tau jawabannya. Sebagai anak yang pemikiran belum matang aku hanya tau, "mereka capek seharian kerja."
***
Sekarang aku sudah (merasa) dewasa, semakin banyak pengalaman dari orang-orang sekitarku tentang wanita dan kerja. Aku tau, agama pun tidak pernah melarang seorang wanita untuk bekerja, untuk memiliki penghasilan sendiri. Yang aku pahami, agama selalu menekankan bahwa seorang wanita yang sudah menikah, wajib membantu suaminya mengurus rumah tangganya dan menjaga amanah yang telah "diberikan" oleh suaminya. Termasuk di dalamnya antara lain, memastikan "keadaan" di rumah baik-baik saja dan ketika sudah diberikan keturunan ya.. dia harus mendidik, merawat dan memastikan anaknya berkembang dengan baik, ya bukan?
Sejak dulu aku bercita-cita menjadi wanita kantoran, punya penghasilan sendiri, dan dengan penghasilan yang aku punya aku bisa membeli apapun yang aku inginkan. Dan ketika aku mulai kuliah dan banyak mengambil mata kuliah klinis dan perkembangan, sejak itu aku semakin menjauhkan diri dari cita-cita bekerja kantoran. Entah, tapi rasanya aku hanya ingin bekerja untuk bisa punya kegiatan bisa bergerak. Bukan semata ingin punya penghasilan. Mungkin bagi sebagian orang, aku terlalu yakin dan terlalu percaya diri untuk bisa mendapatkan pasangan yang bisa menghidupiku *lahir dan batin* sepenuhnya, tapi memang begitu adanya. Matre? Haha lucu kalau ada orang berkata demikian. Hidup yang realistis aja, memangnya sebagai wanita tidak boleh minta di-"hidup"-i oleh pasangannya? Please think again :)
Bukan karena aku tidak bisa membagi waktu jika aku berada di posisi wanita kantoran, bukan. Tapi sebagai wanita kantoran di waktu sekarang ini bagiku semakin dijauhkan dari kata mampu menyeimbangi kewajibannya sebagai istri dan ibu. Jam terbang kantoran sekarang benar-benar menyiksa kalau bagiku. Paling tidak, menghabiskan waktu 10 jam sendiri di kantor. Belum lagi ketika nanti sepulang bekerja capek, dan pekerjaan rumah lainnya masih belum aku selesaikan. Salut bagi para wanita di luar sana yang mampu mengerjakan semuanya TANPA mengesampingkan kewajiban utamanya -yang ada di rumah-. Bukan berarti aku menyerah sebelum bertanding. Tapi aku orang yang memang selalu memikirkan -segala yang akan aku kerjakan- matang dulu.
Alhamdulillah aku punya bakat yang mungkin turun dari ayahku. Aku orang yang ga bisa diem dan tergolong kreatif *narsis dikit gapapa, jangan perotes!*. Aku merasa ini akan jadi senjataku nanti jika memang takdirnya aku adalah ibu rumah tangga. Hihihi. Mungkin sekarang kurang menjanjikan, tapi aku yakin kok kalau memang aku bisa menekuninya, pasti bisa menghasilkan uang, paling tidak aku bisa beli daily make up sendiri :'D.
![]() |
| ini salah satu handmade aku, bagus kan? iyain aja biar seneng ya :) |
Banyak sekali pertimbangan yang ada ketika aku memutuskan untuk membuang jauh dari cita-cita menjadi wanita kantoran. Mungkin awalnya akan banyak "gerundelan" dari orang sekitar, tapi sih bismillah aja. Niat baik kan emang ga selamanya orang bisa nerima. Yang ada dibayanganku sih bakalan banyak cobaan buat pengen jadi wanita kantoran itu, cuma bayangan bahagia ketika aku bisa menjadi kebanggaan suami dan anak-anakku juga ga kalah banyak. Aku akan jadi satu-satunya orang yang memasakkan makanan sehat untuk keluarga kecilku. Aku akan jadi satu-satunya orang yang merapikan rumah dan memastikan isi rumah dalam keadaan rapi dan bersih setiap harinya, walaupun nanti ketika hari libur aku akan dibantu oleh pasanganku ya! Dan ketika Allah sudah mulai mengamanahkan anak pada kami, aku satu-satunya orang yang akan menggantikan popoknya, memastikan semua yang dia makan adalah makanan yang sehat, bukan sembarang makanan. Aku yang akan menyusuinya sampai dia umur 2 tahun. Aku juga ingin jadi orang yang pertama tau dia bisa tengkurap, dia bisa duduk, dia bisa merangkak, dia bisa berdiri, dia bisa berjalan, berlari bahkan ketika pertama kali dia bisa bilang "ibu". Aku ingin jadi orang pertama dari semua kejadian itu. Dan bagiku, semua akan jadi nyata jika pengasuhan itu sepenuhnya jadi kewajibanku. Bukan orang tuaku (kakek- neneknya) bahkan pembantu, bukan.
*cerita di atas terlalu semangat*
Tapi karena saat ini aku masih menjadi hak sepenuhnya dari ke dua orang tuaku, sebisa mungkin aku akan mencari pekerjaan setidaknya untuk membahagiakan mereka dengan keringat aku sendiri. Ya... dan ketika aku sudah resmi menjadi hak pasanganku dan ayahku melepaskan haknya, aku akan mengabadikan sisa hidupku buat pasanganku. Selama dia memintaku untuk kebaikan, semua akan aku lakukan, atas ijin Allah SWT tentunya :)
Jumat, 06 Desember 2013
I Think It's Jumuah Mubarak :)
Ini yang aku rasakan
Sederhana...
Aku bahagia
Bahagia karena aku mencintainya
Bahagia karena dia milikku seutuhnya, tanpa ada yang menghalangi
Bahagia karena dia mencintaiku
Sesederhana itu
Lebih sederhana dari makan nasi dengan tempe
Atau nasi dengan kecap dan juga kerupuk
Iya kan, mas :))
Selamat hari Jum'at mas, inget besok kita ketemu :D
Rabu, 04 Desember 2013
Absis, Ordinat
Selasa, 03 Desember 2013
Teman Hidup
"Bila di depan nanti banyak cobaan untuk kisah cinta kita, jangan cepat menyerah...
Kau punya aku, ku punya kamu selamanya akan begitu..."
Setelah beberapa waktu yang lalu aku memberanikan diri untuk mengambil sebuah keputusan (bisa dibilang berat, tapi ternyata tidak berat dan tidak menimbulkan penyesalan) semakin jatuh cinta sama lagu ini.
Serasa mendedikasikan diri sebagai pendamping hidup seorang lelaki yang selama ini aku dibuat penasaran mati-matian oleh dia.
Aku mencintainya, tulus memberikan sepenuhnya apa yang aku miliki, kasih sayangku kepada sosok itu. Aku mencintainya, ikhlas menerima apapun kekurangan yang dia punya. Aku sadar, bahwa memang kita diciptakan untuk saling melengkapi, untuk saling menutupi kekurangan masing-masing, untuk saling menjadikan hidup kita lebih sempurna.
Walaupun aku pernah mencintaimu dalam diam, tapi hingga kini aku tau jika diam itu akan berbalas. Berbalas senyuman indah dengan hati yang terbuka lebar untukku. Izinkan aku untuk menjadi orang yang menutup dan mengunci hatimu rapat-rapat. Biarkan aku seorang untuk menaungi luasnya hatimu, sendiri. Aku tak akan mengusik yang lain, tapi juga tak akan membiarkan jika aku terusik.
Inilah caraku untuk mencintaimu, sebaik-baiknya cara yang aku berikan.
Senin, 02 Desember 2013
"Sebelum Aku Menjadi Istrimu"
Jumat, 29 November 2013
Akhir dan Segera
Suit and Tie
Another mood boster for today, (I think :) )
Anyway, happy Jumuah Mubarak all (silent readers) hihihi
Kamis, 28 November 2013
Warmth, When I and You Become Us
Apa yang akan aku ungkap?
Lucu..
Ketika tercium bau minyak telon di hidung ini
Apalagi yang aku ingat jika bukan kamu?!
Lelaki yang pernah mengatakan bahwa tak suka dengan bau ini
Aku selalu suka bau bayi dengan minyak telonnya
Mengapa kamu tidak?
Bukankah sebentar lagi kamu juga harus menciumnya setiap hari?
Bau ini akan jadi bagian darimu
Karena anakmu akan aku beri minyak ini setiap kali ia habis mandi
Aahhh...
Jangan bercanda
Jika kamu tak mau mendekat dengan bau ini
Bagaimana dengan buah hatimu yang tidak setiap waktu mendapat kehangatan darimu?
Ayolah...
Belajar terbiasa dekat dengan bau ini
Walaupun aku tau
Tidak mungkin juga kamu tidak mendekat dengan buah hatimu sendiri
Kamu akan menyayanginya
Dan kamu akan mendekapnya bersamaku
Dengan cinta kita, sayang...
Dan aku pastikan,
Cinta untuk buah hati kita akan lebih hangat dari minyak telon manapun
Jumat, 22 November 2013
Terbang, Terhempas
Ku pastikan ketenangan angin yang mengimbanginya terbang
Belum
Angin belum kencang
Angin menghembus dengan lembut, tenang
Saatnya aku ulurkan layangan itu
Aku biarkan dia menari dengan bebas
Semakin aku menikmatinya
Semakin panjang aku ulur benangnya
Layanganku semakin meliuk mewarnai langit duniaku
Menarik layanganku untuk semakin bebas lepas
Dan tangan ini tak mampu lagi menarik benang yang hanya satu garis
Benang yang dikeroyok angin
Ku lepaskan
Ku biarkan
Layangan itu sempat menari
Namun kemudian tertelan angin
Terhempas pada belahan dunia lain
Mempercayakan sepenuhnya pada angin yang awalnya tampak tenang
Dan aku tak menyadari bahwa angin pun tetkadang ditakdirkan untuk berhembus kencang
Kamis, 21 November 2013
Terkadang raga ini hanya ingin didekap erat
Tanpa satu alasan katapun terucap
Setidaknya ketika raga didampingi
Jiwa ini terasa lebih tenang
Diam bukan berarti baik-baik saja
Bahkan sebagian orang tertawa
Walaupun hatinya sedang kalut
Semoga setiap orang tau
Bagaimana ia harus menyikapi perbedaan yang ia hadapi
Selasa, 19 November 2013
Kita, Tanpa Jeda
Jika memang kebahagiaan ini layak aku dapatkan
Yakinkan aku
Jika memang rasa ini pantas aku genggam
Yakinkan aku
Jika memang aku boleh terus berharap dan bermimpi
Yakinkan aku
Jika memang kita satu
Tanpa ada jeda
Aamiin #2
"I hope you will always love me forever, I wanna life together with you, because you and me is the one..." -Him-.
-last night (18 November 2013) 21:17:24-
Senin, 18 November 2013
Caring and Loving
Bahagiaku bukan dari kedatangan mobil mewah keluaran terbaru di tahun yang penuh persaingan
Pun bukan dari uang yang berlimpah yang masuk ke dalam rekeningku
Bahagiaku saat ini atas nama limpahan kasih sayang
Dia,
Laki-laki yang sempat aku kagumi dalam diam
Laki-laki yang membuat aku tak dapat menahan senyum dua jariku
Dia memberikanku kebahagiaan
Aku tak dapat menceritakan bagaimana bahagia itu
Aku rasa aku hanya penikmat bahagia tanpa harus bisa menuliskan panjang lebar di sini
Alhamdulillah
Allah memberiku pasangan yang mampu membahagiakan aku
Pasangan yang sanggup menjadikan hal-hal biasa saja menjadi amat sangat menyenangkan
Pasangan yang sanggup memegang erat tanganku saat aku berada diketakutan dunia
Semuanya...
Dia membahagiakan aku dengan caranya sendiri
Cara yang unik dan aku bisa menerima semua cara dia dengan sepenuh hati
Lalu, apalagi yang harus aku ragukan?
Thanks for your caring and loving, mas ♥♥♥
Kamis, 14 November 2013
Menebus Kekecewaan
Hal apa yang bisa aku lakukan untuk bisa menebus kesalahan di masa lalu?
Ya...
Saat itu, H-2 hari pengukuhanku sebagai seorang sarjana psikologi. Siapa yang tidak bahagia menyambutnya? Semuanya sudah ku persiapkan. Termasuk meminta orang-orang terdekatku untuk bisa ikut merayakan kebahagiaan itu, juga kamu. Jauh hari aku tau kamu akan datang, sekedar menyalamiku atau membawakan bunga sebagai ucapan selamat. Namun tiba-tiba kamu memutuskan untuk tidak datang. Aku tau apa yang sedang ada dalam pikiranmu. Aku pun memaafkan.
Yang sampai detik ini menjadi sesalku adalah alasan-entah- apa yang membuat aku memintamu untuk tidak menghubungiku di hari bahagia itu. Kecewa? Iya saat itu aku kecewa atas keputusan yang kamu buat. Namun apa lagi yang aku bisa katakan selain tetap mengiyakan. Dan (mungkin) kamu juga kecewa. Karena aku pun meminta untuk tidak menghubungiku di hari itu. Alasanku saat itu hanya aku tidak ingin hari bahagiaku, akan rusak dengan kekecewaan.
Di sela senyum bahagia Sabtu itu, aku cemas, berkali-kali membuka ponselku. Memastikanmu dalam keadaan baik-baik saja. Tentu dengan sejuta gengsiku, dengan diamku tanpa menyapamu. Hanya kiriman foto dengan ucapan "Selamat Wisuda" darimu yang masuk ke ponselku.
Bahagiaku tak sesempurna itu ketika aku tau kamu sangat menjaga perasaanku. Menjaga agar moodku baik-baik saja di hari itu. Tentu dengan merelakan perasaan kecewamu, bukan?
Kini biarkan aku tau, apa yang harus aku lakukan untuk menebus kesalahan itu. Menebus perasaan kecewamu atas sikapku yang terkadang membiarkanmu terdiam begitu saja.
Pada dasarnya aku pun tak bisa membiarkanmu kecewa (lagi).
Jumat, 08 November 2013
Pelangi
Selasa, 05 November 2013
Sebuah Isyarat
Terkadang aku hanya butuh senyuman
Untuk sekedar mewakili rasa yang sama
Tak jarang aku butuh belaian tanganmu
Untuk sekedar menyatakan bahwa semua akan baik-baik saja
Tapi aku bukan tidak butuh tatapan tajam
Untuk sekedar mengisyaratkan bahwa apa yang aku tak seharusnya melakukan itu kepadamu
Lalu bukankah kamu juga terkadang butuh semua itu?
Senin, 04 November 2013
Perwakilan Sebuah Doa
Salah satunya?
Aku masih ingat, bahkan aku tak akan pernah melupakan kejadian ini
Dua bulan yang lalu,
Jum'at pagi, sejak dari perjalanan kembali ke rumah dan sesampainya di rumah
Air mata ini serasa tak bisa lagi tertahan
Air mata yang mewakili kemarahan bahkan bisa dibilang kebencian
Ketika hati merasa mulai dijauhi, apa sih yang bisa aku lakukan?
Permintaan yang ditangguhkan untuk aku bisa ditinggalkan, dijauhi dan bahkan dilupakan
Air mata yang berisi permohonan untuk bisa sesegera mungkin ditinggalkan, digantikan perasaannya
Namun,
Siapa yang tau rencana Tuhan?
Bahkan aku yang memiliki rasa ini sendiri pun juga tak akan pernah tau bagaimana rencana Tuhan bekerja
Dan satu hari yang lalu
Setelah dua bulan air mata ini menetes untuk orang yang sama
Sekali lagi, untuk orang yang sama
Tangan Tuhan bekerja dengan sangat sempurna
Membuat air mata yang tadinya menetes memohon untuk bisa segera ditinggalkan
Diubah menjadi air mata yang menetes untuk tidak ditinggalkan
Untuk raga yang ternyata tak sanggup dibiarkan tinggal menjauh, bahkan dilupakan
Ketika -hanya- air mata yang mewakili segalanya menetes
Saat itu pula batin mengucap doa,
Aku merasakan tangan kuat itu mengusap air mata yang mulai membasahi muka dan menetesi hijabku
Mulut ini serasa tertahan untuk bisa mengucap
Namun ketika mulai terdesak aku membuka mata
Dan mulutku berani mengatakan untuk tidak ingin ditinggalkan lagi
Karena pada kenyataannya jiwa dan raga ini sangat rapuh jika ditinggalkan penjaganya
Jumat, 01 November 2013
Kamu, Lelaki Itu
Lelaki yang melempar senyum padaku saat tau aku sedang menatap wajahnya secara diam-diam
Lelaki yang sengaja mematikan lampu ketika aku mengambil air wudhu
Lelaki yang datang pagi buta untuk sekedar mengantar roti
Lelaki yang aku temani makan bubur di pagi hari
Lelaki yang bersepeda jauh dengan lutut penuh darah segar hanya untuk menemaniku
Lelaki yang tiba-tiba mencium keningku
Lelaki yang mencubit hidungku kemudian tertawa lepas
Lelaki yang mengamini doa seorang tukang parkir
Lelaki yang ketika hujan rela berlari menyelamatkan jaketku
Lelaki yang tiba-tiba membawakan boneka teddy kecil berbaju pink
Lelaki yang menggenggam erat tanganku ketika aku merasa kedinginan
Lelaki yang memberiku lollipop berbentuk hati di parkiran rumah sakit
Kamis, 31 Oktober 2013
#MyDraft2
#MyDraft
Senin, 28 Oktober 2013
Keajaiban Apa Lagi?
Pada akhirnya aku tau bahwa mencintaimu adalah kata lain dari sebuah pengharapan. Harapan atas kebahagiaan yang nantinya akan kita rasakan bersama. Aku pun tau bahwa Tangan Tuhan tidak akan pernah salah dalam menuliskan takdir. Begitu juga ketika Tangan-Nya mengulurkan kasih sayang atas dua hamba-Nya.
Tak akan pernah menyalahkan atas takdir-Nya (lagi) karena sekarang aku sadar bahwa terkadang Ia hanya menunda memberikan apa yang aku inginkan hingga saat itu tiba. Saat dimana Tuhan sudah harus mempertemukan hati hamba-Nya lagi. Mungkin selama ini Ia hanya menguji, seberapa kuat kami bertahan. Itu menurutku dan aku tak akan pernah tau apa sebenarnya yang Ia mau atas jalan seperti ini.
Keajaiban dari Tuhan tidak berbatas pada konteks bahagia saja, bahkan menurutku proses menuju kebahagiaan yang ternyata panjang, melelahkan dan bahkan harus tersakiti lebih dulu ya itu keajaiban. Hmm... Ujian sih lebih tepatnya. Apapun yang Tuhan berikan, bagi saya itu adalah nikmat dari-Nya, syukuri saja semuanya. Karena terkadang Tuhan menguji kita dalam sebuah kebahagiaan, bukan dalam kesusahan.
Aku hanya ingin mengucap Alhamdulillah atas pencapaian hingga detik ini. Ketika aku menengok ke belakang, aku serasa mendapat teriakan "You deserve it!" Ya karena buah dari kesabaran itu bagiku sudah terlihat jelas. Tinggal menebarkan benih yang lebih baik lagi, walaupun harus lebih bersabar, pasti akan ada buah yang lebih berkualitas dari yang lalu.
Minggu, 27 Oktober 2013
Kepastian
Apalagi yang harus aku berikan?
Segalanya sudah
Aku mempercayakan semuanya kepadamu
Bahkan ketika benteng pertahananku mulai roboh pun,
Aku tetap memberikan segalanya untukmu
Lalu kapan kepastian itu datang?
Seolah semua kepercayaan yang telah aku berikan
Justru membuatmu semakin menunda
Yaaa
Dan dengan seperti ini aku bisa apa?
Aku hanya bisa semakin lama untuk mengucap doa
Memohon, memohon dan memohon untuk mendapat kepastian
Karena aku percaya
Ketika aku mendapat kepastian, semua ketakutan itu perlahan sirna
Menjauh bahkan menghilang terhapus oleh hal yang pasti
Kamis, 24 Oktober 2013
Titip Rindu Pada Doa
Membuat rindu semakin dalam
Tetesan air dari kelopak mawar merah perlahan jatuh membasahi tanah
Akankah rindu itu terbalas dengan hadirmu esok?
Atau hanya akan menyisakan rindu lagi yang tertumpuk karena waktu?
Akan selalu ada rindu disetiap waktu yang akan kita lalui
Ketika raga tak dapat saling bertemu
Titipan doa yang selalu ku panjatkan kepada-Nya,
Ku yakini sebagai iringan untuk harimu
Semoga setiap langkahmu adalah kebaikan
Setiap ucapmu adalah doa baik untuk kita
Dia-lah pelindung setiap langkahmu, sayang :)
Kita serahkan rindu ini dalam doa yang kita panjatkan pada-Nya
Karena Dia-lah Sang Pemilik Hati kita :)
Rabu, 23 Oktober 2013
Naluri
Tak jadi masalah bagiku
Ketika aku menghentikan nalurimu untuk berburu
Mengejarku walau hanya sesaat
Bagiku itu sudah cukup
Kini saatnya kamu berjalan bersamaku
Beriringan, bergandengan
Meski harus berpeluh, aku tau kita akan menggapai cita
Wujudkan mimpi berdua
Dan aku memilihmu,
Sebagai pria yang mampu mewujudkan mimpiku satu per satu
Tapi tetaplah jadi pria yang punya naluri untuk berburu, sayang
Karena masa depan masih harus kamu jemput
Bersamaku, wanita hasil buruanmu selama ini :)
Sabtu, 19 Oktober 2013
Makna Sederhana
Dulu aku mencintaimu dalam diam
Sekarang aku mencintaimu dengan sederhana
Seperti ketika aku menerawang tatapan mata indahmu
Tampak tak bermakna
Tapi aku bisa memaknai apa yang sedang kamu lihat
Semoga itu masa depan kita
Jumat, 18 Oktober 2013
Amin #1
Aku ingin menatap wajahmu yang menyiratkan rasa lelah atas jerih payahmu sebagai kepala keluarga kita nanti. Aku tau, dibalik ratusan kelelahan itu, ada jutaan kebahagiaan padamu atas hidup yang kita jalani berdua.
Selamat Ulang Tahun, Mas
Kamu terlahir ke dunia dengan tangismu.
Kebahagiaan terpancar dari wajah bapak dan ibumu.
Dan sekarang,
Bukan hanya bapak dan ibumu yang bahagia atas adanya kamu.
Ya, aku bahagia atas hadirmu dalam hidupku.
Kenyamanan yang selalu kamu ciptakan untukku membuatku bersyukur menjadi milikmu.
Kita saling memiliki, utuh.
Aku tak lagi menyisihkan bagi yang lain.
Hingga saat nanti aku tau takdir tak dapat menyatukan kita.
Maaf apabila aku tak mampu bersaing dengan bapak ibumu.
Karena aku tau bapak ibumu punya anak laki-laki yang sangat hebat.
Kasih sayang beliau dan semangat beliau membesarkanmu hingga detik ini, aku acungkan jempol.
Aku pun suatu saat ingin mengatakan pada beliau,
"Bapak, ibu, anak laki-lakimu sangaaat hebat.
Aku ingin selalu mendampinginya."
Sayang...
Kita masih punya mimpi.
Mimpi yang bagiku banyak dan kita akan mewujudkannya satu per satu.
Dan hati kecilku berucap,
"Aku akan mendampingimu, hingga nafas terakhirku.
Aku wanita yang akan menjadi sandaranmu."
Tetap jadi lelaki terhebat ya, sayang.
Bagi bapak ibumu,
Bagi adik-adikmu,
Bagiku,
Dan (insha Allah) bagi anak-anak kita.
Aku tunggu kamu di hari sakral kita.
Hari dimana kamu menerima limpahan tanggung jawab dari Ayahku atas putri kecilnya.
Di ulang tahunmu,
Aku hanya bisa mengucap doa.
Doa panjang dengan segala baiknya.
Doa yang aku yakini, malaikat akan mencatat dan semesta mengamininya.
Selamat ulang tahun sayang.
Panjang umur,
Sukses dalam kerjamu, dalam dunia dan akhiratmu.
Semoga kamu selalu dalam limpahan rahmat dan rejeki dari-Nya.
Semoga Allah SWT selalu membimbingmu di jalan yang lurus,
Selalu melindungi langkahmu.
Selalu mempermudah apa yang kamu cita dan cintakan.
Amin amin Ya Rabbal Alamin.
Kamis, 17 Oktober 2013
Doa Dalam Tatapanku
Ku percayakan segala kehidupanku padamu.
Jika nanti kita disatukan dalam rumah (sederhana),
Aku ingin kamu yang memegang peran penting.
Dari menata rumah, memastikan semua perabot berfungsi dengan baik sampai menjagaku ketika aku gelisah dan tak bisa memejamkan mata.
Aku ingin menjadi alasan mengapa setiap jam 5 sore kamu selalu bergegas keluar kantor.
Sekedar menjemputku bekerja mungkin.
Aku ingin menjadi orang pertama yang kamu lihat ketika kamu membuka mata di pagi hari.
Aku ingin kamu orang pertama yang selalu merasakan masakanku, walaupun rasanya terkadang hambar.
Aku juga ingin anak-anak kita kelak bisa belajar mengaji.
Yaaa...
Kamu yang jadi gurunya dan aku ikut belajar tentunya.
Tak hanya itu,
Aku juga ingin jadi orang yang pertama mendengar keluh kesah pekerjaanmu.
Aku akan jadi sandaranmu.
Semoga aku selalu ada di samping suami terhebatku.
Merasakan kenyamanan, merasakan keamanan dan kebahagiaan walau kadan harus terselip duka sebagai ujian.
Sampai maut memisahkan kita.
Rabu, 09 Oktober 2013
Tanya Dalam Diam
"Apakah kamu tidak punya rasa takut jika suatu saat di meninggalkanmu demi wanita lain- sama seperti yang kamu lakukan-?"
atau
"Apakah kamu yakin tidak akan meninggalkannya demi pria lain- sama seperti yang kamu lakukan-?"
Jumat, 04 Oktober 2013
Dekapmu
Seakan mewakili perasaan tak ingin kehilangan lagi
Sama denganku
Ku dekap tubuhnya erat
Kamu milikku seutuhnya
Kamu satu
Tak akan lagi ku duakan
Akankah aku juga satu di hidupmu?
Aku mohon jangan tinggalkan
Lukaku teramat dalam
Namun jika memang Tuhan mengijinkan
Aku akan tetap menjadikanmu satu
Satu raga, satu jiwa
Satu dalam hidupku
Rangkul aku dalam setiap hembus nafasmu
Jumat, 20 September 2013
Jeda Bermakna
Serasa sekali bernafas
Mencintaimu walau berbagi
Menikmati kenyamanan yang kau ciptakan
Aku rasa semua bukan kamuflase
Bernafas saja butuh jeda
Bagaimana dengan menepis kenangan? Aku tau
Tak perlu ku berlari menjauhimu
Menghindari sorot tajam matamu
Menutup telinga atas ucapan sendumu
Bahkan tanganku pun tak perlu menampik lembut belaianmu
Akan kunikmati
Apapun perlakuanmu
Asalkan aku mampu menahan lukanya
Aku terima
Bukan karena aku (masih) mencintaimu
Tapi aku tak sanggup merasakan jeda itu tanpamu
Kamis, 19 September 2013
Tatapan Dangkal
Tak ada alasan khusus
Hanya saja mataku tak berani menatapnya
Mungkin aku takut terluka lagi
Luka itu sudah lalu
Tapi masih membekas
Entah
Bahkan mungkin akan mengendap
Baru aku memberanikan mataku
Untuk menatapnya
Tapi tak ingin terlalu dalam
Serasa ada pisau tajam
Yang mungkin siap untuk melukai lagi untuk kesekian kalinya
Sampai kapan tatapanku sedangkal ini?
Aku tau luka itu tak akan bisa ia hapus
Dengan seribu maaf sekalipun
Maafmu hanya menghapus dosamu
Bukan menghapus goresan luka dalam jiwaku
Jumat, 13 September 2013
Senjaku Tak Lagi Sendu
Untuk menenangkan pikiranku
Untuk menetralkan emosiku
Bahkan sekedar menemani soreku
Senikmat ketika aku merasakannya bersama keluargaku
Bermanja dengan Bunda
Bercanda bersama Ayah
Menenggak kopi bersama mereka
Selayak menemukan kedamaian dalam hidup
Terima kasih Ya Rabb
Senjaku tak lagi sendu
Ketika aku bersama mereka
Kamis, 12 September 2013
Kamu, Kuatku
Aku tak perlu mengulang hidupku lagi
Tak perlu mengulang apa yang seharusnya tidak terjadi
Bukan seorang yang munafik
Aku banyak bertemu orang yang kurang tepat
Sebelum aku menemukanmu
Jatuh, bangun, bahkan serasa mati suri
Semua kan ku jadikan kenangan
Baik, buruk
Aku ikhlas mendapatinya
Hingga kini aku menjalaninya denganmu
Terkadang aku merasa aku tak sepenuh hati
Itu hanya perasaanku
Bukan yang terlihat olehmu
Sang Pencipta Maha Mengetahui
Mana yang terbaik bagiku
Bahkan ketika aku harus berpeluh untuk mendapatkanmu
Untuk bisa bertahan, berjuang
Tapi memang nyatanya
Kamu pun sanggup untuk berjuang denganku
Masa laluku terkadang pahit untuk bisa aku telaah lagi
Karena kamu kuatkan aku
Entah harus berapa lama lagi aku bersanding dengan hatimu
Yang pasti,
Hatimu akan selalu jadi kuatku
Senin, 02 September 2013
Melawan Arahmu
Bahkan ketika aku tau satu persatu
Aku lebih memilih tidak mempercayaimu
Di balik semua ketidakpercayaan itu
Terselip sebuah luka perih
Kesekian kalinya
Aku rasakan seperti ini
Aku rasa sudah cukup bagiku
Untuk menerima semua luka
Berkali kali aku terjatuh
Sekali kamu mengulurkan dan setelahnya
Kamu hempaskan aku lagi
Saatnya kini aku yang harus berdiri
Berlari melawan arahmu
Kamis, 29 Agustus 2013
Sempurna Itu Ada
Kedamaian
Kenyamanan
Kebahagiaan
Itu semua ada karena kita juga merasakan kebisingan, kegaduhan, kejenuhan, kesedihan bahkan ketidaknyamanan
Aku pernah merasakannya
Sehingga aku tau apa arti semua itu
Sadarku atas ketidaksempurnaanku
Ketika aku berada denganmu
Dan aku tau
Begitupun rasamu
Bukankah itu yang menjadikan kita
Saling melengkapi satu sama lain?
Aku merasa jenuh,
Kamu beri aku berbagai suasana syahdu
Aku merasa takut,
Kamu beri aku sebuah keberanian
Aku merasa kuat,
Kamu bahkan memberikan kekuatan itu lebih dan lebih
Ternyata memang aku dan kamu masih bisa bertahan
Kuatku, kuatmu, kuat kita berdua.
Tangisku, ketegaranmu, sayang.
Terima kasih telah bersedia menjadi pelengkapku.
Penyempurna hidupku.
Kamulah yang membuktikan padaku
Bahwa sempurna itu ada
Ketika kita saling melengkapi
Rabu, 28 Agustus 2013
Miss Our Past
When you hold my hand warmly
I miss you,
When you hugged me tightly
I miss you,
When you kiss me softly
I miss you,
When you make me peaceful beside yours.
and
I miss our past.
Selasa, 27 Agustus 2013
Surat Dari Hati Kecil
Sudahi saja
Sekarang bahkan lusa,
Kamu akan merasakan hal yang sama
Hatinya tak sama dengan mau hatimu
Kamu mencintainya lewat ketulusan tuturnya
Apa yang dia beri untukmu?
Hanya bahagia satu sisi
Tak lebih
Apa dia bisa bersama merasakan bahagia denganmu?
Tidak kan?
Kamu hanya menikmati kebahagiaan yang dia berikan
Tapi kamu menikmatinya sendiri
Tidak bersamanya
Kamu hanya penikmat kebahagiaan yang dia ciptakan
Kamu sendiri
Kamu hanya penikmat mimpi yang dia ciptakan
Mimpi itu kalian atas nama berdua
Namun kenyataannya?
Kamu berusaha menggapai mimpi itu sendiri
Tidak bersamanya
Tinggalkan dia
Bersama yang bisa menciptakan dan menggapai mimpi berdua denganmu
5taun menyimpan rasa,
2tahun menikmati kebahagiaan sendiri,
5bulan melukis mimpi bersama,
2bulan menggapai mimpi sendiri
Minggu, 25 Agustus 2013
Mimpi Itu Asa, Goresan Luka
Membicarakan hari luang untuk bersama di rumah
Membicarakan tentang anak-anak kita nanti
Bahkan membuat kesepakatan untuk berlomba membuka pintu rumah
Ketika kita pulang kerja
Iya
5hari yang lalu mungkin
Aku masih menyimpan rapih
Pembicaraan kita dalam pesan singkat
Ketus
Berucap seadanya
Berucap sebisanya
Berulang kali aku merasakannya
Mungkin kamu pernah merasakan
Dicintai tanpa mencintai
Karena memang kamu tak tau
Rasa itu ada sejak dulu
Sekarang kamu tau dan aku pun tau
Bagaimana bisa kamu mengatakan terlalu sayang padaku
Kenyataannya sikapmu dingin
Seolah kamu siap untuk meninggalkanku
Ketika kamu pergi meninggalkanku
Kamu adalah orang yang berkali-kali menggores luka, melukis asa dihatiku
Akan tetap ku simpan
Aku ingin kamu tau
Luka itu masih tetap ada
Asa itu masih terpendam
Jumat, 23 Agustus 2013
Kalah Asa
Terlalu berat bagiku
Tuk meninggalkan dan ditinggalkan olehmu
Aku tak sanggup
Membiarkan mimpi-mimpi kita
Tertumpuk jadi asa
Bukan Titik Berat
Aku masih ingin merasakan tegasnya ucapanmu
Semuanya hanya sekejap
Sekali tutupan mata
Bisikkan padaku
Ketika kamu masih mau berjuang
Teriakkan padaku
Ketika kamu ingin berhenti berjuang
Rabu, 07 Agustus 2013
Getir Menanti Sapaan Takdir
Berulang kali pula aku merasakan rindu menggebu
Berulang kali aku merasakan hebatnya pertarungan hati ini
Kuat
Erat sekali
Seolah-olah hati kecil ini ingin tetap tinggal di sana
Tapi aku merasa aku tak serapuh itu
Memaksa jantung berdetak lebih kencang
Sekeras ini kah aku memilih tuk bertahan?
Harus kah aku menyeka air mata ini lagi?
Haruskah aku tetap mencintainya?
Bagaimana jika selamanya kami tak disatukan?
Getir dalam hati menanti sapaan takdir
Tuk bisa disatukan dalam jiwa dan raga
Tuhan Yang Maha Adil, izinkan kami bersatu.
Selasa, 06 Agustus 2013
[Masih] Pada Embun Pagi
Getir ini
Aku masih merasakan kerinduan
Atas sisa pertemuan semalam
Entah
Yang aku mau bukan hanya kehadiranmu
Hangat dekapanmu pun akan selalu aku rindukan
Bukan karena aku tak bisa bersanding
Rasa ini terlalu kuat tuk ku rasakan sendiri
Namun aku juga tak ingin berbagi
Membagi rasa rindu ini pada orang lain
Aku ingin cukup kita yang merasakan
Ucapmu
Hatiku selalu mengiyakan
Tak pernah goyah ketika rasa itu ada
Rasa itu kuat
Sekuat kita merasakan perjalanan berat ini
Yang pasti
Aku masih merindu
Akan selalu aku titipkan rindu ini pada dingin pagi
Semoga tetesan embun mampu menyampaikannya
Rabu, 31 Juli 2013
Sinar Matahari
Sinar matahari belum bisa
Melunturkan rasa sayang ini
Lalu siapa yang bisa?
Kamu?
Aku sendiri?
Bukan
Tapi takdir
Kita ikuti goresan takdir kita
Nikmati apa yang diberikan Allah
Sama seperti kamu
Menikmati matahari terbit dari ufuk timur
Merasakan hangat sinarnya
Tanpa mengeluhkan betapa lelahnya
Kamu menanti pagi
Selasa, 30 Juli 2013
Piece of Cake in Life [?]
Aku melihat pesan singkat ini
"love is just piece of cake in life"
Hah!
Crazy
Seandainya kamu tahu
Dan menyadari
Tak akan ada kamu di dunia ini
Jika ketulusan hati seseorang hanya sebatas itu
Tak sebahagia ini
Jika kamu merasa bahwa cinta hanya sekecil itu
Katanya "Cinta tak hanya sebatas kata"
Bagi orang itu hanya sebatas lagu
Tidak bagiku, aku membenarkannya
Salah jika hanya mengartikan cinta sesempit itu
Karena cinta tak sesempit dunia
Yang selalu mempertemukan kita
Senin, 29 Juli 2013
Teriak, Tak Usah Kau Bisikkan
Kebahagiaan atas mimpi yang kita goreskan
Belum ternoda, mimpi itu masih berlarian dipikiran
Aku tak pernah sengaja tuk menghapusnya
Kan ku biarkan mimpi itu tetap berlarian
Aku masih mempercayai takdir
Katakan jika memang kamu masih menyimpan mimpi itu
Tak perlu berbisik
Berteriak jika perlu
Aku ingin mendengarnya
Semoga takdir melukiskan mimpi kita dalam nyata
Atas doa
Kamis, 25 Juli 2013
Cloudy in Moody
Terlalu banyak hal yang bertumpu padaku
Kaki ini tak pernah berhenti tergelitik
Menghampiri kalbu
Entah masih mampu bersanding
Atau akan berlari menjauh
Awan cerah hari ini pun tak kan tau
Takdir mana yang akan menghampiri
Satu kuatku
Aku masih percaya pada-Mu, Ya Rabb
Rabu, 24 Juli 2013
Lukisan Itu Bernama Takdir
Sunyi
Tak seperti yang ku bayangkan
Aku melangkah maju menatap ke depan
Terkadang langkahku tergelitik untuk berbalik arah
Menghampiri cerita masa lalu
Ini tak sekedar iklan baris bagiku
Ini sudah masuk dalam kenangan
Bukan suram tak juga membahagiakan
Peduli apa kenangan itu padaku
Aku akan tetap berjalan ke depan bersama paruh hatiku
Entah yang lalu akan diam, menangis, atau bahkan berlari
Aku bukan pelukis takdir
Aku hanya penikmat takdir
Layaknya wayang kulit
Aku jalani apa yang telah Ia lukiskan untuk jalan hidupku
Entah akan kembali atau tidak
Yang pasti hati ini tak ingin dikecewakan lagi









