Rabu, 25 Desember 2013

Halte Terakhir

Kamu itu jahat
Membuat aku berhenti mencari
Kenyamanan, ketenangan, dan kedamaian
Kamu menyuguhkannya secara sempurna
Selayaknya Tuhan memberikan sejuknya udara di ketinggian
Tak akan pernah ragu tuk tinggal dan menetap dalam ruang hatimu
Kini saatnya aku bangun mimpiku di selasar hatimu
Terima kasih lelaki
Atas hatimu sebagai pemberhentian terakhirku

Selasa, 10 Desember 2013

2W (Woman and Work)

Wanita dan bekerja :)


Aku dibesarkan di keluarga yang semuanya mencintai pekerjaan, bahkan ibuku sendiri seorang karyawan di salah satu BUMD. Sejak kecil, aku pun terbiasa hidup dengan pembantu. Ibu kerja dari jam 7 pagi sampai jam 3 sore. Dulu, sewaktu tempat kerja beliau masih jauh dari rumah, ibu berangkat kerja sejak jam 6 pagi dan sampai di rumah baru jam 5 sore. Sepulang beliau kerja, beliau hanya sempat mengerjakan beberapa pekerjaan rumah, selain karena sudah dikerjakan oleh pembantu ya karena beliau juga sudah capek pastinya :).
Sebagai pekerja kantoran, jam kerja beliau tidak fleksibel kan?

Mengurus anak?

Sejak kecil aku terbiasa belajar sendiri, ibu dan ayah hanya menunggu belajar sambil nonton tivi atau tiduran. Hanya sesekali jika aku bertanya saja mereka membantuku menjawab pertanyaan yang tidak aku tau jawabannya. Sebagai anak yang pemikiran belum matang aku hanya tau, "mereka capek seharian kerja."

***

Sekarang aku sudah (merasa) dewasa, semakin banyak pengalaman dari orang-orang sekitarku tentang wanita dan kerja. Aku tau, agama pun tidak pernah melarang seorang wanita untuk bekerja, untuk memiliki penghasilan sendiri. Yang aku pahami, agama selalu menekankan bahwa seorang wanita yang sudah menikah, wajib membantu suaminya mengurus rumah tangganya dan menjaga amanah yang telah "diberikan" oleh suaminya. Termasuk di dalamnya antara lain, memastikan "keadaan" di rumah baik-baik saja dan ketika sudah diberikan keturunan ya.. dia harus mendidik, merawat dan memastikan anaknya berkembang dengan baik, ya bukan?

Sejak dulu aku bercita-cita menjadi wanita kantoran, punya penghasilan sendiri, dan dengan penghasilan yang aku punya aku bisa membeli apapun yang aku inginkan. Dan ketika aku mulai kuliah dan banyak mengambil mata kuliah klinis dan perkembangan, sejak itu aku semakin menjauhkan diri dari cita-cita bekerja kantoran. Entah, tapi rasanya aku hanya ingin bekerja untuk bisa punya kegiatan bisa bergerak. Bukan semata ingin punya penghasilan. Mungkin bagi sebagian orang, aku terlalu yakin dan terlalu percaya diri untuk bisa mendapatkan pasangan yang bisa menghidupiku *lahir dan batin* sepenuhnya, tapi memang begitu adanya. Matre? Haha lucu kalau ada orang berkata demikian. Hidup yang realistis aja, memangnya sebagai wanita tidak boleh minta di-"hidup"-i oleh pasangannya? Please think again :)

Bukan karena aku tidak bisa membagi waktu jika aku berada di posisi wanita kantoran, bukan. Tapi sebagai wanita kantoran di waktu sekarang ini bagiku semakin dijauhkan dari kata mampu menyeimbangi kewajibannya sebagai istri dan ibu. Jam terbang kantoran sekarang benar-benar menyiksa kalau bagiku. Paling tidak, menghabiskan  waktu 10 jam sendiri di kantor. Belum lagi ketika nanti sepulang bekerja capek, dan pekerjaan rumah lainnya masih belum aku selesaikan. Salut bagi para wanita di luar sana yang mampu mengerjakan semuanya TANPA mengesampingkan kewajiban utamanya -yang ada di rumah-. Bukan berarti aku menyerah sebelum bertanding. Tapi aku orang yang memang selalu memikirkan -segala yang akan aku kerjakan- matang dulu.

Alhamdulillah aku punya bakat yang mungkin turun dari ayahku. Aku orang yang ga bisa diem dan tergolong kreatif *narsis dikit gapapa, jangan perotes!*. Aku merasa ini akan jadi senjataku nanti jika memang takdirnya aku adalah ibu rumah tangga. Hihihi. Mungkin sekarang kurang menjanjikan, tapi aku yakin kok kalau memang aku bisa menekuninya, pasti bisa menghasilkan uang, paling tidak aku bisa beli daily make up sendiri :'D.
ini salah satu handmade aku, bagus kan? iyain aja biar seneng ya :)

Banyak sekali pertimbangan yang ada ketika aku memutuskan untuk membuang jauh dari cita-cita menjadi wanita kantoran. Mungkin awalnya akan banyak "gerundelan" dari orang sekitar, tapi sih bismillah aja. Niat baik kan emang ga selamanya orang bisa nerima. Yang ada dibayanganku sih bakalan banyak cobaan buat pengen jadi wanita kantoran itu, cuma bayangan bahagia ketika aku bisa menjadi kebanggaan suami dan anak-anakku juga ga kalah banyak. Aku akan jadi satu-satunya orang yang memasakkan makanan sehat untuk keluarga kecilku. Aku akan jadi satu-satunya orang yang merapikan rumah dan memastikan isi rumah dalam keadaan rapi dan bersih setiap harinya, walaupun nanti ketika hari libur aku akan dibantu oleh pasanganku ya! Dan ketika Allah sudah mulai mengamanahkan anak pada kami, aku satu-satunya orang  yang akan menggantikan popoknya, memastikan semua yang dia makan adalah makanan yang sehat, bukan sembarang makanan. Aku yang akan menyusuinya sampai dia umur 2 tahun. Aku juga ingin jadi orang yang pertama tau dia bisa tengkurap, dia bisa duduk, dia bisa merangkak, dia bisa berdiri, dia bisa berjalan, berlari bahkan ketika pertama kali dia bisa bilang "ibu". Aku ingin jadi orang pertama dari semua kejadian itu. Dan bagiku, semua akan jadi nyata jika pengasuhan itu sepenuhnya jadi kewajibanku. Bukan orang tuaku (kakek- neneknya) bahkan pembantu, bukan.

*cerita di atas terlalu semangat*

Tapi karena saat ini aku masih menjadi hak sepenuhnya dari ke dua orang tuaku, sebisa mungkin aku akan mencari pekerjaan setidaknya untuk membahagiakan mereka dengan keringat aku sendiri. Ya... dan ketika aku sudah resmi menjadi hak pasanganku dan ayahku melepaskan haknya, aku akan mengabadikan sisa hidupku buat pasanganku. Selama dia memintaku untuk kebaikan, semua akan aku lakukan, atas ijin Allah SWT tentunya :)


Jumat, 06 Desember 2013

I Think It's Jumuah Mubarak :)

Kali ini aku tidak akan melebih-lebihkan
Ini yang aku rasakan
Sederhana...
Aku bahagia

Bahagia karena aku mencintainya
Bahagia karena dia milikku seutuhnya, tanpa ada yang menghalangi
Bahagia karena dia mencintaiku
Sesederhana itu

Lebih sederhana dari makan nasi dengan tempe
Atau nasi dengan kecap dan juga kerupuk
Iya kan, mas :))

Selamat hari Jum'at mas, inget besok kita ketemu :D

Rabu, 04 Desember 2013

Absis, Ordinat

Apa sebenarnya yang membuat seseorang berani berkomitmen?
Keyakinan?
Dari titik mana keyakinan itu bisa membawa seseorang ke dalam sebuah komitmen?
Ataukah keyakinan itu sendiri yang menjadi sebuah titik
Lalu, apakah hati sebagai absis dan pikiran menjadi ordinatnya?
Ada hal lain?
Katakan pada saya
Sosok yang meragukan sebuah komitmen atas dasar keyakinan semata
Pada nyatanya ketika keyakinan itu digoyahkan oleh waktu
Hati hanya bisa berputar
Berbolak-balik sesukanya
Dan mulut hanya terkunci rapat
Tak mampu berucap
Perlahan, sebuah kehangatan menetes 
Ada makna terselip dalam aliran kehangatan yang mengalami gravitasi
Bukan kelelahan
Mungkin saja gumpalan kebahagiaan yang berbalut ketidakpastian
Dan hanya dapat dipastikan oleh waktu yang semakin berjalan maju


Selasa, 03 Desember 2013

Teman Hidup



"Bila di depan nanti banyak cobaan untuk kisah cinta kita, jangan cepat menyerah...
Kau punya aku, ku punya kamu selamanya akan begitu..."

Setelah beberapa waktu yang lalu aku memberanikan diri untuk mengambil sebuah keputusan (bisa dibilang berat, tapi ternyata tidak berat dan tidak menimbulkan penyesalan) semakin jatuh cinta sama lagu ini.
Serasa mendedikasikan diri sebagai pendamping hidup seorang lelaki yang selama ini aku dibuat penasaran mati-matian oleh dia.
Aku mencintainya, tulus memberikan sepenuhnya apa yang aku miliki, kasih sayangku kepada sosok itu. Aku mencintainya, ikhlas menerima apapun kekurangan yang dia punya. Aku sadar, bahwa memang kita diciptakan untuk saling melengkapi, untuk saling menutupi kekurangan masing-masing, untuk saling menjadikan hidup kita lebih sempurna.
Walaupun aku pernah mencintaimu dalam diam, tapi hingga kini aku tau jika diam itu akan berbalas. Berbalas senyuman indah dengan hati yang terbuka lebar untukku. Izinkan aku untuk menjadi orang yang menutup dan mengunci hatimu rapat-rapat. Biarkan aku seorang untuk menaungi luasnya hatimu, sendiri. Aku tak akan mengusik yang lain, tapi juga tak akan membiarkan jika aku terusik.
Inilah caraku untuk mencintaimu, sebaik-baiknya cara yang aku berikan.

Senin, 02 Desember 2013

"Sebelum Aku Menjadi Istrimu"

Biarin aku ngoceh dulu ya, 
Jadi gini *rapiin hijab*
Beberapa hari yang lalu mas pergi ke toko buku, sewaktu aku tanya nyariin buku apa, dia bilang nggak tau mau nyari apa. Entah tapi emang dasarnya aku orangnya sering isengin orang, jadi iseng banget minta dicariin buku tips apa gitu ya buat penunjang masa depan (ciye.....) *ehem..* *rapiin hijab lagi*. Kirain sama mas nggak diturutin tuh, karena dia juga tau aku orangnya iseng. Kemaren Minggu iseng (lagi) ngubek-ubekin tasnya mas dan mata langsung ngarah ke bungkusan plastik putih. Mas bilang itu buat aku, kirain mas bohong soalnya muka dia sambil cengar-cengir gitu (ini yang bikin aku kepincut sama dia selama ini).  Nah kan meragukan ya, muka cengar-cengir gitu. Tapi bungkusan itu diambil juga sama mas akhirnya, dia buka, dia kasih ke aku (dalam hati: "Ya ampun, makin dibikin kepincut deh aku sama mas ni"). Yay, dan inilah penampakan dari buku yang berhasil mas bawa pulang buat aku.
Ini makin cengar-cengir aja baca judulnya. Langsung deh aku buka, aku baca bagian depannya. Baru dapet berapa halaman, sama mas sudah diambil, disuruh baca di rumah aja katanya. Su'udzan sama mas nih agaknya dia ngusir aku biar cepet pulang nih >o< Penasaran banget pengen baca semuanya. Sampai detik ini sih baru 129 halaman yang sudah aku baca dari 217 halaman. Isinya sih udah menyeluruh ya, persiapan sebelum jadi istri, dari persiapan secara jasmani maupun rohani. Not bad lah kalau menurutku. Dan bagian yang sangat menarik bagiku yaa..... *uhuuuk...* tentang hamil, melahirkan dan menyusui buah hati dari pernikahan kita. (duuuh makin pengen...). Sempet ngintip bagian belakang, ada beberapa resep masakan juga. 
Emmm.. ngomongin isi bukunya besok lagi deh ya, kalau udah baca semuanya nanti in shaa Allah aku sempetin bagi-bagi cerita lagi. Anyway, Makasih banget ya mas buat bukunya, semoga bermanfaat buat aku, dan makin bikin mantep lagi buat melangkah ke step selanjutnya. (gak usah dikode harusnya sudah tau lah ya..) dan nggak tau mesti ngomong gimana lagi, intinya bersyukur banget punya pasangan seperti mas, pinter banget ngambil hati aku. Semoga ini semua memang hak kita berdua atas apa yang pernah kita perjuangkan sampe bisa di keadaan yang seperti ini. Maaf juga kalau akunya ga bisa ala-ala romantis seperti yang udah mas kasih ke aku. Ah, pokoknya mau bilang kalau aku tuh bersyukur dan beruntung banget dapet pasangan seperti mas gini ini. *nguap* 
Emmm.... 
Sudah dulu lah ngocehnya, berhubung sudah malem, aku pamit tidur dulu.. Buat siapapun yang baca, terima kasih ya udah nyempetin baca. Kalau penasaran banget, monggo beli. Kalau mau sabar, ya nunggu aku cerita aja kali ya? Oke *merem*. 
Selamat malam semuanya, have a nice dream yaaa :)


Jumat, 29 November 2013

Akhir dan Segera

"Allah Maha Pemilik Ketetapan, ketika Allah telah memilihkan takdirmu, itu pula yang akan kamu jalani. Dia tidak akan menyegerakan apa yang menjadi akhir darimu, dan dia juga tidak akan menjadikan itu sebuah akhir jika Dia ingin itu sesegera mungkin bagimu." (Ayah)

Suit and Tie



Another mood boster for today, (I think :) )
Anyway, happy Jumuah Mubarak all (silent readers) hihihi

Kamis, 28 November 2013

Warmth, When I and You Become Us

Bayang senja sore melintas di kepala
Apa yang akan aku ungkap?
Lucu..
Ketika tercium bau minyak telon di hidung ini
Apalagi yang aku ingat jika bukan kamu?!
Lelaki yang pernah mengatakan bahwa tak suka dengan bau ini
Aku selalu suka bau bayi dengan minyak telonnya
Mengapa kamu tidak?
Bukankah sebentar lagi kamu juga harus menciumnya setiap hari?
Bau ini akan jadi bagian darimu
Karena anakmu akan aku beri minyak ini setiap kali ia habis mandi
Aahhh...
Jangan bercanda
Jika kamu tak mau mendekat dengan bau ini
Bagaimana dengan buah hatimu yang tidak setiap waktu mendapat kehangatan darimu?
Ayolah...
Belajar terbiasa dekat dengan bau ini
Walaupun aku tau
Tidak mungkin juga kamu tidak mendekat dengan buah hatimu sendiri
Kamu akan menyayanginya
Dan kamu akan mendekapnya bersamaku
Dengan cinta kita, sayang...
Dan aku pastikan,
Cinta untuk buah hati kita akan lebih hangat dari minyak telon manapun

Jumat, 22 November 2013

Terbang, Terhempas

Ku tarik ulur layangan itu
Ku pastikan ketenangan angin yang mengimbanginya terbang
Belum
Angin belum kencang
Angin menghembus dengan lembut, tenang
Saatnya aku ulurkan layangan itu
Aku biarkan dia menari dengan bebas
Semakin aku menikmatinya
Semakin panjang aku ulur benangnya
Layanganku semakin meliuk mewarnai langit duniaku
Seketika segerombolan angin menghempaskan benangnya
Menarik layanganku untuk semakin bebas lepas
Dan tangan ini tak mampu lagi menarik benang yang hanya satu garis
Benang yang dikeroyok angin
Ku lepaskan
Ku biarkan
Layangan itu sempat menari
Namun kemudian tertelan angin
Terhempas pada belahan dunia lain
Aku terlalu terbuai dengan kebebasannya
Mempercayakan sepenuhnya pada angin yang awalnya tampak tenang
Dan aku tak menyadari bahwa angin pun tetkadang ditakdirkan untuk berhembus kencang

Kamis, 21 November 2013

Terkadang raga ini hanya ingin didekap erat
Tanpa satu alasan katapun terucap
Setidaknya ketika raga didampingi
Jiwa ini terasa lebih tenang
Diam bukan berarti baik-baik saja
Bahkan sebagian orang tertawa
Walaupun hatinya sedang kalut
Semoga setiap orang tau
Bagaimana ia harus menyikapi perbedaan yang ia hadapi

Selasa, 19 November 2013

Kita, Tanpa Jeda

Yakinkan aku
Jika memang kebahagiaan ini layak aku dapatkan

Yakinkan aku
Jika memang rasa ini pantas aku genggam

Yakinkan aku
Jika memang aku boleh terus berharap dan bermimpi

Yakinkan aku
Jika memang kita satu
Tanpa ada jeda

Aamiin #2

"I hope you will always love me forever, I wanna life together with you, because you and me is the one..." -Him-.

-last night (18 November 2013) 21:17:24-

Senin, 18 November 2013

Caring and Loving

Bahagiaku bukan dari kedatangan mobil mewah keluaran terbaru di tahun yang penuh persaingan
Pun bukan dari uang yang berlimpah yang masuk ke dalam rekeningku

Bahagiaku saat ini atas nama limpahan kasih sayang
Dia,
Laki-laki yang sempat aku kagumi dalam diam
Laki-laki yang membuat aku tak dapat menahan senyum dua jariku
Dia memberikanku kebahagiaan
Aku tak dapat menceritakan bagaimana bahagia itu
Aku rasa aku hanya penikmat bahagia tanpa harus bisa menuliskan panjang lebar di sini

Alhamdulillah

Allah memberiku pasangan yang mampu membahagiakan aku
Pasangan yang sanggup menjadikan hal-hal biasa saja menjadi amat sangat menyenangkan
Pasangan yang sanggup memegang erat tanganku saat aku berada diketakutan dunia

Semuanya...

Dia membahagiakan aku dengan caranya sendiri
Cara yang unik dan aku bisa menerima semua cara dia dengan sepenuh hati

Lalu, apalagi yang harus aku ragukan?

Thanks for your caring and loving, mas ♥♥♥

Kamis, 14 November 2013

Menebus Kekecewaan

Hal apa yang bisa aku lakukan untuk bisa menebus kesalahan di masa lalu?
Ya...
Saat itu, H-2 hari pengukuhanku sebagai seorang sarjana psikologi. Siapa yang tidak bahagia menyambutnya? Semuanya sudah ku persiapkan. Termasuk meminta orang-orang terdekatku untuk bisa ikut merayakan kebahagiaan itu, juga kamu. Jauh hari aku tau kamu akan datang, sekedar menyalamiku atau membawakan bunga sebagai ucapan selamat. Namun tiba-tiba kamu memutuskan untuk tidak datang. Aku tau apa yang sedang ada dalam pikiranmu. Aku pun memaafkan.
Yang sampai detik ini menjadi sesalku adalah alasan-entah- apa yang membuat aku memintamu untuk tidak menghubungiku di hari bahagia itu. Kecewa? Iya saat itu aku kecewa atas keputusan yang kamu buat. Namun apa lagi yang aku bisa katakan selain tetap mengiyakan. Dan (mungkin) kamu juga kecewa. Karena aku pun meminta untuk tidak menghubungiku di hari itu. Alasanku saat itu hanya aku tidak ingin hari bahagiaku, akan rusak dengan kekecewaan.
Di sela senyum bahagia Sabtu itu, aku cemas, berkali-kali membuka ponselku. Memastikanmu dalam keadaan baik-baik saja. Tentu dengan sejuta gengsiku, dengan diamku tanpa menyapamu. Hanya kiriman foto dengan ucapan "Selamat Wisuda" darimu yang masuk ke ponselku.
Bahagiaku tak sesempurna itu ketika aku tau kamu sangat menjaga perasaanku. Menjaga agar moodku baik-baik saja di hari itu. Tentu dengan merelakan perasaan kecewamu, bukan?
Kini biarkan aku tau, apa yang harus aku lakukan untuk menebus kesalahan itu. Menebus perasaan kecewamu atas sikapku yang terkadang membiarkanmu terdiam begitu saja.
Pada dasarnya aku pun tak bisa membiarkanmu kecewa (lagi).

Jumat, 08 November 2013

Pelangi

Aku ingin melihat pelangi terlukis di langit senja
Tentunya setelah hujan mengguyur bumi yang ku pijak
Tak peduli jika aku harus mendengar gemuruh petir di sela deras hentakan hujan

Aku pun ingin merasakan kebahagiaan denganmu
Walaupun aku tau
Terkadang aku harus menangis terlebih dahulu

Dan aku tau
Tak akan ada pelangi yang mengecewakan orang yang mampu melihatnya :)

Selasa, 05 November 2013

Sebuah Isyarat

Terkadang aku hanya butuh senyuman
Untuk sekedar mewakili rasa yang sama
Tak jarang aku butuh belaian tanganmu
Untuk sekedar menyatakan bahwa semua akan baik-baik saja
Tapi aku bukan tidak butuh tatapan tajam
Untuk sekedar mengisyaratkan bahwa apa yang aku tak seharusnya melakukan itu kepadamu
Lalu bukankah kamu juga terkadang butuh semua itu?

Senin, 04 November 2013

Perwakilan Sebuah Doa

Rahasia Tuhan itu bagiku selalu mengejutkan
Salah satunya?

Aku masih ingat, bahkan aku tak akan pernah melupakan kejadian ini
Dua bulan yang lalu, 
Jum'at pagi, sejak dari perjalanan kembali ke rumah dan sesampainya di rumah
Air mata ini serasa tak bisa lagi tertahan
Air mata yang mewakili kemarahan bahkan bisa dibilang kebencian
Ketika hati merasa mulai dijauhi, apa sih yang bisa aku lakukan?
Permintaan yang ditangguhkan untuk aku bisa ditinggalkan, dijauhi dan bahkan dilupakan
Air mata yang berisi permohonan untuk bisa sesegera mungkin ditinggalkan, digantikan perasaannya
Namun, 
Siapa yang tau rencana Tuhan?
Bahkan aku yang memiliki rasa ini sendiri pun juga tak akan pernah tau bagaimana rencana Tuhan bekerja
Dan satu hari yang lalu
Setelah dua bulan air mata ini menetes untuk orang yang sama
Sekali lagi, untuk orang yang sama
Tangan Tuhan bekerja dengan sangat sempurna
Membuat air mata yang tadinya menetes memohon untuk bisa segera ditinggalkan
Diubah menjadi air mata yang menetes untuk tidak ditinggalkan
Untuk raga yang ternyata tak sanggup dibiarkan tinggal menjauh, bahkan dilupakan
Ketika -hanya- air mata yang mewakili segalanya menetes
Saat itu pula batin mengucap doa,

"Ya Allah, 
Engkaulah pemilik hati,
Ijinkan kami untuk tetap singgah di hati pasangan kami masing-masing,
Kepada lelaki inilah akan aku berikan kepercayaan atas hidupku kelak,
Satukan kami dalam kebahagiaan di dunia dan akhirat kelak,
Jika memang Engkau ijinkan, jangan biarkan di antara kami terpisah kembali,
Hamba yang akan menjaga kepercayaan atas titipan hatinya,
Kebahagiaan dan kesedihan kami, semua akan kami rasakan bersama, inshaAllah,
Terima kasih Ya Rabb, semoga semua ini memang telah datang di waktu yang tepat,
Waktu untuk menyelesaikan pencarian naungan hati yang terakhir kalinya bagi kami,
Bantu kami untuk saling menjaga hati kami masing-masing, Ya Rabb."

Sepersekian detik aku berhenti mengucap doa
Aku merasakan tangan kuat itu mengusap air mata yang mulai membasahi muka dan menetesi hijabku
Mulut ini serasa tertahan untuk bisa mengucap
Namun ketika mulai terdesak aku membuka mata
Dan mulutku berani mengatakan untuk tidak ingin ditinggalkan lagi
Karena pada kenyataannya jiwa dan raga ini sangat rapuh jika ditinggalkan penjaganya

Jumat, 01 November 2013

Kamu, Lelaki Itu

Lelaki yang menatap dalam ketika aku bercerita panjang lebar

Lelaki yang  melempar senyum padaku saat tau aku sedang menatap wajahnya secara diam-diam

Lelaki yang sengaja mematikan lampu ketika aku mengambil air wudhu

Lelaki yang datang pagi buta untuk sekedar mengantar roti

Lelaki yang aku temani makan bubur di pagi hari

Lelaki yang bersepeda jauh dengan lutut penuh darah segar hanya untuk menemaniku

Lelaki yang tiba-tiba mencium keningku

Lelaki yang mencubit hidungku kemudian tertawa lepas

Lelaki yang mengamini doa seorang tukang parkir

Lelaki yang ketika hujan rela berlari menyelamatkan jaketku

Lelaki yang tiba-tiba membawakan boneka teddy kecil berbaju pink

Lelaki yang menggenggam erat tanganku ketika aku merasa kedinginan

Lelaki yang memberiku lollipop berbentuk hati di parkiran rumah sakit

Lelaki yang membuatku cemburu saat melihat berjalan dengan wanita lain

Lelaki yang mencoba menjauh saat aku mendekat dengan yang lain

Lelaki yang tiba-tiba bersikap dingin

Lelaki yang membuatku mengutuk sebuah kesetiaan

Ya!!!

Lelaki itu kamu, dengan segala kebahagiaan untukku dan segala misteri dalam perasaanmu. 






Kamu, 

Khoirul Mutaqin

Lelaki itu

Kamis, 31 Oktober 2013

#MyDraft2

Bahkan Tuhan pun menyediakan ruang untuk kita ketika kita meragu
Ruang untuk bisa meyakinkan kembali
Atas pilihan kita

#MyDraft

Ketika pergantian hari terasa semakin berat
bukan karena tak mampu
Namun ternyata hati ini tak rela 
Melepaskan apa yang selama ini diinginkan
Telah ada di depan mata
Bahkan selangkah lagi
Entah hanya aku yang merasakannya
Atau perasaan kita sama
Di antara kita saling menjauh
Mencoba mendekat pada kutub masing-masing
Namun dalam hati 
Serasa kutubmu semakin erat menarikku
Semakin aku berusaha menjauhimu,
Semakin ingin pula raga ini memelukmu
Mengisyaratkan bahwa raga ini tak sanggup menjauh
Jiwa ini terasa kosong ketika aku menjauh darimu

Senin, 28 Oktober 2013

Keajaiban Apa Lagi?

"Love is the joy of the good, the wonder of the wise, the amazement of The God. -Plato-"

Pada akhirnya aku tau bahwa mencintaimu adalah kata lain dari sebuah pengharapan. Harapan atas kebahagiaan yang nantinya akan kita rasakan bersama. Aku pun tau bahwa Tangan Tuhan tidak akan pernah salah dalam menuliskan takdir. Begitu juga ketika Tangan-Nya mengulurkan kasih sayang atas dua hamba-Nya. 

Tak akan pernah menyalahkan atas takdir-Nya (lagi) karena sekarang aku sadar bahwa terkadang Ia hanya menunda memberikan apa yang aku inginkan hingga saat itu tiba. Saat dimana Tuhan sudah harus mempertemukan hati hamba-Nya lagi. Mungkin selama ini Ia hanya menguji, seberapa kuat kami bertahan. Itu menurutku dan aku tak akan pernah tau apa sebenarnya yang Ia mau atas jalan seperti ini. 
Keajaiban dari Tuhan tidak berbatas pada konteks bahagia saja, bahkan menurutku proses menuju kebahagiaan yang ternyata panjang, melelahkan dan bahkan harus tersakiti lebih dulu ya itu keajaiban. Hmm... Ujian sih lebih tepatnya. Apapun yang Tuhan berikan, bagi saya itu adalah nikmat dari-Nya, syukuri saja semuanya. Karena terkadang Tuhan menguji kita dalam sebuah kebahagiaan, bukan dalam kesusahan.
Aku hanya ingin mengucap Alhamdulillah atas pencapaian hingga detik ini. Ketika aku menengok ke belakang, aku serasa mendapat teriakan "You deserve it!" Ya karena buah dari kesabaran itu bagiku sudah terlihat jelas. Tinggal menebarkan benih yang lebih baik lagi, walaupun harus lebih bersabar, pasti akan ada buah yang lebih berkualitas dari yang lalu. 

Minggu, 27 Oktober 2013

Kepastian

Apalagi yang harus aku berikan?
Segalanya sudah
Aku mempercayakan semuanya kepadamu
Bahkan ketika benteng pertahananku mulai roboh pun,
Aku tetap memberikan segalanya untukmu
Lalu kapan kepastian itu datang?
Seolah semua kepercayaan yang telah aku berikan
Justru membuatmu semakin menunda
Yaaa
Dan dengan seperti ini aku bisa apa?
Aku hanya bisa semakin lama untuk mengucap doa
Memohon, memohon dan memohon untuk mendapat kepastian
Karena aku percaya
Ketika aku mendapat kepastian, semua ketakutan itu perlahan sirna
Menjauh bahkan menghilang terhapus oleh hal yang pasti

Kamis, 24 Oktober 2013

Titip Rindu Pada Doa

Sisa hujan semalam
Membuat rindu semakin dalam
Tetesan air dari kelopak mawar merah perlahan jatuh membasahi tanah
Akankah rindu itu terbalas dengan hadirmu esok?
Atau hanya akan menyisakan rindu lagi yang tertumpuk karena waktu?
Akan selalu ada rindu disetiap waktu yang akan kita lalui
Ketika raga tak dapat saling bertemu
Titipan doa yang selalu ku panjatkan kepada-Nya,
Ku yakini sebagai iringan untuk harimu
Semoga setiap langkahmu adalah kebaikan
Setiap ucapmu adalah doa baik untuk kita
Dia-lah pelindung setiap langkahmu, sayang :)
Kita serahkan rindu ini dalam doa yang kita panjatkan pada-Nya
Karena Dia-lah Sang Pemilik Hati kita :)

Rabu, 23 Oktober 2013

Naluri

Tak jadi masalah bagiku
Ketika aku menghentikan nalurimu untuk berburu
Mengejarku walau hanya sesaat
Bagiku itu sudah cukup
Kini saatnya kamu berjalan bersamaku
Beriringan, bergandengan
Meski harus berpeluh, aku tau kita akan menggapai cita
Wujudkan mimpi berdua
Dan aku memilihmu,
Sebagai pria yang mampu mewujudkan mimpiku satu per satu
Tapi tetaplah jadi pria yang punya naluri untuk berburu, sayang
Karena masa depan masih harus kamu jemput
Bersamaku, wanita hasil buruanmu selama ini :)

Sabtu, 19 Oktober 2013

Makna Sederhana

Dulu aku mencintaimu dalam diam
Sekarang aku mencintaimu dengan sederhana
Seperti ketika aku menerawang tatapan mata indahmu
Tampak tak bermakna
Tapi aku bisa memaknai apa yang sedang kamu lihat
Semoga itu masa depan kita

Jumat, 18 Oktober 2013

Amin #1

Aku ingin menatap wajahmu yang menyiratkan rasa lelah atas jerih payahmu sebagai kepala keluarga kita nanti. Aku tau, dibalik ratusan kelelahan itu, ada jutaan kebahagiaan padamu atas hidup yang kita jalani berdua.

Selamat Ulang Tahun, Mas

23 tahun yang lalu,
Kamu terlahir ke dunia dengan tangismu.
Kebahagiaan terpancar dari wajah bapak dan ibumu.
Dan sekarang,
Bukan hanya bapak dan ibumu yang bahagia atas adanya kamu.
Ya, aku bahagia atas hadirmu dalam hidupku.
Kenyamanan yang selalu kamu ciptakan untukku membuatku bersyukur menjadi milikmu.
Kita saling memiliki, utuh.
Aku tak lagi menyisihkan bagi yang lain.
Hingga saat nanti aku tau takdir tak dapat menyatukan kita.
Maaf apabila aku tak mampu bersaing dengan bapak ibumu.
Karena aku tau bapak ibumu punya anak laki-laki yang sangat hebat.
Kasih sayang beliau dan semangat beliau membesarkanmu hingga detik ini, aku acungkan jempol.
Aku pun suatu saat ingin mengatakan pada beliau,
"Bapak, ibu, anak laki-lakimu sangaaat hebat.
Aku ingin selalu mendampinginya."
Sayang...
Kita masih punya mimpi.
Mimpi yang bagiku banyak dan kita akan mewujudkannya satu per satu.
Dan hati kecilku berucap,
"Aku akan mendampingimu, hingga nafas terakhirku.
Aku wanita yang akan menjadi sandaranmu."
Tetap jadi lelaki terhebat ya, sayang.
Bagi bapak ibumu,
Bagi adik-adikmu,
Bagiku,
Dan (insha Allah) bagi anak-anak kita.
Aku tunggu kamu di hari sakral kita.
Hari dimana kamu menerima limpahan tanggung jawab dari Ayahku atas putri kecilnya.
Di ulang tahunmu,
Aku hanya bisa mengucap doa.
Doa panjang dengan segala baiknya.
Doa yang aku yakini, malaikat akan mencatat dan semesta mengamininya.
Selamat ulang tahun sayang.
Panjang umur,
Sukses dalam kerjamu, dalam dunia dan akhiratmu.
Semoga kamu selalu dalam limpahan rahmat dan rejeki dari-Nya.
Semoga Allah SWT selalu membimbingmu di jalan yang lurus,
Selalu melindungi langkahmu.
Selalu mempermudah apa yang kamu cita dan cintakan.
Amin amin Ya Rabbal Alamin.

Kamis, 17 Oktober 2013

Doa Dalam Tatapanku

Kamu yang nantinya akan menjadi imamku kelak,
Ku percayakan segala kehidupanku padamu.
Jika nanti kita disatukan dalam rumah (sederhana),
Aku ingin kamu yang memegang peran penting.
Dari menata rumah, memastikan semua perabot berfungsi dengan baik sampai menjagaku ketika aku gelisah dan tak bisa memejamkan mata.
Aku ingin menjadi alasan mengapa setiap jam 5 sore kamu selalu bergegas keluar kantor.
Sekedar menjemputku bekerja mungkin.
Aku ingin menjadi orang pertama yang kamu lihat ketika kamu membuka mata di pagi hari.
Aku ingin kamu orang pertama yang selalu merasakan masakanku, walaupun rasanya terkadang hambar.
Aku juga ingin anak-anak kita kelak bisa belajar mengaji.
Yaaa...
Kamu yang jadi gurunya dan aku ikut belajar tentunya.
Tak hanya itu,
Aku juga ingin jadi orang yang pertama mendengar keluh kesah pekerjaanmu.
Aku akan jadi sandaranmu.
Semoga aku selalu ada di samping suami terhebatku.
Merasakan kenyamanan, merasakan keamanan dan kebahagiaan walau kadan harus terselip duka sebagai ujian.
Sampai maut memisahkan kita.

Rabu, 09 Oktober 2013

Tanya Dalam Diam

"Apakah kamu tidak punya rasa takut jika suatu saat di meninggalkanmu demi wanita lain- sama seperti yang kamu lakukan-?"
atau
"Apakah kamu yakin tidak akan meninggalkannya demi pria lain- sama seperti yang kamu lakukan-?"

Jumat, 04 Oktober 2013

Dekapmu

Pelukan itu erat sekali di raga ini
Seakan mewakili perasaan tak ingin kehilangan lagi
Sama denganku
Ku dekap tubuhnya erat
Kamu milikku seutuhnya
Kamu satu
Tak akan lagi ku duakan
Akankah aku juga satu di hidupmu?
Aku mohon jangan tinggalkan
Lukaku teramat dalam
Namun jika memang Tuhan mengijinkan
Aku akan tetap menjadikanmu satu
Satu raga, satu jiwa
Satu dalam hidupku
Rangkul aku dalam setiap hembus nafasmu 
Peluk aku saat peluh bahagiamu dan isak sedihmu

Jumat, 20 September 2013

Jeda Bermakna

Singkat tapi bermakna
Serasa sekali bernafas
Mencintaimu walau berbagi
Menikmati kenyamanan yang kau ciptakan
Aku rasa semua bukan kamuflase
Bernafas saja butuh jeda
Bagaimana dengan menepis kenangan? Aku tau
Tak perlu ku berlari menjauhimu
Menghindari sorot tajam matamu
Menutup telinga atas ucapan sendumu
Bahkan tanganku pun tak perlu menampik lembut belaianmu
Akan kunikmati
Apapun perlakuanmu
Asalkan aku mampu menahan lukanya
Aku terima
Bukan karena aku (masih) mencintaimu
Tapi aku tak sanggup merasakan jeda itu tanpamu

Kamis, 19 September 2013

Tatapan Dangkal

Hanya bisa menunduk
Tak ada alasan khusus
Hanya saja mataku tak berani menatapnya
Mungkin aku takut terluka lagi
Luka itu sudah lalu
Tapi masih membekas
Entah
Bahkan mungkin akan mengendap
Detik ini
Baru aku memberanikan mataku
Untuk menatapnya
Tapi tak ingin terlalu dalam
Serasa ada pisau tajam
Yang mungkin siap untuk melukai lagi untuk kesekian kalinya
Aku hanya bisa bertanya pada diri sendiri
Sampai kapan tatapanku sedangkal ini?
Aku tau luka itu tak akan bisa ia hapus
Dengan seribu maaf sekalipun
Maafmu hanya menghapus dosamu
Bukan menghapus goresan luka dalam jiwaku

Jumat, 13 September 2013

Senjaku Tak Lagi Sendu

Aku butuh kopi
Untuk menenangkan pikiranku
Untuk menetralkan emosiku
Bahkan sekedar menemani soreku
Senja ini indah
Senikmat ketika aku merasakannya bersama keluargaku
Bermanja dengan Bunda
Bercanda bersama Ayah
Menenggak kopi bersama mereka
Selayak menemukan kedamaian dalam hidup
Terima kasih Ya Rabb
Senjaku tak lagi sendu
Ketika aku bersama mereka

Kamis, 12 September 2013

Kamu, Kuatku

Hidupku cukup sekali di dunia ini
Aku tak perlu mengulang hidupku lagi
Tak perlu mengulang apa yang seharusnya tidak terjadi
Bukan seorang yang munafik
Aku banyak bertemu orang yang kurang tepat
Sebelum aku menemukanmu
Berkaca atas apa yang telah dilakukan
Jatuh, bangun, bahkan serasa mati suri
Semua kan ku jadikan kenangan
Baik, buruk
Aku ikhlas mendapatinya
Hingga kini aku menjalaninya denganmu
Terkadang aku merasa aku tak sepenuh hati
Itu hanya perasaanku
Bukan yang terlihat olehmu
Sang Pencipta Maha Mengetahui
Mana yang terbaik bagiku
Bahkan ketika aku harus berpeluh untuk mendapatkanmu
Untuk bisa bertahan, berjuang
Tapi memang nyatanya
Kamu pun sanggup untuk berjuang denganku
Masa laluku terkadang pahit untuk bisa aku telaah lagi
Aku tegar, aku kuat
Karena kamu kuatkan aku
Entah harus berapa lama lagi aku bersanding dengan hatimu
Yang pasti,
Hatimu akan selalu jadi kuatku

Senin, 02 September 2013

Melawan Arahmu

Aku tidak sekuat yang kamu bayangkan
Bahkan ketika aku tau satu persatu
Aku lebih memilih tidak mempercayaimu
Di balik semua ketidakpercayaan itu
Terselip sebuah luka perih
Kesekian kalinya
Aku rasakan seperti ini
Kali ini
Aku rasa sudah cukup bagiku
Untuk menerima semua luka
Berkali kali aku terjatuh
Sekali kamu mengulurkan dan setelahnya
Kamu hempaskan aku lagi
Saatnya kini aku yang harus berdiri
Berlari melawan arahmu

Kamis, 29 Agustus 2013

Sempurna Itu Ada

Ketenangan
Kedamaian
Kenyamanan
Kebahagiaan
Itu semua ada karena kita juga merasakan kebisingan, kegaduhan, kejenuhan, kesedihan bahkan ketidaknyamanan
Aku pernah merasakannya
Sehingga aku tau apa arti semua itu
Sadarku atas ketidaksempurnaanku
Ketika aku berada denganmu
Dan aku tau
Begitupun rasamu
Bukankah itu yang menjadikan kita
Saling melengkapi satu sama lain?
Aku merasa jenuh,
Kamu beri aku berbagai suasana syahdu
Aku merasa takut,
Kamu beri aku sebuah keberanian
Aku merasa kuat,
Kamu bahkan memberikan kekuatan itu lebih dan lebih
Ternyata memang aku dan kamu masih bisa bertahan
Kuatku, kuatmu, kuat kita berdua.
Tangisku, ketegaranmu, sayang.
Terima kasih telah bersedia menjadi pelengkapku.
Penyempurna hidupku.
Kamulah yang membuktikan padaku
Bahwa sempurna itu ada
Ketika kita saling melengkapi

Rabu, 28 Agustus 2013

Miss Our Past

I miss you,
When you hold my hand warmly
I miss you,
When you hugged me tightly
I miss you,
When you kiss me softly
I miss you,
When you make me peaceful beside yours.
and
I miss our past.

Selasa, 27 Agustus 2013

Surat Dari Hati Kecil

Ketika hati kecil mulai berkata
Sudahi saja
Sekarang bahkan lusa,
Kamu akan merasakan hal yang sama
Hatinya tak sama dengan mau hatimu
Lihat 5tahun yang lalu
Kamu mencintainya lewat kata-katanya
Kamu mencintainya lewat ketulusan tuturnya
Apa yang dia beri untukmu?
Hanya bahagia satu sisi
Tak lebih
Apa dia bisa bersama merasakan bahagia denganmu?
Tidak kan?
Kamu hanya menikmati kebahagiaan yang dia berikan
Tapi kamu menikmatinya sendiri
Tidak bersamanya
Hingga detik ini
Kamu hanya penikmat kebahagiaan yang dia ciptakan
Kamu sendiri
Kamu hanya penikmat mimpi yang dia ciptakan
Mimpi itu kalian atas nama berdua
Namun kenyataannya?
Kamu berusaha menggapai mimpi itu sendiri
Tidak bersamanya
Tinggalkan dia
Gapai mimpimu yang lain
Bersama yang bisa menciptakan dan menggapai mimpi berdua denganmu
-Hati kecil-
5taun menyimpan rasa,
2tahun menikmati kebahagiaan sendiri,
5bulan melukis mimpi bersama,
2bulan menggapai mimpi sendiri

Minggu, 25 Agustus 2013

Mimpi Itu Asa, Goresan Luka

Rasanya baru saja kita sama-sama membicarakan masa depan
Membicarakan hari luang untuk bersama di rumah
Membicarakan tentang anak-anak kita nanti
Bahkan membuat kesepakatan untuk berlomba membuka pintu rumah
Ketika kita pulang kerja
Baru saja
Iya
5hari yang lalu mungkin
Aku masih menyimpan rapih
Pembicaraan kita dalam pesan singkat
Kamu cepat sekali membuat perubahan
Ketus
Berucap seadanya
Berucap sebisanya
Ini balasannya?
Berulang kali aku merasakannya
Mungkin kamu pernah merasakan
Dicintai tanpa mencintai
Karena memang kamu tak tau
Rasa itu ada sejak dulu
Sekarang kamu tau dan aku pun tau
Bagaimana bisa kamu mengatakan terlalu sayang padaku
Kenyataannya sikapmu dingin
Seolah kamu siap untuk meninggalkanku
Yang perlu kamu tau
Ketika kamu pergi meninggalkanku
Kamu adalah orang yang berkali-kali menggores luka, melukis asa dihatiku
Akan tetap ku simpan
Jika memang diijinkan untuk kembali
Aku ingin kamu tau
Luka itu masih tetap ada
Asa itu masih terpendam

Jumat, 23 Agustus 2013

Kalah Asa

Bahkan hingga saat ini
Terlalu berat bagiku
Tuk meninggalkan dan ditinggalkan olehmu
Aku tak sanggup
Membiarkan mimpi-mimpi kita
Tertumpuk jadi asa

Bukan Titik Berat

Aku masih ingin merasakan pelukan hangatmu
Aku masih ingin merasakan tegasnya ucapanmu
Semuanya hanya sekejap
Sekali tutupan mata
Aku tak menganggap ini sebuah titik berat dalam hati
Bisikkan padaku
Ketika kamu masih mau berjuang
Teriakkan padaku
Ketika kamu ingin berhenti berjuang

Rabu, 07 Agustus 2013

Getir Menanti Sapaan Takdir

Berulang kali aku menyeka air mata ini untuk tidak terjatuh
Berulang kali pula aku merasakan rindu menggebu
Berulang kali aku merasakan hebatnya pertarungan hati ini
Kuat
Erat sekali
Seolah-olah hati kecil ini ingin tetap tinggal di sana
Tapi aku merasa aku tak serapuh itu
Mencintai dan dicintai namun tak disatukan
Memaksa jantung berdetak lebih kencang
Sekeras ini kah aku memilih tuk bertahan?
Harus kah aku menyeka air mata ini lagi?
Haruskah aku tetap mencintainya?
Bagaimana jika selamanya kami tak disatukan?
Getir dalam hati menanti sapaan takdir
Tuk bisa disatukan dalam jiwa dan raga
Tuhan Yang Maha Adil, izinkan kami bersatu.

Selasa, 06 Agustus 2013

[Masih] Pada Embun Pagi

Dingin ini
Getir ini
Aku masih merasakan kerinduan
Atas sisa pertemuan semalam
Entah
Yang aku mau bukan hanya kehadiranmu
Hangat dekapanmu pun akan selalu aku rindukan
Bukan karena aku tak bisa bersanding
Rasa ini terlalu kuat tuk ku rasakan sendiri
Namun aku juga tak ingin berbagi
Membagi rasa rindu ini pada orang lain
Aku ingin cukup kita yang merasakan
Ucapmu
Hatiku selalu mengiyakan
Tak pernah goyah ketika rasa itu ada
Rasa itu kuat
Sekuat kita merasakan perjalanan berat ini
Yang pasti
Aku masih merindu
Akan selalu aku titipkan rindu ini pada dingin pagi
Semoga tetesan embun mampu menyampaikannya

Rabu, 31 Juli 2013

Sinar Matahari

Pada kenyataannya
Sinar matahari belum bisa
Melunturkan rasa sayang ini
Lalu siapa yang bisa?
Kamu?
Aku sendiri?
Bukan
Tapi takdir
Kita ikuti goresan takdir kita
Nikmati apa yang diberikan Allah
Sama seperti kamu
Menikmati matahari terbit dari ufuk timur
Merasakan hangat sinarnya
Tanpa mengeluhkan betapa lelahnya
Kamu menanti pagi

Selasa, 30 Juli 2013

Piece of Cake in Life [?]

Dingin pagi tak terasa
Aku melihat pesan singkat ini
"love is just piece of cake in life"
Hah!
Crazy
Seandainya kamu tahu
Dan menyadari
Tak akan ada kamu di dunia ini
Jika ketulusan hati seseorang hanya sebatas itu
Tak sebahagia ini
Jika kamu merasa bahwa cinta hanya sekecil itu
Katanya "Cinta tak hanya sebatas kata"
Bagi orang itu hanya sebatas lagu
Tidak bagiku, aku membenarkannya
Salah jika hanya mengartikan cinta sesempit itu
Karena cinta tak sesempit dunia
Yang selalu mempertemukan kita

Senin, 29 Juli 2013

Teriak, Tak Usah Kau Bisikkan

Aku masih mengingat mimpi-mimpi itu
Kebahagiaan atas mimpi yang kita goreskan
Belum ternoda, mimpi itu masih berlarian dipikiran
Aku tak pernah sengaja tuk menghapusnya
Kan ku biarkan mimpi itu tetap berlarian
Aku masih mempercayai takdir
Katakan jika memang kamu masih menyimpan mimpi itu
Tak perlu berbisik
Berteriak jika perlu
Aku ingin mendengarnya
Semoga takdir melukiskan mimpi kita dalam nyata
Atas doa

Kamis, 25 Juli 2013

Cloudy in Moody

Tak pernah sekuat ini aku berdiri
Terlalu banyak hal yang bertumpu padaku
Kaki ini tak pernah berhenti tergelitik
Menghampiri kalbu
Entah masih mampu bersanding
Atau akan berlari menjauh
Awan cerah hari ini pun tak kan tau
Takdir mana yang akan menghampiri
Satu kuatku
Aku masih percaya pada-Mu, Ya Rabb

Rabu, 24 Juli 2013

Lukisan Itu Bernama Takdir

Dingin
Sunyi
Tak seperti yang ku bayangkan
Aku melangkah maju menatap ke depan
Terkadang langkahku tergelitik untuk berbalik arah
Menghampiri cerita masa lalu
Ini tak sekedar iklan baris bagiku
Ini sudah masuk dalam kenangan
Bukan suram tak juga membahagiakan
Peduli apa kenangan itu padaku
Aku akan tetap berjalan ke depan bersama paruh hatiku
Entah yang lalu akan diam, menangis, atau bahkan berlari
Aku bukan pelukis takdir
Aku hanya penikmat takdir
Layaknya wayang kulit
Aku jalani apa yang telah Ia lukiskan  untuk jalan hidupku
Entah akan kembali atau tidak
Yang pasti hati ini tak ingin dikecewakan lagi

Rabu, 10 Juli 2013

Delete,Send, and Draft

Sepagi ini.
Hatiku memaksakan otakku menemukan beribu cara untuk segera menyelesaikan hal ini.
Aku tak mungkin melanjutkannya.
Tapi aku juga tak tau bagaimana aku harus berhenti melakukan hal ini.
***
*Tujuh jam yang lalu*
“Aku mau ketemu, aku harus bicara. Kita bisa bertemu jam berapa?”
-Delete all-
“aku mau bicara. Tapi aku masih bingung bagaimana harus mengatakannya padamu..”
-Send-
-New message-
“Masalah apa? Bilang saja sekarang..”
“Aku merindukan calon suamiku, aku sudah lelah membohonginya demi mendapatkan waktu untuk bertemu denganmu..”
-Send-
-New Message-
“Maksudnya?”
***
Sampai detik ini aku masih tak bisa melanjutkan percakapan dalam pesan singkat itu.
Aku masih tak sampai hati untuk mengatakannya.
Keegoisanku mulai mengambil peran utama.
Aku masih membutuhkannya, tapi bagaimana mungkin aku menjalani dua hati?
Rasa sayang untuk pacarku melebihi rasa sayangku padanya.
Tak pantas jika aku merelakan rasa sayang ini untuk lelaki yang bahkan tak menganggapku selama lima tahun ini.
Pergelutan perasaan masih berkecamuk dalam hati.
Hati kecilku selalu mengatakan bahwa aku tidak mencintainya, ini hanya soal kejenuhan.
Ahh...
Aku masih tak tau harus berkata bagaimana.
Aku bukan wanita pemberi harapan palsu *bahasa anak era 2012*
Dari dulu aku tak punya keberanian untuk mengatakannya.
***
-Clear all conversation-
***
Aku hanya berharap pacarku masih bertahan menyatukan hatinya dengan hatiku.
Aku masih menunggu waktu yang tepat untuk membicarakan semuanya.
Menbicarakan dari A sampai Z dan anak cucunya.
Hingga hubungan persahabatan ini menjadi murni.
Tanpa ada rasa keinginan menyatukan hati satu sama lain.
Hatiku hanya satu.
Hanya akan aku satukan pada hati yang selama ini memangku dan bersandar dengan hatiku.
Aku tak mau berkhianat.
Aku juga tak ingin aku di khianati.
Paruh hati mana yang akan tinggal diam melihat paruh hatinya bersama dengan paruh hati lain.
***
“Jangan paksakan aku untuk merelakan paruh hatiku demi paruh hatimu yang selama tiga tahun lebih membiarkan aku bermimpi sendiri tentang kita, tanpamu..”

-Draft-

Jumat, 05 Juli 2013

A dan B Yang Jauh, A dan B Yang Selaras

Mengucap janji setia sehidup semati di depan penghulu itu, m u d a h [?]
Mudah karena hanya mengucap
Tapi kita bertanggung jawab atas janji itu
Itu yang tidak mudah
Jangan pernah membayangkan nikmatnya (saja) dalam suatu pernikahan
Beban yang dipikul akan lebih berat
Apalagi kita harus selaras dengan pasangan
Menyelaraskan diri kita sendiri saja terkadang masih sulit
Apalagi dengan pasangan hidup
Terkadang wanita mempunyai rencana A
Namun pria punya rencana B
A dan B itu dekat
Satu tarikan nafas
Tapi tidak semudah itu ketika kita berbicara atas nama ego
Jauh....
A akan beranak pinak
B akan beranak pinak juga
Dan tugas pasangan adalah menyelaraskan bukan menyamakan
A dan B tidak akan pernah sama
Tapi jika disandingkan
Akan indah
Seindah kota ber-plat AB yang menyimpan banyak kenangan

***

Bukan berarti aku memutuskan untuk mundur
Justru aku akan tetap maju
Aku mundur itu berarti aku semakin tidak siap
Aku selalu ingin belajar dari hidup
Bagaimanapun jalannya

                                                               ***

Pernikahan itu indah asal didasari atas ketulusan dan keikhlasan
Ketulusan memberi kepada pasangan
Dan keikhlasan menerima apapun keadaan pasangan

                                                                ***

Saat ini aku masih belum mengetahui 
Kapan aku akan mendengar tulang rusukku mengucap janji setianya di depan ayahku dan penghulu
Yang pasti aku berusaha mempersiapkannya sejak jauh hari
Bahkan ketika ia belum memberanikan diri
Untuk membawa orang tuanya ke kursi ruang ramu di rumah ini



Kamis, 04 Juli 2013

Akhiri Ini Dengan Indah

Ketika pelukanku pun tak lagi bisa
Menenangkan hatimu yang sedih
Aku memilih tuk mengakhiri ini dengan indah
                                                                Jikustik- Akhiri Ini Dengan Indah

Aku tak pernah menginginkan keadaan seperti ini
Ketika aku dan dia bisa bertemu kembali
Dia orang yang dulu sempat mengisi ruang hatiku
Aku tak pernah berkeinginan untuk memilikinya
Aku hanya menyayangkan orang sebaik ini jika tak bisa dimiliki
Sama?
Menurutku tidak
Tapi aku menyayanginya dari jauh
Sesaat
Karena aku tau dia tak akan bisa jadi milikku
Dia lebih aku anggap sebagai petir dalam hujan
Yang ketika dia bergemuruh sekali, maka selanjutnya akan bergemuruh
Dan tiba-tiba hilang
Entah apa yang kemudian membawa dia datang lagi
Satu kata yang saat dia kembali, muncul dalam batinku
K a n g e n
Mungkin saat itu aku membutuhkan dia sebagai tempat sampah
Dulu aku sempat membuang keluhan, umpatan, kekesalan atau apapun padanya
Paling tidak dia bisa menenangkan hatiku
Sampah itu aku buang kembali padanya
Sekali, dua kali bahkan berkali-kali dia menjadi motivatorku dalam menyelesaikan tugas akhirku
Aku jatuh
Aku tau ini akan salah di mata siapapun yang mengetahuinya
Tapi apa bisa kita menyalahkan hati?
Aku rasa tidak
Aku terus menjalaninya
Hingga sempat berangan-angan yang mungkin tidak seharusnya aku lakukan pada setiaku
Sampai pada titik kesadaranku
Aku tidak bisa terus menerus membohongi diriku dan setiaku
Dia hanya sesaat
Aku kembali bermain dengan perasaan
Aku rasa tak apa
Ketika aku memilih mengakhiri aku dengan dia yang hanya masa laluku
Aku sudah sejauh ini menjalani dengan yang sekarang
Untuk apa aku kembali pada orang yang bahkan
Selama 3 tahun tidak tau aku menyimpan rasa
Aku ingin mengakhirinya dengan indah
Bukan dengan suatu pertengkaran atau perdebatan
Aku hanya ingin dia tetap menjadi “tong sampah”-ku
Aku tidak berkhianat
Tapi ini caraku
Agar antara aku dan dia
Bukan hanya teman, tapi sahabat
Melindungi, menjaga bahkan membebaskan berbuat semauku
Walaupun terkadang aku masih melihat semburat rasa cemburu di wajahnya
Tapi aku tau,
Dia mempercayakan apa yang akan terjadi esok dan lusa adalah yang terindah
Walau mungkin tidak dapat menyatukan hati
Aku hanya bisa mengucap maaf atas segala kekeliruan rasa
Ini bukan drama tapi ini skenario
Mungkin Tuhan tau,
Ada hati yang lebih satu dengan hati kita masing-masing



Rabu, 03 Juli 2013

Hujan & Teh Hangat Sedikit Gula


Hujan sore ini memaksaku untuk bisa ditemani oleh secangkir teh hangat

Tapi aku juga tidak sendiri
Bersama partner hidup yang hanya berselisih satu tahun di atasku
Waktuku banyak habis dengannya
Bermain, bercanda bahkan tak jarang kami saling lempar guling
Tapi anganku bukan tentang masa laluku dengan kakakku
Ini tentang gula yang aku tuang ke dalam cangkir tehku
...
“Kamu manis, walapun kamu tak pernah didatangi sekumpulan semut.
Aku yang akan jadi semutnya. Aku suka kalau kamu berkedip..”
“Idih gombal..”
“Sama sekali enggak. Ini serius. Bisa buatkan aku teh hangat?”
“Iya. Tunggu di sini aku akan buatkan teh hangat untukmu..”
“Jangan lupa gulanya dipisah..”
“Iya, aku tau.. Tak usah banyak bicara, kamu tinggal tunggu tehnya..”
Sesaat kemudian,
“Aku lebih suka manis yang ada di kamu. Bukan manis di teh ini..”
“Aku tak tau kenapa aku harus mendengar kata-kata semacam itu dari mulutmu.
Jangan berlebihan, sesuatu yang berlebihan itu tidak baik..”
“Aku tidak melebih-lebihkan apa yang aku rasakan.
 Kamu terlalu manis untuk bisa disandingkan dengan teh buatanmu sendiri..”
...
Gula dan hujan lebih sering membuatku teringat pada masa laluku
Kamu memang bukan yang saat ini bersamaku
Tapi aku tau ketulusan memberi dan keikhlasanmu menerimaku apa adanya
Walaupun kini kita terpisah
Bahkan tak pernah terucap satu katapun ketika kita bertemu
Tapi aku tau cerita ini masih kamu ingat
Apalagi  ketika ibumu selalu menghampiriku melalui pesan singkatnya
Dan selalu bertanya bagaimana keadaanku
Seandainya ibumu tau aku telah lama mengikhlaskan hatimu menyatu dengan hati yang lain
Tentu tak akan sesering ini pesan singkatnya masuk dalam inbox ponselku

Atas nama hujan dan teh hangat dengan gula sedikit sore ini
Aku mengingatmu dengan jelas
Semoga kamu masih selalu merindukan teh hangat buatanku
Tanpa meminta ibumu untuk selalu membuatkan teh
ketika hujan mulai datang dengan deras

for mr. bejita_boy

Titip Rindu Pada Angin Pagi

Angin dan embun pagi ini berkolaborasi dengan semburat putih di langit biru
Aku merasakan hangatnya sinar pagi yang selama ini tak pernah terlalu lama ku nikmati
Walaupun terkadang hangatnya melebihi dekapan sosok yang ku sayangi
Aku acuhkan sinar itu menghangatkanku dengan angan-angan lain
Entah apa, yang pasti tak ada kata,  
“Alhamdulillah aku tidak merasa kedinginan”
Atau semacamnya
Kali ini aku biarkan badan ini tersinari oleh mentari pagi
Aku biarkan nafas ini tercampur sejuknya embun
Aku biarkan desiran angin menggoyahkan pakaian dan jilbabku
Ah...
Aku tak pernah merasakan pagi yang senikmat ini
Subhanallah
Atas segala yang telah Engkau ciptakan, Ya Rabb
Ku titipkan hembusan rinduku untuk dia lewat angin pagi
Ku titipkan doa agar dia selalu berada dalam lindungan-Mu
Dan kan ku biarkan angin membalut tubuh ini bersama sinar pagi
Sungguh aku bukan pendusta nikmat yang telah Engkau berikan

Rabu pagi di Pertengahan 2013
  

Senin, 01 Juli 2013

Pertahanan Ego, Pertahanan Hati

Sebosan inikah aku menjalani  ini denganmu?
Aku tak pernah berpikir sekalipun untuk mencoba mengkhianati
Entah angin apa yang membawaku ke dalam angan masa lalu
Yang pasti aku merasakan sebuah hembusan kejenuhan dalam hubungan ini
Perlahan aku mulai menikmatinya
Ya..
Menikmati kejenuhan yang ada
Jenuh ketika diantara kita tak ada obrolan yang lebih panjang
Jenuh ketika diantara kita tak ada keputusan untuk saling menjatuhkan bahu satu ke yang lain
Bahkan jenuh untuk sekedar menanyakan keberadaamu
Tapi ini memang suatu selingan
Kita harus menikmatinya
Hingga salah satu diantara kita bisa mengalah
Bukan hal mudah tentunya
Mentransformasikan kejenuhan menjadi sebuah ukiran tawa yang lepas

Apalagi ketika kita berdua sama-sama diperintah oleh deadline
Terkadang aku harus menahan keinginan
Untuk sekedar menanyakan bagaimana pekerjaanmu
Iya, aku takut ketika kamu lebih memilih melepaskan pertahanan egomu di depanku
Kita tidak akan bisa mengambil keputusan dalam keadaan serumit itu

Ada saatnya pula ketika aku berhasil mengambil hatimu
Walau hanya sekedar berkata,
“Nanti sore makan bareng, yuuk?”
Begitu pula denganmu
Sesibuk apapun, terkadang aku tetap mengiyakan ajakanmu

Dan satu hal yang harus kamu ketahui
Aku tak akan pernah sanggup mengecewakanmu
Sepenuh hatiku aku telah berusaha selalu memberikan yang terbaik

Karena inilah salah satu caraku mempertahankan hati kita tetap satu